.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Menulis kreatif mendorong Anda ke dalam spiral kegembiraan. Itu mendorong Anda untuk mencari lebih banyak pengalaman dan menjalani kehidupan yang lebih bertenaga” –Annie I., 2020.
.
Masa pandemi ini, tak ada yang bisa memberi informasi kapan akan berakhir. Hanya Allah saja yang tahu. Manusia, siapapun dia, tak ada yang tahu. Maka tugas kita adalah menjalani hidup dengan menjaga kewarasan dan kebahagiaan.
Sejak memasuki masa karantina, total saya ‘work from home’, tidak kemana-mana lagi. Benar-benar di rumah saja. Agustus ini adalah bulan keenam saya berada di rumah. Shalat berjama’ah di rumah. Shalat Jumat diganti shalat Duhur berjama’ah di rumah.
Sebagai kepala keluarga, saya tidak boleh kehilangan nalar, tidak boleh kehilangan semangat serta kebahagiaan. Sebab kebahagiaan saya, adalah kebahagiaan seluruh anggota keluarga. Stres dan bingung saya, adalah stres dan kebingungan semua anggota keluarga. Maka saya tidak boleh bingung, juga tidak boleh stres.
Saya gunakan cara pandang manusia beriman —yang disabdakan Nabi Saw, “Semua urusannya baik”. Jika mengalami peristiwa sesuai yang diharapkan, bersyukur, maka itu baik baginya. Jika mengalami peristiwa tidak sesuai yang diharapkan, bersabar, maka itu baik baginya. Syukur dan sabar, itu kondisi manusia beriman. Keduanya baik.
Secara teknis, saya gunakan pendekatan psikologi positif Martin Seligman. Menurut Seligman, kebahagiaan itu bertumbuh, flourish. Maka ia mengenalkan konsep PERMA —positive emotion, engagement, relationship, meaning dan achievement, untuk menumbuhkan kebahagiaan.
Salah satu unsur pertumbuhan kebahagiaan adalah achievement, yaitu capaian keberhasilan. Maka saya selalu membuat target-target harian, dan berusaha untuk mencapainya. Salah satu target itu, setiap hari saya membuat target menciptakan satu artikel tentang dunia tulis menulis, dan diposting melalui blog.
Semenjak memasuki masa karantina, saya membuat blog baru, bernama Lockdown 2020, www.lockdown2020.id. Melalui blog baru ini, saya menulis tentang apa saja. Termasuk memasukkan tulisan-tulisan lama yang belum terpublikasikan. Maka dalam waktu singkat, blog itu langsung penuh tulisan.
Karena setiap hari menulis bertema tulis menulis, tidak terasa lama-lama menjadi banyak artikel saya dalam tema tersebut. Maka pada bulan Juli lalu, saya membuat blog baru lagi bernama Ruang Menulis, www.ruangmenulis.id. Sejak ada blog baru ini, semua naskah terkait tulis menulis, munculnya di sini.
Inilah kebahagiaan kecil saya, setiap hari. Sederhana kan? Bahagia itu bertumbuh dengan mencapai target-target kecil yang kita ciptakan sendiri. Maka kendati tidak bisa kemana-mana, hanya di rumah saja, kebahagiaan bisa kita ciptakan. Bahkan terus menerus bertumbuh, seiring dengan pencapaian target-target kecil kita sendiri.
Ternyata, secara akdemis, hal ini telah dipelajari banyak ahli. Bahwa menulis secara teratur, akan menciptakan kebahagiaan. Annie I (2020) menyatakan, “Menulis rutin setiap hari akan membantu mengatur emosi dan pikiran Anda”, ujarnya.
Annie mengibaratkan, otak manusia seperti sebuah tas. “Bayangkan kepala Anda seperti tas penuh barang yang Anda bawa ke mana-mana. Sepanjang hari Anda terus mengumpulkan ‘barang’ dan akhirnya Anda merasa kewalahan”, ungkapnya.
Maka, menurut Annie, “menulis adalah proses membongkar isi tas tersebut dan memberi ruang bagi hal-hal baru dalam pikiran Anda. Ini menghasilkan manfaat besar dalam mewujudkan kesehatan mental Anda”.
Annie menegaskan, “Menulis kreatif mendorong Anda ke dalam spiral kegembiraan. Itu mendorong Anda untuk mencari lebih banyak pengalaman dan menjalani kehidupan yang lebih bertenaga”.
Sudah sangat jelas, bahwa menulis bisa menghadirkan kebahagiaan. Apalagi jika Anda sekaligus memadukan dengan membuat target menulis. Berapa kata setiap hari yang hendak Anda tuliskan? Berapa karakter setiap hari yang hendak Anda hasilkan? Tema apa yang hendak Anda munculkan setiap hari?
Tetapkan target. Tulislah setiap hari. Capailah target Anda sendiri. Nikmati dan rayakan keberhasilan kecil Anda. Sederhana. Anda akan selalu bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar