.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Professionals are the architects of their habits. Amateurs are the victims of their habits” — James Clear.

.

Salah satu cara untuk mengoptimalkan semua waktu dalam hidup Anda adalah dengan menulis. Jika Anda telah menjadi penulis produktif, maka di semua tempat dan di semua waktu, Anda bisa menulis dan menghasilkan karya tulis yang menginspirasi orang lain. Tak ada waktu yang terbuang, jika Anda telah menjadi penulis produktif.

Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus mendesain habit sebagai penulis. Mulai hari ini, saya mengajak Anda mendesain habit menulis, dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana berikut ini.

Pertama, Rutin Menulis Setiap Hari

Untuk menjadi penulis produktif, miliki jadwal rutin menulis setiap hari. Tiada hari tanpa menulis. Anda bisa menetapkan jadwal menulis sesuai dengan kondisi dan situasi Anda masing-masing.

Tidak masalah berapa lama waktu yang Anda gunakan untuk menulis, namun harus menulis. Jika Anda memiliki waktu luang, mungkin bisa menulis selama satu jam atau lebih setiap hari. Jika ada hari dimana waktu Anda sangat sempit, Anda bisa menulis limabelas menit atau sepuluh menit.

Menciptakan habit itu adalah membuat tradisi, membuat budaya. Maka bukan soal berapa lama waktu menulis yang Anda alokasikan setiap hari, namun soal konsistensi. Jika Anda konsisten menulis setiap hari, maka akan terbentuk budaya menulis, tradisi menulis, bahkan ritual menulis.

Ini sama dengan tradisi olah raga bagi Anda yang telah rutin melakukan olah raga. Jika Anda telah memiliki tradisi olah raga, Anda akan merasa ada yang kurang jika dalam satu hari tidak melakukan olah raga. Mungkin Anda tidak bisa tidur, karena belum olah raga di hari itu. Olah  raga sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan harian Anda.

Sama dengan menulis. Begitu menulis sudah menjadi tradisi dalam kehidupan Anda, saya yakin Anda akan merasakan ada yang kurang saat belum sempat menulis. Anda tidak bisa tidur, setelah Anda ingat-ingat, ternyata belum menulis apapun di hari itu. Maka Anda segera menulis, dan nyenyak tidur. Menulis sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan harian Anda.

Bagaimana Cara Agar Bisa Menulis Setiap Hari?

Hanya ada satu cara agar Anda bisa menulis setiap hari, yaitu jangan beralasan. Jika Anda beralasan, maka seumur hidup Anda tidak akan pernah menulis apapun. Mereka yang produktif menulis setiap hari, menghasilkan karya tulis setiap hari, memosting tulisan setiap hari, adalah mereka yang tidak beralasan.

Saya sibuk sekali, sehingga tidak sempat menulis hari ini. Agenda saya sangat padat, sejak bangun tidur hingga larut malam, jadi saya tak punya waktu lagi untuk menulis hari ini. Saya sangat lelah, sudah tidak kuat lagi untuk menulis hari ini. Saya tadi kelupaan tidak membawa gadget saat pergi, sehingga tidak bisa menulis hari ini.

Saya tidak punya mood untuk menulis, maka tidak ada yang bisa saya tulis hari ini. Saya tidak tahu akan menulis apa, sehingga tidak menulis apapun hari ini. Saya belum dapat wangsit untuk menulis, maka tak bisa menulis hari ini. Seharian tadi saya tidur, dan begitu bangun saya tidur lagi, sehingga saya tidak bisa menulis hari ini.

Seharian saya dalam perjalanan di kendaraan umum, sehingga tidak bisa menulis hari ini. Saya gowes sejak jam empat pagi sampai jam empat pagi lagi keesokan harinya, tidak sempat berhenti, jadi tidak sempat menulis hari ini. Saya lupa kalau belum menulis, jadinya saya tidak menulis hari ini. Saya lupa kalau masih hidup, jadinya saya tidak menulis hari ini.

Seharian tadi saya sibuk menjawab chatting yang masuk dari pelanggan, sehingga tak sempat menulis hari ini. Hari ini saya seharian di rumah saja dan tidak ngapa-ngapain, sehingga saya tidak menulis apapun hari ini. Saya tadi pusing kepala, badan demam, sehingga tidak menulis hari ini.

Lanjutkan lagi daftar alasan Anda, itu hanya sebagian contoh saja yang mungkin digunakan sebagai alasan untuk tidak menulis. Anda bisa membuat tulisan tentang daftar alasan yang paling sering Anda gunakan untuk tidak menulis. Bahkan Anda bisa membuat buku berjudul “Alasan-Alasan Paling Banyak Digunakan untuk Tidak Menghasilkan Tulisan”.

Maka, jangan beralasan. Sepanjang Anda masih beralasan, semua menjadi logis dan masuk akal untuk dijadikan alasan. Pilihan Anda hanya dua, menjadi penulis produktif, atau menerima alasan.

Selamat memilih.

Bersambung.