Saat Pandemi datang, kita sedih. Apalagi melihat, mendengar
tentang berita di TV, di Medsos, saudara-saudara kita yang
terserang covid, positif covid, karantina yang dirawat bahkan yang meninggal . Rasa takut, cemas , was-was ada
terus pastinya. Tuhan... semoga saya
selalu diberikan Kesehatan dan terbebas dari covid 19..
Saya adalah seorang ASN (guru) , dimana waktu itu saya selalu membayangkan, betapa bahagianya jika saya
bisa menghirup udara pagi di
rumah setiap hari. Aktifitas di rumah yang bebaasss!!, setiap hari. Ternyata
Tuhan memberikan jawaban. Hari pertama, kedua, ketiga selama sekitar 3 minggu, terasa jenuh
dan bosan . Seiring berjalannnya
waktu, akhirnya kita bisa menikmati
indahnya “ di rumah saja”. Hal-hal yang
tidak pernah kita bayangkan, akhirnya
bisa terjadi. Hasil dari “ hanya di rumah saja” .
Suharnan (2005) mengemukakan bahwa kreatifitas disebut juga
sebagai berpikir kreatif (creative thinking), yaitu proses berpikir seseorang
atau aktivitas kognitif seseorang dalam menghasilkan ide-de yang baru dan
bermanfaat” . Ternyata dengan adanya
musibah ini, hari-hari di rumah saja , kita bisa lebih kreatif, Walau hanya sederhana. Kebetulan dirumah saya ada beberapa
anak sekolah yang “tinggal” di rumah. Pak Menteri menganjurkan Saat Pandemi mereka belajar di
rumah (BDR). Akhirnya saya pun bisa menerapkan pembelajaran yang tujuan mengarahkan untuk memunculkan kreatif
siswa. Dimana pembelajaran itu tidak
diproleh di sekolah, tapi akan sangat berguna
untuk bekal hidup mereka di masa
yang akan datang. Saya ajak anak-anak
untuk berkebun sayur, hasil di jual
mendapatkan uang, masak-masak, “nasi
bakar” kita posting di medsos, teman-teman
pesan kita antar, uang lagi masuk, Ikut KMO ( Kelas Menulis Online), yang tadinya
hanya iseng, akhirnya menghasilkan tulisan-tulisan sederhana yang kita posting
di fb,ada yang coment, like, merupakan pengalaman baru yang membahagiakan. Saya
buat ‘pembelajaran’ untuk ‘daring’ posting juga di You tube, sampai ratusan yang nonton (
tayang) ada yang like bahkan ada juga yang “subscribe” dari hati yang paling dalam begitu membanggakan saya. Ternyata saya yang selama ini merasa “ tak berharga”
bisa berbagi, bisa menginspirasi dari
membaca coment teman-teman di fb.
Ini fakta saya rasakan. Hasil kreatif yang bermanfaat.
Sebagai seorang guru matematika SMA kita melaksanakan BDR juga. Salah satu tugas untuk peserta didik saya
adalah membuat ‘produk’, Mereka saya suruh menulis
di kertas manila . Dibuat se’kreatif’ mungkin. Dan saya tahu
anak-anak semua punya
bakat masing-masing dan meraka
punya rasa kreatif yang berbeda-beda. Dan judul
tugas tersebut adalah “Aku Setelah Pandemi”. Dibuat poster, difoto
bersamanya, krim lewat WA grup kelas atau FB. Karena merupakan tugas wajib dan merupakan salah satu penilaian ‘ketrampilan’
dalam matematika. Mereka pun harus
bisa menunjukkan kebolehannya. Berbagai macam
kreatifitas anak di ’rumah’
mereka. Karena BDR, waktu Luang lebih
banyak. Pertemuan bersama keluarga lebih
banyak. Kebersamaan dan keakraban merekapun lebih terasa. Jadi peserta didik
lebih leluasa dalam kerja, pastinya
didampingi oleh orang tua atau saudara-saudara mereka. Anak yang cerdas pasti
mereka memanfaatkan waktu di rumah
mereka dengan efektif. Hasil ‘dirumah’ antara
lain : Jadi mempunyai hobi baru memasak,
bisa membuat kue untuk dijual, membuat
nasi kuning yang di bungkus kemudian disetor/dititip di kios-kios, tentu bangga bisa mendapatkan ‘uang ‘ dan masih
banyak lagi ketrampilan-ketrampilan baru yang selama ini tidak pernah terbayangkan
sebelumnya..
