Senin, 10 Agustus 2020

HAL-HAL INI HARUS ANDA HINDARI SAAT MENULIS

 


.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Hal-hal berikut ini, masuk kategori “larangan” saat menulis, karena berpotensi sangat besar untuk merusak konsentrasi menulis. Jika Anda langgar, bisa membuat Anda tidak pernah bisa menulis. Bagi yang sudah mahir dan lancar menulis, delapan larangan ini tidak berlaku.

Saran pertama, tetapkan waktu untuk menulis, misalnya setengah jam, atau satu jam, atau dua jam, atau berapapun waktu yang dimiliki untuk menulis. Batasan waktu ini penting, karena delapan larangan ini berlaku dalam kurun waktu tersebut.

Saya ambil contoh, Anda menetapkan waktu menulis adalah pukul 21.00 – 22.00 setelah anak-anak yang masih kecil sudah tidur. Maka dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya untuk menulis. Sekali lagi, dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya hanya untuk menulis.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, hindari delapan hal berikut ini.

  • Jangan mengedit saat menulis

“Matikan sensor edit Anda saat menulis”.

Salah satu gangguan saat menulis adalah, ingin mengedit tulisan yang sedang dibuat. Dampaknya, Anda tidak jadi menulis, karena menjadi asyik mengedit. Misalnya mengedit atau membenarkan kesalahan ejaan, kesalahan tanda baca, kesalahan pembuatan paragraf, dan lain sebagainya. Hal-hal teknis seperti ini menyebabkan waktu anda untuk menulis yang sangat terbatas itu menjadi habis.

Maka jangan campuradukkan antara aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Saat kurun waktu menulis tersebut, habiskan seluruh waktu untuk menulis. Jangan peduli adanya typo, kesalahan mengetik huruf, dan lain sebagainya.

  • Jangan menilai kualitas saat menulis

“Kualitas adalah proses, maka jangan berhenti berproses”.

Gangguan lainnya adalah menilai kualitas tulisan Anda sendiri saat sedang menulis. Baru proses menulis, Anda tergoda untuk menilai beberapa paragraf yang sudah Anda hasilkan, lalu Anda merasa tulisan tersebut jelek, atau tidak layak, atau memalukan, dan lain sebagainya. Karena anda menilai negatif hasil tulisan anda, dampaknya anda menjadi malas atau malu untuk melanjutkan.

Apalagi ketika penilaian anda itu dengan membandingkan hasil tulisan anda dengan tulisan para penulis yang sudah hebat dan terkenal. Tentu anda merasa sangat terbanting. Maka jangan menilai kualitas tulisan yang anda buat di saat anda tengah menulis. Terus saja menulis sampai batas waktu selesai.

  • Jangan mencari bahan saat menulis

“Tinggalkan bagian yang Anda kekurangan bahan”.

Godaan mencari bahan untuk menulis sering dijumpai pada penulis pemula. Karena merasa minim bahan, saat mulai menulis tergoda untuk melakukan searching atau googling dalam rangka untuk mendapatkan bahan yang diperlukan. Saat searching di dunia maya, anda bertemu banyak artikel menarik, banyak quotes menarik. Anda tergoda untuk membuka banyak link, mengcopy banyak artikel, dan menyimpan banyak quotes.

Waktu Anda akhirnya habis hanya untuk searching dan googling. Pada kurun waktu tersebut, anda tidak menghasilkan tulisan apapun, karena habis berselancar di dunia Google.

Ada pula yang mencari bahan atau inspirasi tulisan melalui buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan ditulis. Saat memasuki kurun waktu menulis, anda justru mengawali dengan membaca buku. Ternyata buku tersebut sangat menarik, akhirnya anda terlarut dengan membaca buku dan tidak ada karya tulis yang anda hasilkan pada kurun waktun tersebut.

Tentu saja membaca memiliki manfaat, namun anda melakukan membaca pada waktu yang tidak tepat. Bisa juga ketika anda membaca satu buku, anda tidak menemukan inspirasi yang anda cari. Lalu anda mencari bukun yang lain lagi, dan begitu seterusnya, sampai waktu anda habis tanpa ada tulisan yang anda hasilkan.

  • Jangan menunggu mood untuk menulis

“Ucapkan selamat tinggal kepada mood. Jangan lagi Anda undang”.

Di antara godaan menulis adalah merasa tidak memiliki mood untuk menulis. Anda sudah memasuki kurun waktu menulis, namun merasa tidak memiliki mood, sehingga anda bingung akan menulis apa. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda menulis karena memiliki suatu tujuan yang pasti.

Misalnya, tujuan untuk mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca buku. Karena sudah memiliki tujuan yang jelas, maka anda tidak perlu menunggu hadirnya mood. Anda menulis untuk tujuan yang sudah anda tetapkan, bukan untuk mood yang anda tunggu.

  • Jangan chatting atau update status saat menulis

“Maaf, ini waktu untuk menulis. Silakan tinggalkan pesan”.

Godaan saat menulis adalah chatting, membuka grup whatsapp, berkomentar di grup, membalas pesan-pesan yang masuk, menjawab pertanyaan, termasuk update status di facebook, instagram dan lain sebagainya. Anda sudah masuk kurun waktu menulis, namun anda asyik membaca pesan, mengirim postingan di grup, berkomentar, update status dan aktivitas lainnya menggunakan gadget.

Tidak terasa, saking asyiknya, waktu menulis anda sudah habis tanpa menghasilkan karya tulis. Bukan berarti tidak boleh chatting dan update status, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka hindarkan gadget dari meja tulis saat anda mulai memasuki kurun waktu menulis.

  • Jangan menonton TV saat menulis

“Nikmati hiburan, setelah Anda selesai menulis”.

Terkadang, di saat sedang menulis, anda merasa jenuh, lalu anda menghidupkan televisi. Saat menghidupkan TV, anda menemukan sebuah acara yang sangat menarik. Akhirnya anda tergoda untuk menonton acara tersebut dengan penuh antusias. Tidak terasa, waktu menulis habis dan anda belum memiliki karya tulis yang memadai. Waktu menulis anda habis untuk menonton TV.

Bukan berarti tidak boleh menonton acara di TV, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka jangan menulis di ruang TV, atau jangan menghidupkan TV saat waktu menulis.

  • Jangan mengobrol saat menulis

“Aku sangat ingin mengobrol denganmu, tapi setelah aku selesai menulis nanti”.

Godaan lain saat menulis adalah mengobrol. Pada saat anda masuk kurun waktu menulis, datang teman, atau suami / istri, lalu anda mengobrol dengan mereka. Awalnya mungkin hanya say hello, namun berlanjut kepada pembicaraan tertentu, dan akhirnya berlanjut kepada obrolan yang semakin seru.

Asyik sekali anda mengobrol, atau anda merasa tidak enak untuk memutus obrolan, sampai waktu menulis telah habis dan anda tidak menghasilkan karya tulis. Tentu bukan berarti anda tidak mengobrol, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat.

  • Jangan tergoda tema lain saat menulis

“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai”.

Godaan berikutnya adalah, anda tergoda untuk menuliskan tema lain saat tengah menulis suatu tema. Di tengah asyik menulis, tiba-tiba terlintas ide atau inspirasi untuk menuliskan suatu tema yang anda anggap lebih menarik atau lebih up to date. Akhirnya anda memutuskan berhenti menulis tema itu, dan memulai menyusun kerangka untuk membuat tulisan pada tema yang berbeda.

Dampaknya tulisan anda tidak pernah selesai, karena di tenga menulis suatu tema, selalu tergoda untuk berbelok atau menuliskan tema lainnya. Bukan berarti anda tidak boleh menulis tema lainnya, tapi anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka konsistenlah menulis satu tema yang tengah anda tekuni hingga selesai, baru menulis tema lainnya.

Demikianlah delapan larangan saat menulis, bagi para penulis pemula, atau bagi anda yang tengah belajar menulis. Fokuslah menulis pada kurun waktu menulis yang sudah anda tetapkan, jangan tergoda melakukan aktivitas lainnya yang anda anggap lebih menarik.

HAL-HAL INI HARUS ANDA HINDARI SAAT MENULIS

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Hal-hal berikut ini, masuk kategori “larangan” saat menulis, karena berpotensi sangat besar untuk merusak konsentrasi menulis. Jika Anda langgar, bisa membuat Anda tidak pernah bisa menulis. Bagi yang sudah mahir dan lancar menulis, delapan larangan ini tidak berlaku.

Saran pertama, tetapkan waktu untuk menulis, misalnya setengah jam, atau satu jam, atau dua jam, atau berapapun waktu yang dimiliki untuk menulis. Batasan waktu ini penting, karena delapan larangan ini berlaku dalam kurun waktu tersebut.

Saya ambil contoh, Anda menetapkan waktu menulis adalah pukul 21.00 – 22.00 setelah anak-anak yang masih kecil sudah tidur. Maka dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya untuk menulis. Sekali lagi, dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya hanya untuk menulis.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, hindari delapan hal berikut ini.

  • Jangan mengedit saat menulis

“Matikan sensor edit Anda saat menulis”.

Salah satu gangguan saat menulis adalah, ingin mengedit tulisan yang sedang dibuat. Dampaknya, Anda tidak jadi menulis, karena menjadi asyik mengedit. Misalnya mengedit atau membenarkan kesalahan ejaan, kesalahan tanda baca, kesalahan pembuatan paragraf, dan lain sebagainya. Hal-hal teknis seperti ini menyebabkan waktu anda untuk menulis yang sangat terbatas itu menjadi habis.

Maka jangan campuradukkan antara aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Saat kurun waktu menulis tersebut, habiskan seluruh waktu untuk menulis. Jangan peduli adanya typo, kesalahan mengetik huruf, dan lain sebagainya.

  • Jangan menilai kualitas saat menulis

“Kualitas adalah proses, maka jangan berhenti berproses”.

Gangguan lainnya adalah menilai kualitas tulisan Anda sendiri saat sedang menulis. Baru proses menulis, Anda tergoda untuk menilai beberapa paragraf yang sudah Anda hasilkan, lalu Anda merasa tulisan tersebut jelek, atau tidak layak, atau memalukan, dan lain sebagainya. Karena anda menilai negatif hasil tulisan anda, dampaknya anda menjadi malas atau malu untuk melanjutkan.

Apalagi ketika penilaian anda itu dengan membandingkan hasil tulisan anda dengan tulisan para penulis yang sudah hebat dan terkenal. Tentu anda merasa sangat terbanting. Maka jangan menilai kualitas tulisan yang anda buat di saat anda tengah menulis. Terus saja menulis sampai batas waktu selesai.

  • Jangan mencari bahan saat menulis

“Tinggalkan bagian yang Anda kekurangan bahan”.

Godaan mencari bahan untuk menulis sering dijumpai pada penulis pemula. Karena merasa minim bahan, saat mulai menulis tergoda untuk melakukan searching atau googling dalam rangka untuk mendapatkan bahan yang diperlukan. Saat searching di dunia maya, anda bertemu banyak artikel menarik, banyak quotes menarik. Anda tergoda untuk membuka banyak link, mengcopy banyak artikel, dan menyimpan banyak quotes.

Waktu Anda akhirnya habis hanya untuk searching dan googling. Pada kurun waktu tersebut, anda tidak menghasilkan tulisan apapun, karena habis berselancar di dunia Google.

Ada pula yang mencari bahan atau inspirasi tulisan melalui buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan ditulis. Saat memasuki kurun waktu menulis, anda justru mengawali dengan membaca buku. Ternyata buku tersebut sangat menarik, akhirnya anda terlarut dengan membaca buku dan tidak ada karya tulis yang anda hasilkan pada kurun waktun tersebut.

Tentu saja membaca memiliki manfaat, namun anda melakukan membaca pada waktu yang tidak tepat. Bisa juga ketika anda membaca satu buku, anda tidak menemukan inspirasi yang anda cari. Lalu anda mencari bukun yang lain lagi, dan begitu seterusnya, sampai waktu anda habis tanpa ada tulisan yang anda hasilkan.

  • Jangan menunggu mood untuk menulis

“Ucapkan selamat tinggal kepada mood. Jangan lagi Anda undang”.

Di antara godaan menulis adalah merasa tidak memiliki mood untuk menulis. Anda sudah memasuki kurun waktu menulis, namun merasa tidak memiliki mood, sehingga anda bingung akan menulis apa. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda menulis karena memiliki suatu tujuan yang pasti.

Misalnya, tujuan untuk mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca buku. Karena sudah memiliki tujuan yang jelas, maka anda tidak perlu menunggu hadirnya mood. Anda menulis untuk tujuan yang sudah anda tetapkan, bukan untuk mood yang anda tunggu.

  • Jangan chatting atau update status saat menulis

“Maaf, ini waktu untuk menulis. Silakan tinggalkan pesan”.

Godaan saat menulis adalah chatting, membuka grup whatsapp, berkomentar di grup, membalas pesan-pesan yang masuk, menjawab pertanyaan, termasuk update status di facebook, instagram dan lain sebagainya. Anda sudah masuk kurun waktu menulis, namun anda asyik membaca pesan, mengirim postingan di grup, berkomentar, update status dan aktivitas lainnya menggunakan gadget.

Tidak terasa, saking asyiknya, waktu menulis anda sudah habis tanpa menghasilkan karya tulis. Bukan berarti tidak boleh chatting dan update status, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka hindarkan gadget dari meja tulis saat anda mulai memasuki kurun waktu menulis.

  • Jangan menonton TV saat menulis

“Nikmati hiburan, setelah Anda selesai menulis”.

Terkadang, di saat sedang menulis, anda merasa jenuh, lalu anda menghidupkan televisi. Saat menghidupkan TV, anda menemukan sebuah acara yang sangat menarik. Akhirnya anda tergoda untuk menonton acara tersebut dengan penuh antusias. Tidak terasa, waktu menulis habis dan anda belum memiliki karya tulis yang memadai. Waktu menulis anda habis untuk menonton TV.

Bukan berarti tidak boleh menonton acara di TV, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka jangan menulis di ruang TV, atau jangan menghidupkan TV saat waktu menulis.

  • Jangan mengobrol saat menulis

“Aku sangat ingin mengobrol denganmu, tapi setelah aku selesai menulis nanti”.

Godaan lain saat menulis adalah mengobrol. Pada saat anda masuk kurun waktu menulis, datang teman, atau suami / istri, lalu anda mengobrol dengan mereka. Awalnya mungkin hanya say hello, namun berlanjut kepada pembicaraan tertentu, dan akhirnya berlanjut kepada obrolan yang semakin seru.

Asyik sekali anda mengobrol, atau anda merasa tidak enak untuk memutus obrolan, sampai waktu menulis telah habis dan anda tidak menghasilkan karya tulis. Tentu bukan berarti anda tidak mengobrol, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat.

  • Jangan tergoda tema lain saat menulis

“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai”.

Godaan berikutnya adalah, anda tergoda untuk menuliskan tema lain saat tengah menulis suatu tema. Di tengah asyik menulis, tiba-tiba terlintas ide atau inspirasi untuk menuliskan suatu tema yang anda anggap lebih menarik atau lebih up to date. Akhirnya anda memutuskan berhenti menulis tema itu, dan memulai menyusun kerangka untuk membuat tulisan pada tema yang berbeda.

Dampaknya tulisan anda tidak pernah selesai, karena di tenga menulis suatu tema, selalu tergoda untuk berbelok atau menuliskan tema lainnya. Bukan berarti anda tidak boleh menulis tema lainnya, tapi anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka konsistenlah menulis satu tema yang tengah anda tekuni hingga selesai, baru menulis tema lainnya.

Demikianlah delapan larangan saat menulis, bagi para penulis pemula, atau bagi anda yang tengah belajar menulis. Fokuslah menulis pada kurun waktu menulis yang sudah anda tetapkan, jangan tergoda melakukan aktivitas lainnya yang anda anggap lebih menarik.

HAL-HAL INI HARUS ANDA HINDARI SAAT MENULIS

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Hal-hal berikut ini, masuk kategori “larangan” saat menulis, karena berpotensi sangat besar untuk merusak konsentrasi menulis. Jika Anda langgar, bisa membuat Anda tidak pernah bisa menulis. Bagi yang sudah mahir dan lancar menulis, delapan larangan ini tidak berlaku.

Saran pertama, tetapkan waktu untuk menulis, misalnya setengah jam, atau satu jam, atau dua jam, atau berapapun waktu yang dimiliki untuk menulis. Batasan waktu ini penting, karena delapan larangan ini berlaku dalam kurun waktu tersebut.

Saya ambil contoh, Anda menetapkan waktu menulis adalah pukul 21.00 – 22.00 setelah anak-anak yang masih kecil sudah tidur. Maka dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya untuk menulis. Sekali lagi, dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya hanya untuk menulis.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, hindari delapan hal berikut ini.

  • Jangan mengedit saat menulis

“Matikan sensor edit Anda saat menulis”.

Salah satu gangguan saat menulis adalah, ingin mengedit tulisan yang sedang dibuat. Dampaknya, Anda tidak jadi menulis, karena menjadi asyik mengedit. Misalnya mengedit atau membenarkan kesalahan ejaan, kesalahan tanda baca, kesalahan pembuatan paragraf, dan lain sebagainya. Hal-hal teknis seperti ini menyebabkan waktu anda untuk menulis yang sangat terbatas itu menjadi habis.

Maka jangan campuradukkan antara aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Saat kurun waktu menulis tersebut, habiskan seluruh waktu untuk menulis. Jangan peduli adanya typo, kesalahan mengetik huruf, dan lain sebagainya.

  • Jangan menilai kualitas saat menulis

“Kualitas adalah proses, maka jangan berhenti berproses”.

Gangguan lainnya adalah menilai kualitas tulisan Anda sendiri saat sedang menulis. Baru proses menulis, Anda tergoda untuk menilai beberapa paragraf yang sudah Anda hasilkan, lalu Anda merasa tulisan tersebut jelek, atau tidak layak, atau memalukan, dan lain sebagainya. Karena anda menilai negatif hasil tulisan anda, dampaknya anda menjadi malas atau malu untuk melanjutkan.

Apalagi ketika penilaian anda itu dengan membandingkan hasil tulisan anda dengan tulisan para penulis yang sudah hebat dan terkenal. Tentu anda merasa sangat terbanting. Maka jangan menilai kualitas tulisan yang anda buat di saat anda tengah menulis. Terus saja menulis sampai batas waktu selesai.

  • Jangan mencari bahan saat menulis

“Tinggalkan bagian yang Anda kekurangan bahan”.

Godaan mencari bahan untuk menulis sering dijumpai pada penulis pemula. Karena merasa minim bahan, saat mulai menulis tergoda untuk melakukan searching atau googling dalam rangka untuk mendapatkan bahan yang diperlukan. Saat searching di dunia maya, anda bertemu banyak artikel menarik, banyak quotes menarik. Anda tergoda untuk membuka banyak link, mengcopy banyak artikel, dan menyimpan banyak quotes.

Waktu Anda akhirnya habis hanya untuk searching dan googling. Pada kurun waktu tersebut, anda tidak menghasilkan tulisan apapun, karena habis berselancar di dunia Google.

Ada pula yang mencari bahan atau inspirasi tulisan melalui buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan ditulis. Saat memasuki kurun waktu menulis, anda justru mengawali dengan membaca buku. Ternyata buku tersebut sangat menarik, akhirnya anda terlarut dengan membaca buku dan tidak ada karya tulis yang anda hasilkan pada kurun waktun tersebut.

Tentu saja membaca memiliki manfaat, namun anda melakukan membaca pada waktu yang tidak tepat. Bisa juga ketika anda membaca satu buku, anda tidak menemukan inspirasi yang anda cari. Lalu anda mencari bukun yang lain lagi, dan begitu seterusnya, sampai waktu anda habis tanpa ada tulisan yang anda hasilkan.

  • Jangan menunggu mood untuk menulis

“Ucapkan selamat tinggal kepada mood. Jangan lagi Anda undang”.

Di antara godaan menulis adalah merasa tidak memiliki mood untuk menulis. Anda sudah memasuki kurun waktu menulis, namun merasa tidak memiliki mood, sehingga anda bingung akan menulis apa. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda menulis karena memiliki suatu tujuan yang pasti.

Misalnya, tujuan untuk mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca buku. Karena sudah memiliki tujuan yang jelas, maka anda tidak perlu menunggu hadirnya mood. Anda menulis untuk tujuan yang sudah anda tetapkan, bukan untuk mood yang anda tunggu.

  • Jangan chatting atau update status saat menulis

“Maaf, ini waktu untuk menulis. Silakan tinggalkan pesan”.

Godaan saat menulis adalah chatting, membuka grup whatsapp, berkomentar di grup, membalas pesan-pesan yang masuk, menjawab pertanyaan, termasuk update status di facebook, instagram dan lain sebagainya. Anda sudah masuk kurun waktu menulis, namun anda asyik membaca pesan, mengirim postingan di grup, berkomentar, update status dan aktivitas lainnya menggunakan gadget.

Tidak terasa, saking asyiknya, waktu menulis anda sudah habis tanpa menghasilkan karya tulis. Bukan berarti tidak boleh chatting dan update status, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka hindarkan gadget dari meja tulis saat anda mulai memasuki kurun waktu menulis.

  • Jangan menonton TV saat menulis

“Nikmati hiburan, setelah Anda selesai menulis”.

Terkadang, di saat sedang menulis, anda merasa jenuh, lalu anda menghidupkan televisi. Saat menghidupkan TV, anda menemukan sebuah acara yang sangat menarik. Akhirnya anda tergoda untuk menonton acara tersebut dengan penuh antusias. Tidak terasa, waktu menulis habis dan anda belum memiliki karya tulis yang memadai. Waktu menulis anda habis untuk menonton TV.

Bukan berarti tidak boleh menonton acara di TV, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka jangan menulis di ruang TV, atau jangan menghidupkan TV saat waktu menulis.

  • Jangan mengobrol saat menulis

“Aku sangat ingin mengobrol denganmu, tapi setelah aku selesai menulis nanti”.

Godaan lain saat menulis adalah mengobrol. Pada saat anda masuk kurun waktu menulis, datang teman, atau suami / istri, lalu anda mengobrol dengan mereka. Awalnya mungkin hanya say hello, namun berlanjut kepada pembicaraan tertentu, dan akhirnya berlanjut kepada obrolan yang semakin seru.

Asyik sekali anda mengobrol, atau anda merasa tidak enak untuk memutus obrolan, sampai waktu menulis telah habis dan anda tidak menghasilkan karya tulis. Tentu bukan berarti anda tidak mengobrol, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat.

  • Jangan tergoda tema lain saat menulis

“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai”.

Godaan berikutnya adalah, anda tergoda untuk menuliskan tema lain saat tengah menulis suatu tema. Di tengah asyik menulis, tiba-tiba terlintas ide atau inspirasi untuk menuliskan suatu tema yang anda anggap lebih menarik atau lebih up to date. Akhirnya anda memutuskan berhenti menulis tema itu, dan memulai menyusun kerangka untuk membuat tulisan pada tema yang berbeda.

Dampaknya tulisan anda tidak pernah selesai, karena di tenga menulis suatu tema, selalu tergoda untuk berbelok atau menuliskan tema lainnya. Bukan berarti anda tidak boleh menulis tema lainnya, tapi anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka konsistenlah menulis satu tema yang tengah anda tekuni hingga selesai, baru menulis tema lainnya.

Demikianlah delapan larangan saat menulis, bagi para penulis pemula, atau bagi anda yang tengah belajar menulis. Fokuslah menulis pada kurun waktu menulis yang sudah anda tetapkan, jangan tergoda melakukan aktivitas lainnya yang anda anggap lebih menarik.

HAL-HAL INI HARUS ANDA HINDARI SAAT MENULIS

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Hal-hal berikut ini, masuk kategori “larangan” saat menulis, karena berpotensi sangat besar untuk merusak konsentrasi menulis. Jika Anda langgar, bisa membuat Anda tidak pernah bisa menulis. Bagi yang sudah mahir dan lancar menulis, delapan larangan ini tidak berlaku.

Saran pertama, tetapkan waktu untuk menulis, misalnya setengah jam, atau satu jam, atau dua jam, atau berapapun waktu yang dimiliki untuk menulis. Batasan waktu ini penting, karena delapan larangan ini berlaku dalam kurun waktu tersebut.

Saya ambil contoh, Anda menetapkan waktu menulis adalah pukul 21.00 – 22.00 setelah anak-anak yang masih kecil sudah tidur. Maka dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya untuk menulis. Sekali lagi, dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya hanya untuk menulis.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, hindari delapan hal berikut ini.

  • Jangan mengedit saat menulis

“Matikan sensor edit Anda saat menulis”.

Salah satu gangguan saat menulis adalah, ingin mengedit tulisan yang sedang dibuat. Dampaknya, Anda tidak jadi menulis, karena menjadi asyik mengedit. Misalnya mengedit atau membenarkan kesalahan ejaan, kesalahan tanda baca, kesalahan pembuatan paragraf, dan lain sebagainya. Hal-hal teknis seperti ini menyebabkan waktu anda untuk menulis yang sangat terbatas itu menjadi habis.

Maka jangan campuradukkan antara aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Saat kurun waktu menulis tersebut, habiskan seluruh waktu untuk menulis. Jangan peduli adanya typo, kesalahan mengetik huruf, dan lain sebagainya.

  • Jangan menilai kualitas saat menulis

“Kualitas adalah proses, maka jangan berhenti berproses”.

Gangguan lainnya adalah menilai kualitas tulisan Anda sendiri saat sedang menulis. Baru proses menulis, Anda tergoda untuk menilai beberapa paragraf yang sudah Anda hasilkan, lalu Anda merasa tulisan tersebut jelek, atau tidak layak, atau memalukan, dan lain sebagainya. Karena anda menilai negatif hasil tulisan anda, dampaknya anda menjadi malas atau malu untuk melanjutkan.

Apalagi ketika penilaian anda itu dengan membandingkan hasil tulisan anda dengan tulisan para penulis yang sudah hebat dan terkenal. Tentu anda merasa sangat terbanting. Maka jangan menilai kualitas tulisan yang anda buat di saat anda tengah menulis. Terus saja menulis sampai batas waktu selesai.

  • Jangan mencari bahan saat menulis

“Tinggalkan bagian yang Anda kekurangan bahan”.

Godaan mencari bahan untuk menulis sering dijumpai pada penulis pemula. Karena merasa minim bahan, saat mulai menulis tergoda untuk melakukan searching atau googling dalam rangka untuk mendapatkan bahan yang diperlukan. Saat searching di dunia maya, anda bertemu banyak artikel menarik, banyak quotes menarik. Anda tergoda untuk membuka banyak link, mengcopy banyak artikel, dan menyimpan banyak quotes.

Waktu Anda akhirnya habis hanya untuk searching dan googling. Pada kurun waktu tersebut, anda tidak menghasilkan tulisan apapun, karena habis berselancar di dunia Google.

Ada pula yang mencari bahan atau inspirasi tulisan melalui buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan ditulis. Saat memasuki kurun waktu menulis, anda justru mengawali dengan membaca buku. Ternyata buku tersebut sangat menarik, akhirnya anda terlarut dengan membaca buku dan tidak ada karya tulis yang anda hasilkan pada kurun waktun tersebut.

Tentu saja membaca memiliki manfaat, namun anda melakukan membaca pada waktu yang tidak tepat. Bisa juga ketika anda membaca satu buku, anda tidak menemukan inspirasi yang anda cari. Lalu anda mencari bukun yang lain lagi, dan begitu seterusnya, sampai waktu anda habis tanpa ada tulisan yang anda hasilkan.

  • Jangan menunggu mood untuk menulis

“Ucapkan selamat tinggal kepada mood. Jangan lagi Anda undang”.

Di antara godaan menulis adalah merasa tidak memiliki mood untuk menulis. Anda sudah memasuki kurun waktu menulis, namun merasa tidak memiliki mood, sehingga anda bingung akan menulis apa. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda menulis karena memiliki suatu tujuan yang pasti.

Misalnya, tujuan untuk mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca buku. Karena sudah memiliki tujuan yang jelas, maka anda tidak perlu menunggu hadirnya mood. Anda menulis untuk tujuan yang sudah anda tetapkan, bukan untuk mood yang anda tunggu.

  • Jangan chatting atau update status saat menulis

“Maaf, ini waktu untuk menulis. Silakan tinggalkan pesan”.

Godaan saat menulis adalah chatting, membuka grup whatsapp, berkomentar di grup, membalas pesan-pesan yang masuk, menjawab pertanyaan, termasuk update status di facebook, instagram dan lain sebagainya. Anda sudah masuk kurun waktu menulis, namun anda asyik membaca pesan, mengirim postingan di grup, berkomentar, update status dan aktivitas lainnya menggunakan gadget.

Tidak terasa, saking asyiknya, waktu menulis anda sudah habis tanpa menghasilkan karya tulis. Bukan berarti tidak boleh chatting dan update status, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka hindarkan gadget dari meja tulis saat anda mulai memasuki kurun waktu menulis.

  • Jangan menonton TV saat menulis

“Nikmati hiburan, setelah Anda selesai menulis”.

Terkadang, di saat sedang menulis, anda merasa jenuh, lalu anda menghidupkan televisi. Saat menghidupkan TV, anda menemukan sebuah acara yang sangat menarik. Akhirnya anda tergoda untuk menonton acara tersebut dengan penuh antusias. Tidak terasa, waktu menulis habis dan anda belum memiliki karya tulis yang memadai. Waktu menulis anda habis untuk menonton TV.

Bukan berarti tidak boleh menonton acara di TV, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka jangan menulis di ruang TV, atau jangan menghidupkan TV saat waktu menulis.

  • Jangan mengobrol saat menulis

“Aku sangat ingin mengobrol denganmu, tapi setelah aku selesai menulis nanti”.

Godaan lain saat menulis adalah mengobrol. Pada saat anda masuk kurun waktu menulis, datang teman, atau suami / istri, lalu anda mengobrol dengan mereka. Awalnya mungkin hanya say hello, namun berlanjut kepada pembicaraan tertentu, dan akhirnya berlanjut kepada obrolan yang semakin seru.

Asyik sekali anda mengobrol, atau anda merasa tidak enak untuk memutus obrolan, sampai waktu menulis telah habis dan anda tidak menghasilkan karya tulis. Tentu bukan berarti anda tidak mengobrol, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat.

  • Jangan tergoda tema lain saat menulis

“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai”.

Godaan berikutnya adalah, anda tergoda untuk menuliskan tema lain saat tengah menulis suatu tema. Di tengah asyik menulis, tiba-tiba terlintas ide atau inspirasi untuk menuliskan suatu tema yang anda anggap lebih menarik atau lebih up to date. Akhirnya anda memutuskan berhenti menulis tema itu, dan memulai menyusun kerangka untuk membuat tulisan pada tema yang berbeda.

Dampaknya tulisan anda tidak pernah selesai, karena di tenga menulis suatu tema, selalu tergoda untuk berbelok atau menuliskan tema lainnya. Bukan berarti anda tidak boleh menulis tema lainnya, tapi anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka konsistenlah menulis satu tema yang tengah anda tekuni hingga selesai, baru menulis tema lainnya.

Demikianlah delapan larangan saat menulis, bagi para penulis pemula, atau bagi anda yang tengah belajar menulis. Fokuslah menulis pada kurun waktu menulis yang sudah anda tetapkan, jangan tergoda melakukan aktivitas lainnya yang anda anggap lebih menarik.

HAL-HAL INI HARUS ANDA HINDARI SAAT MENULIS

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Hal-hal berikut ini, masuk kategori “larangan” saat menulis, karena berpotensi sangat besar untuk merusak konsentrasi menulis. Jika Anda langgar, bisa membuat Anda tidak pernah bisa menulis. Bagi yang sudah mahir dan lancar menulis, delapan larangan ini tidak berlaku.

Saran pertama, tetapkan waktu untuk menulis, misalnya setengah jam, atau satu jam, atau dua jam, atau berapapun waktu yang dimiliki untuk menulis. Batasan waktu ini penting, karena delapan larangan ini berlaku dalam kurun waktu tersebut.

Saya ambil contoh, Anda menetapkan waktu menulis adalah pukul 21.00 – 22.00 setelah anak-anak yang masih kecil sudah tidur. Maka dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya untuk menulis. Sekali lagi, dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya hanya untuk menulis.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, hindari delapan hal berikut ini.

  • Jangan mengedit saat menulis

“Matikan sensor edit Anda saat menulis”.

Salah satu gangguan saat menulis adalah, ingin mengedit tulisan yang sedang dibuat. Dampaknya, Anda tidak jadi menulis, karena menjadi asyik mengedit. Misalnya mengedit atau membenarkan kesalahan ejaan, kesalahan tanda baca, kesalahan pembuatan paragraf, dan lain sebagainya. Hal-hal teknis seperti ini menyebabkan waktu anda untuk menulis yang sangat terbatas itu menjadi habis.

Maka jangan campuradukkan antara aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Saat kurun waktu menulis tersebut, habiskan seluruh waktu untuk menulis. Jangan peduli adanya typo, kesalahan mengetik huruf, dan lain sebagainya.

  • Jangan menilai kualitas saat menulis

“Kualitas adalah proses, maka jangan berhenti berproses”.

Gangguan lainnya adalah menilai kualitas tulisan Anda sendiri saat sedang menulis. Baru proses menulis, Anda tergoda untuk menilai beberapa paragraf yang sudah Anda hasilkan, lalu Anda merasa tulisan tersebut jelek, atau tidak layak, atau memalukan, dan lain sebagainya. Karena anda menilai negatif hasil tulisan anda, dampaknya anda menjadi malas atau malu untuk melanjutkan.

Apalagi ketika penilaian anda itu dengan membandingkan hasil tulisan anda dengan tulisan para penulis yang sudah hebat dan terkenal. Tentu anda merasa sangat terbanting. Maka jangan menilai kualitas tulisan yang anda buat di saat anda tengah menulis. Terus saja menulis sampai batas waktu selesai.

  • Jangan mencari bahan saat menulis

“Tinggalkan bagian yang Anda kekurangan bahan”.

Godaan mencari bahan untuk menulis sering dijumpai pada penulis pemula. Karena merasa minim bahan, saat mulai menulis tergoda untuk melakukan searching atau googling dalam rangka untuk mendapatkan bahan yang diperlukan. Saat searching di dunia maya, anda bertemu banyak artikel menarik, banyak quotes menarik. Anda tergoda untuk membuka banyak link, mengcopy banyak artikel, dan menyimpan banyak quotes.

Waktu Anda akhirnya habis hanya untuk searching dan googling. Pada kurun waktu tersebut, anda tidak menghasilkan tulisan apapun, karena habis berselancar di dunia Google.

Ada pula yang mencari bahan atau inspirasi tulisan melalui buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan ditulis. Saat memasuki kurun waktu menulis, anda justru mengawali dengan membaca buku. Ternyata buku tersebut sangat menarik, akhirnya anda terlarut dengan membaca buku dan tidak ada karya tulis yang anda hasilkan pada kurun waktun tersebut.

Tentu saja membaca memiliki manfaat, namun anda melakukan membaca pada waktu yang tidak tepat. Bisa juga ketika anda membaca satu buku, anda tidak menemukan inspirasi yang anda cari. Lalu anda mencari bukun yang lain lagi, dan begitu seterusnya, sampai waktu anda habis tanpa ada tulisan yang anda hasilkan.

  • Jangan menunggu mood untuk menulis

“Ucapkan selamat tinggal kepada mood. Jangan lagi Anda undang”.

Di antara godaan menulis adalah merasa tidak memiliki mood untuk menulis. Anda sudah memasuki kurun waktu menulis, namun merasa tidak memiliki mood, sehingga anda bingung akan menulis apa. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda menulis karena memiliki suatu tujuan yang pasti.

Misalnya, tujuan untuk mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca buku. Karena sudah memiliki tujuan yang jelas, maka anda tidak perlu menunggu hadirnya mood. Anda menulis untuk tujuan yang sudah anda tetapkan, bukan untuk mood yang anda tunggu.

  • Jangan chatting atau update status saat menulis

“Maaf, ini waktu untuk menulis. Silakan tinggalkan pesan”.

Godaan saat menulis adalah chatting, membuka grup whatsapp, berkomentar di grup, membalas pesan-pesan yang masuk, menjawab pertanyaan, termasuk update status di facebook, instagram dan lain sebagainya. Anda sudah masuk kurun waktu menulis, namun anda asyik membaca pesan, mengirim postingan di grup, berkomentar, update status dan aktivitas lainnya menggunakan gadget.

Tidak terasa, saking asyiknya, waktu menulis anda sudah habis tanpa menghasilkan karya tulis. Bukan berarti tidak boleh chatting dan update status, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka hindarkan gadget dari meja tulis saat anda mulai memasuki kurun waktu menulis.

  • Jangan menonton TV saat menulis

“Nikmati hiburan, setelah Anda selesai menulis”.

Terkadang, di saat sedang menulis, anda merasa jenuh, lalu anda menghidupkan televisi. Saat menghidupkan TV, anda menemukan sebuah acara yang sangat menarik. Akhirnya anda tergoda untuk menonton acara tersebut dengan penuh antusias. Tidak terasa, waktu menulis habis dan anda belum memiliki karya tulis yang memadai. Waktu menulis anda habis untuk menonton TV.

Bukan berarti tidak boleh menonton acara di TV, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka jangan menulis di ruang TV, atau jangan menghidupkan TV saat waktu menulis.

  • Jangan mengobrol saat menulis

“Aku sangat ingin mengobrol denganmu, tapi setelah aku selesai menulis nanti”.

Godaan lain saat menulis adalah mengobrol. Pada saat anda masuk kurun waktu menulis, datang teman, atau suami / istri, lalu anda mengobrol dengan mereka. Awalnya mungkin hanya say hello, namun berlanjut kepada pembicaraan tertentu, dan akhirnya berlanjut kepada obrolan yang semakin seru.

Asyik sekali anda mengobrol, atau anda merasa tidak enak untuk memutus obrolan, sampai waktu menulis telah habis dan anda tidak menghasilkan karya tulis. Tentu bukan berarti anda tidak mengobrol, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat.

  • Jangan tergoda tema lain saat menulis

“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai”.

Godaan berikutnya adalah, anda tergoda untuk menuliskan tema lain saat tengah menulis suatu tema. Di tengah asyik menulis, tiba-tiba terlintas ide atau inspirasi untuk menuliskan suatu tema yang anda anggap lebih menarik atau lebih up to date. Akhirnya anda memutuskan berhenti menulis tema itu, dan memulai menyusun kerangka untuk membuat tulisan pada tema yang berbeda.

Dampaknya tulisan anda tidak pernah selesai, karena di tenga menulis suatu tema, selalu tergoda untuk berbelok atau menuliskan tema lainnya. Bukan berarti anda tidak boleh menulis tema lainnya, tapi anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka konsistenlah menulis satu tema yang tengah anda tekuni hingga selesai, baru menulis tema lainnya.

Demikianlah delapan larangan saat menulis, bagi para penulis pemula, atau bagi anda yang tengah belajar menulis. Fokuslah menulis pada kurun waktu menulis yang sudah anda tetapkan, jangan tergoda melakukan aktivitas lainnya yang anda anggap lebih menarik.

HAL-HAL INI HARUS ANDA HINDARI SAAT MENULIS

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Hal-hal berikut ini, masuk kategori “larangan” saat menulis, karena berpotensi sangat besar untuk merusak konsentrasi menulis. Jika Anda langgar, bisa membuat Anda tidak pernah bisa menulis. Bagi yang sudah mahir dan lancar menulis, delapan larangan ini tidak berlaku.

Saran pertama, tetapkan waktu untuk menulis, misalnya setengah jam, atau satu jam, atau dua jam, atau berapapun waktu yang dimiliki untuk menulis. Batasan waktu ini penting, karena delapan larangan ini berlaku dalam kurun waktu tersebut.

Saya ambil contoh, Anda menetapkan waktu menulis adalah pukul 21.00 – 22.00 setelah anak-anak yang masih kecil sudah tidur. Maka dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya untuk menulis. Sekali lagi, dalam kurun waktu satu jam tersebut, harus Anda gunakan sepenuhnya hanya untuk menulis.

Nah, dalam kurun waktu tersebut, hindari delapan hal berikut ini.

  • Jangan mengedit saat menulis

“Matikan sensor edit Anda saat menulis”.

Salah satu gangguan saat menulis adalah, ingin mengedit tulisan yang sedang dibuat. Dampaknya, Anda tidak jadi menulis, karena menjadi asyik mengedit. Misalnya mengedit atau membenarkan kesalahan ejaan, kesalahan tanda baca, kesalahan pembuatan paragraf, dan lain sebagainya. Hal-hal teknis seperti ini menyebabkan waktu anda untuk menulis yang sangat terbatas itu menjadi habis.

Maka jangan campuradukkan antara aktivitas menulis dengan aktivitas mengedit. Saat kurun waktu menulis tersebut, habiskan seluruh waktu untuk menulis. Jangan peduli adanya typo, kesalahan mengetik huruf, dan lain sebagainya.

  • Jangan menilai kualitas saat menulis

“Kualitas adalah proses, maka jangan berhenti berproses”.

Gangguan lainnya adalah menilai kualitas tulisan Anda sendiri saat sedang menulis. Baru proses menulis, Anda tergoda untuk menilai beberapa paragraf yang sudah Anda hasilkan, lalu Anda merasa tulisan tersebut jelek, atau tidak layak, atau memalukan, dan lain sebagainya. Karena anda menilai negatif hasil tulisan anda, dampaknya anda menjadi malas atau malu untuk melanjutkan.

Apalagi ketika penilaian anda itu dengan membandingkan hasil tulisan anda dengan tulisan para penulis yang sudah hebat dan terkenal. Tentu anda merasa sangat terbanting. Maka jangan menilai kualitas tulisan yang anda buat di saat anda tengah menulis. Terus saja menulis sampai batas waktu selesai.

  • Jangan mencari bahan saat menulis

“Tinggalkan bagian yang Anda kekurangan bahan”.

Godaan mencari bahan untuk menulis sering dijumpai pada penulis pemula. Karena merasa minim bahan, saat mulai menulis tergoda untuk melakukan searching atau googling dalam rangka untuk mendapatkan bahan yang diperlukan. Saat searching di dunia maya, anda bertemu banyak artikel menarik, banyak quotes menarik. Anda tergoda untuk membuka banyak link, mengcopy banyak artikel, dan menyimpan banyak quotes.

Waktu Anda akhirnya habis hanya untuk searching dan googling. Pada kurun waktu tersebut, anda tidak menghasilkan tulisan apapun, karena habis berselancar di dunia Google.

Ada pula yang mencari bahan atau inspirasi tulisan melalui buku-buku yang sesuai dengan tema yang akan ditulis. Saat memasuki kurun waktu menulis, anda justru mengawali dengan membaca buku. Ternyata buku tersebut sangat menarik, akhirnya anda terlarut dengan membaca buku dan tidak ada karya tulis yang anda hasilkan pada kurun waktun tersebut.

Tentu saja membaca memiliki manfaat, namun anda melakukan membaca pada waktu yang tidak tepat. Bisa juga ketika anda membaca satu buku, anda tidak menemukan inspirasi yang anda cari. Lalu anda mencari bukun yang lain lagi, dan begitu seterusnya, sampai waktu anda habis tanpa ada tulisan yang anda hasilkan.

  • Jangan menunggu mood untuk menulis

“Ucapkan selamat tinggal kepada mood. Jangan lagi Anda undang”.

Di antara godaan menulis adalah merasa tidak memiliki mood untuk menulis. Anda sudah memasuki kurun waktu menulis, namun merasa tidak memiliki mood, sehingga anda bingung akan menulis apa. Anda harus selalu mengingat, bahwa anda menulis karena memiliki suatu tujuan yang pasti.

Misalnya, tujuan untuk mengedukasi atau memberi informasi kepada masyarakat tentang pentingnya membaca buku. Karena sudah memiliki tujuan yang jelas, maka anda tidak perlu menunggu hadirnya mood. Anda menulis untuk tujuan yang sudah anda tetapkan, bukan untuk mood yang anda tunggu.

  • Jangan chatting atau update status saat menulis

“Maaf, ini waktu untuk menulis. Silakan tinggalkan pesan”.

Godaan saat menulis adalah chatting, membuka grup whatsapp, berkomentar di grup, membalas pesan-pesan yang masuk, menjawab pertanyaan, termasuk update status di facebook, instagram dan lain sebagainya. Anda sudah masuk kurun waktu menulis, namun anda asyik membaca pesan, mengirim postingan di grup, berkomentar, update status dan aktivitas lainnya menggunakan gadget.

Tidak terasa, saking asyiknya, waktu menulis anda sudah habis tanpa menghasilkan karya tulis. Bukan berarti tidak boleh chatting dan update status, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka hindarkan gadget dari meja tulis saat anda mulai memasuki kurun waktu menulis.

  • Jangan menonton TV saat menulis

“Nikmati hiburan, setelah Anda selesai menulis”.

Terkadang, di saat sedang menulis, anda merasa jenuh, lalu anda menghidupkan televisi. Saat menghidupkan TV, anda menemukan sebuah acara yang sangat menarik. Akhirnya anda tergoda untuk menonton acara tersebut dengan penuh antusias. Tidak terasa, waktu menulis habis dan anda belum memiliki karya tulis yang memadai. Waktu menulis anda habis untuk menonton TV.

Bukan berarti tidak boleh menonton acara di TV, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka jangan menulis di ruang TV, atau jangan menghidupkan TV saat waktu menulis.

  • Jangan mengobrol saat menulis

“Aku sangat ingin mengobrol denganmu, tapi setelah aku selesai menulis nanti”.

Godaan lain saat menulis adalah mengobrol. Pada saat anda masuk kurun waktu menulis, datang teman, atau suami / istri, lalu anda mengobrol dengan mereka. Awalnya mungkin hanya say hello, namun berlanjut kepada pembicaraan tertentu, dan akhirnya berlanjut kepada obrolan yang semakin seru.

Asyik sekali anda mengobrol, atau anda merasa tidak enak untuk memutus obrolan, sampai waktu menulis telah habis dan anda tidak menghasilkan karya tulis. Tentu bukan berarti anda tidak mengobrol, namun anda melakukan pada waktu yang tidak tepat.

  • Jangan tergoda tema lain saat menulis

“Selesaikan apa yang sudah Anda mulai”.

Godaan berikutnya adalah, anda tergoda untuk menuliskan tema lain saat tengah menulis suatu tema. Di tengah asyik menulis, tiba-tiba terlintas ide atau inspirasi untuk menuliskan suatu tema yang anda anggap lebih menarik atau lebih up to date. Akhirnya anda memutuskan berhenti menulis tema itu, dan memulai menyusun kerangka untuk membuat tulisan pada tema yang berbeda.

Dampaknya tulisan anda tidak pernah selesai, karena di tenga menulis suatu tema, selalu tergoda untuk berbelok atau menuliskan tema lainnya. Bukan berarti anda tidak boleh menulis tema lainnya, tapi anda melakukan pada waktu yang tidak tepat. Maka konsistenlah menulis satu tema yang tengah anda tekuni hingga selesai, baru menulis tema lainnya.

Demikianlah delapan larangan saat menulis, bagi para penulis pemula, atau bagi anda yang tengah belajar menulis. Fokuslah menulis pada kurun waktu menulis yang sudah anda tetapkan, jangan tergoda melakukan aktivitas lainnya yang anda anggap lebih menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...