Selasa, 25 Agustus 2020

GURU DAN SISWA : NILAI ‘PLUS’ SETELAH PANDEMI

 

Tugas  4:  KMO  (Artikel)

 

Saat Pandemi datang, kita sedih. Apalagi melihat, mendengar tentang berita di TV, di Medsos, saudara-saudara kita  yang  terserang covid, positif covid, karantina  yang dirawat bahkan yang  meninggal . Rasa takut, cemas , was-was ada terus pastinya. Tuhan... semoga saya  selalu  diberikan Kesehatan  dan terbebas dari  covid 19..

Saya adalah seorang ASN (guru) , dimana waktu itu saya  selalu membayangkan, betapa bahagianya  jika saya  bisa menghirup  udara pagi di rumah setiap hari. Aktifitas di rumah yang bebaasss!!, setiap hari.  Ternyata  Tuhan memberikan jawaban. Hari pertama, kedua, ketiga  selama sekitar 3 minggu, terasa  jenuh  dan bosan .  Seiring berjalannnya waktu, akhirnya  kita bisa menikmati indahnya “ di rumah saja”. Hal-hal yang  tidak pernah kita bayangkan, akhirnya  bisa terjadi. Hasil dari “ hanya di rumah saja” .

Suharnan (2005) mengemukakan bahwa kreatifitas disebut juga sebagai berpikir kreatif (creative thinking), yaitu proses berpikir seseorang atau aktivitas kognitif seseorang dalam menghasilkan ide-de yang baru dan bermanfaat” . Ternyata dengan adanya  musibah ini, hari-hari di rumah saja , kita bisa  lebih kreatif, Walau hanya  sederhana. Kebetulan dirumah saya ada  beberapa  anak sekolah yang “tinggal” di rumah. Pak Menteri  menganjurkan Saat Pandemi mereka belajar di rumah (BDR). Akhirnya saya pun bisa menerapkan pembelajaran yang  tujuan mengarahkan untuk memunculkan kreatif siswa. Dimana pembelajaran itu  tidak diproleh di sekolah, tapi akan sangat berguna  untuk bekal hidup mereka  di masa yang akan datang. Saya ajak  anak-anak untuk  berkebun sayur, hasil di jual mendapatkan uang,  masak-masak, “nasi bakar” kita posting di medsos, teman-teman  pesan kita antar, uang lagi masuk, Ikut  KMO ( Kelas Menulis Online), yang tadinya hanya iseng, akhirnya menghasilkan tulisan-tulisan sederhana yang kita posting di fb,ada yang coment, like, merupakan pengalaman baru yang membahagiakan. Saya buat ‘pembelajaran’ untuk ‘daring’ posting juga di  You tube, sampai ratusan yang nonton ( tayang) ada yang like  bahkan ada  juga yang “subscribe”  dari hati yang  paling dalam begitu membanggakan saya. Ternyata  saya yang selama ini merasa “ tak berharga” bisa  berbagi, bisa menginspirasi dari membaca coment teman-teman di fb.  Ini  fakta saya rasakan.  Hasil kreatif yang   bermanfaat.

                Sebagai seorang  guru  matematika SMA kita melaksanakan BDR juga.  Salah satu tugas untuk peserta didik saya adalah  membuat ‘produk’,  Mereka saya suruh  menulis  di kertas manila . Dibuat se’kreatif’ mungkin. Dan saya  tahu  anak-anak  semua  punya  bakat masing-masing dan  meraka punya rasa kreatif yang berbeda-beda.  Dan judul  tugas tersebut adalah “Aku Setelah Pandemi”. Dibuat poster, difoto bersamanya, krim lewat WA grup kelas atau FB.  Karena merupakan tugas wajib dan  merupakan salah satu   penilaian  ‘ketrampilan’  dalam  matematika. Mereka pun harus bisa menunjukkan kebolehannya. Berbagai macam  kreatifitas anak  di ’rumah’ mereka. Karena BDR,  waktu Luang lebih banyak. Pertemuan bersama keluarga  lebih banyak. Kebersamaan dan keakraban merekapun lebih terasa. Jadi peserta didik lebih leluasa  dalam kerja, pastinya didampingi oleh orang tua atau saudara-saudara mereka. Anak yang cerdas pasti mereka memanfaatkan  waktu di rumah mereka dengan efektif. Hasil  ‘dirumah’ antara lain :  Jadi mempunyai hobi baru memasak, bisa membuat kue untuk dijual,  membuat nasi kuning yang di bungkus kemudian disetor/dititip di  kios-kios, tentu  bangga bisa mendapatkan ‘uang ‘ dan masih banyak lagi ketrampilan-ketrampilan baru yang selama ini tidak pernah terbayangkan sebelumnya..

                Melihat dan membaca di postingan teman-teman guru dan para siswa yang  mempunyai hobi baru ‘menanam’  bunga, membuat  ‘kebun ‘ baru,  jadi petani baru, Suluh ikan bahkan sampai ada yang  ‘menjual hasil ‘ dari kebun dan sawah mereka. Saya tahu karena saya  rajin membaca  di medsos, buka fb bagian  Pasar ST.  Pasar On Line Sumba Timur. Kalau kita  ingin sesuatu , apa saja kebutuhan  rumah tangga , misal  jagung, beras, ikan  dll........e ternyata yang jual teman sendiri, tetangga, kenalan...yang mana  mayoritas ternyata,,.... profesi baru mereka.   Hehe....senang  sekaligus bangga deh ketemu mereka, pastinya  dikasih ‘lebih’ murah. Misal di pasar harga Rp 25.000,- ternyata  di online bisa  harga Rp 15.000,-  ‘untung’ pasti. Asyik deh. Di Jawa belanja online sudah sangat biasa, tapi bagi saya  disini  hal yang baru,  terkhusus  belanja  lokal. Kalau di jawa  terasa ‘aneh’ kalau  di online ketemu teman sendiri, tapi  Waingapu , tempatku, itu biasa.

Pembelajaran BDR menggunakan  ‘daring’ (dalam jaringan)  :   GCR ( Google ClassRomm),  Aplikasi  zoom , googleform dan berbagai Aplikasi Internet akhirnya mereka  jadi  “tahu’ dan ‘pengalaman  menggunakan  HP Android dengan lancar jaya dan penuh semangat.  Mereka  jadi tahu benar  tentang ‘ fungsi” HP android yang sebenarnya. Kalau dulu  tahunya  ‘hanya’ untuk ‘main game’ buka ‘ You Tube’ ,”FB” kapasitas sebagai pemain game dan penonton saja.  Tapi sekarang  bisa untuk menggali informasi berbagai  hal. Bahkan  akhirnya  bisa kreatif  mendownload  berbagai aplikasi  karena ‘tuntutan’ tugas sekolah yang harus di”video’kan. Seperti  aplikasi  ‘KineMaster”, “Canva” , CS, ‘Tik Tok’, ‘ZOOM’ “classroom’, ‘Zenius’ ,’Snaptube’, ‘Meet , ‘Telegram’dan masih banyak lagi, yang mana gurunya sudah ‘kalah’  kreatif dibanding   ketrampilan anak-anak.  Memang tidak semua,  tapi ‘lumayan’ anak-anak jadi lebih kreatif  dalam memanfaatkan HP.

Janganlah  pendemi itu dianggap sebagai  musibah, tetapi anggap  dia datang sebagi tamu, kita  sebagai tuan rumah harus menerima dengan penuh suka cita.  Kita tetap bersahabat, berdampingan. Ternyata  bagi sebagian orang, pandemi ini   membawa dampak positif. Membawa Berkah. Kita bisa  punya kegiatan-kegiatan kreatif.  Dimana dari kegiatan kreatif  bisa menumbuhkan bakat kita masing- masing  yang terpendam. Memunculkan  ide kreatif diluar dugaan kita. Bahkan lebih membanggakan lagi  bisa   mempunyai penghasilan tambahan. Jangan munafik kalau  sebenarnya kita selalu  bangga kalau  kita  punya penghasilan tambahan, di luar penghasilan rutin  bulanan.  Kita  bisa belanja   keinginan kita sesuai  uang “bonus” yang kita punya. Berbeda kalau uang gaji bulanan,  biasa sudah rutin masuk ‘pos’  rutin. Dengan adanya uang bonus,  atau  istilah  uang di luar dugaan. Kita bisa pakai untuk  sedikit bersenang-senang bersama keluarga, pesiar, memanjakan  diri, misal ke Salon yang dulu tidak  pernah sempat, atau bahkan  uang merasa kurang cukup.

Terima kasih  Tante Corona,  atas kedatanganmu,  kita tetap bersahabat, Darimu kami menjadi lebih dewasa, lebih  menghargai kehidupan, lebih bisa menjaga kesehatan, tahu diri, dan  bisa menggali bakat pribadi. Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...