Melihat dan membaca di postingan
teman-teman guru dan para siswa yang
mempunyai hobi baru ‘menanam’
bunga, membuat ‘kebun ‘
baru, jadi petani baru, Suluh ikan
bahkan sampai ada yang ‘menjual hasil ‘
dari kebun dan sawah mereka. Saya tahu karena saya rajin membaca
di medsos, buka fb bagian Pasar
ST. Pasar On Line Sumba Timur. Kalau
kita ingin sesuatu , apa saja
kebutuhan rumah tangga , misal jagung, beras, ikan dll........e ternyata yang jual teman sendiri, tetangga,
kenalan...yang mana mayoritas
ternyata,,.... profesi baru mereka. Hehe....senang sekaligus bangga deh ketemu mereka,
pastinya dikasih ‘lebih’ murah. Misal di pasar harga Rp 25.000,- ternyata
di online bisa harga Rp 15.000,- ‘untung’ pasti. Asyik deh. Di Jawa belanja online sudah sangat biasa, tapi bagi saya disini
hal yang baru, terkhusus belanja
lokal. Kalau di jawa terasa
‘aneh’ kalau di online ketemu teman
sendiri, tapi Waingapu , tempatku, itu
biasa.
Pembelajaran BDR menggunakan
‘daring’ (dalam jaringan) : GCR ( Google ClassRomm), Aplikasi
zoom , googleform dan berbagai Aplikasi Internet akhirnya mereka jadi “tahu’ dan ‘pengalaman menggunakan
HP Android dengan lancar jaya dan penuh semangat. Mereka
jadi tahu benar tentang ‘ fungsi”
HP android yang sebenarnya. Kalau dulu tahunya ‘hanya’ untuk ‘main game’ buka ‘ You Tube’ ,”FB”
kapasitas sebagai pemain game dan penonton saja. Tapi sekarang
bisa untuk menggali informasi berbagai
hal. Bahkan akhirnya bisa kreatif
mendownload berbagai
aplikasi karena ‘tuntutan’ tugas sekolah
yang harus di”video’kan. Seperti
aplikasi ‘KineMaster”, “Canva” ,
CS, ‘Tik Tok’, ‘ZOOM’ “classroom’, ‘Zenius’ ,’Snaptube’, ‘Meet , ‘Telegram’dan
masih banyak lagi, yang mana gurunya sudah ‘kalah’ kreatif dibanding ketrampilan
anak-anak. Memang tidak semua, tapi ‘lumayan’ anak-anak jadi lebih kreatif dalam memanfaatkan HP.
Janganlah pendemi itu dianggap sebagai musibah, tetapi anggap dia datang sebagi tamu, kita sebagai tuan rumah harus menerima dengan
penuh suka cita. Kita tetap bersahabat,
berdampingan. Ternyata bagi sebagian
orang, pandemi ini membawa dampak
positif. Membawa Berkah. Kita bisa punya
kegiatan-kegiatan kreatif. Dimana dari
kegiatan kreatif bisa menumbuhkan bakat
kita masing- masing yang terpendam. Memunculkan ide kreatif diluar dugaan kita. Bahkan lebih
membanggakan lagi bisa mempunyai penghasilan tambahan. Jangan
munafik kalau sebenarnya kita
selalu bangga kalau kita punya
penghasilan tambahan, di luar penghasilan rutin
bulanan. Kita bisa belanja
keinginan kita sesuai uang
“bonus” yang kita punya. Berbeda kalau uang gaji bulanan, biasa sudah rutin masuk ‘pos’ rutin. Dengan adanya uang bonus, atau
istilah uang di luar dugaan. Kita
bisa pakai untuk sedikit bersenang-senang
bersama keluarga, pesiar, memanjakan
diri, misal ke Salon yang dulu tidak
pernah sempat, atau bahkan uang
merasa kurang cukup.
Terima kasih Tante Corona,
atas kedatanganmu, kita tetap
bersahabat, Darimu kami menjadi lebih dewasa, lebih menghargai kehidupan, lebih bisa menjaga
kesehatan, tahu diri, dan bisa menggali
bakat pribadi. Salam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar