.
Seri Mendesain Habit Menulis – 2
Oleh Cahyadi Takariawan
“In my own writing process, “procrastination” is wedged in between brainstorming / outlining and drafting” – Julia Hess, 2017
.
Salah satu cara untuk mengoptimalkan semua waktu dalam hidup Anda adalah dengan menulis. Jika Anda telah menjadi penulis produktif, maka di semua tempat dan di semua waktu, Anda bisa menulis dan menghasilkan karya tulis yang menginspirasi orang lain. Tak ada waktu yang terbuang, jika Anda telah menjadi penulis produktif.
Untuk menjadi penulis produktif, Anda harus mendesain habit sebagai penulis produktif. Mulai hari ini, saya mengajak Anda mendesain habit menulis, dengan melakukan berbagai aktivitas sederhana berikut ini.
Pertama, Rutin Menulis Setiap Hari
Kedua, Berhentilah Menunda-nunda
Salah satu habit yang harus diciptakan agar bisa menjadi penulis produktif adalah, tidak suka menunda. Ya, berhentilah menunda-nunda. Jika sudah tiba waktu yang Anda tetapkan untuk menulis, menulislah. Jangan menunda.
Kebiasaan menunda-nunda, membuat Anda tak pernah menulis dan tak menghasilkan karya tulis selamanya. Nanti saja, besok saja, lusa saja, pekan depan saja, bulan depan saja, tahun depan saja. Begitu kalimat menunda-nunda itu.
Alasan untuk menunda, pasti logis, karena Anda sendiri yang membuatnya. Misalnya, karena sekarang capek, menulisnya besok saja. Giliran besok, karena sekarang sudah malam, menulis besok saja. Sampai besok, karena sekarang pusing, menulis ditunda lagi.
Semua tampak logis, ilmiah, akademis, dan manusiawi. Anda memaklumi semua alasan yang Anda buat, dan akhirnya Anda menunda menulis. Sekali Anda sudah menunda menulis, maka akan memudahkan bagi Anda untuk menunda lagi pada kesempatan yang lain. Begitu seterusnya, sampai Anda menjadi orang yang suka menunda-nunda tanpa berkarya.
Agar Tidak Menunda-nunda
Agar Anda tidak lagi menunda-nunda, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Buat Jadwal Harian
Setting semua jadwal harian Anda. Sejak Minggu hingga Sabtu, per satuan waktu. Pukul berapa Anda melakukan apa. Semua bisa Anda tulis, baik agenda resmi dan formal, sampai agenda pribadi dan privasi. Menulis, harus Anda masukkan dalam jadwal harian.
- Disiplin dengan Jadwal yang Sudah Anda Tetapkan
Ketika sudah menetapkan jadwal harian, disiplinlah dengan jadwal tersebut. Saat merancang Anda sudah memasukkan banyak pertimbangan, maka saat realisasi Anda harus disiplin menjalankannya. Saat tiba jadwal menulis, disiplinlah melakukannya.
- Miliki Prioritas
Sangat banyak hal dalam hidup yang ingin kita dapatkan, namun waktu dan kemampuan sangat terbatas. Maka milikilah prioritas. Apa yang harus Anda wujudkan terlebih dahulu dalam kehidupan Anda. Menulis, harus menjadi salah satu prioritas dalam kehidupan Anda. Jika tidak, maka Anda tidak akan menjadi penulis produktif.
- Katakan Tidak untuk Semua Penggoda
Jika Anda telah menetapkan waktu menulis, dan menetapkan menulis sebagai salah satu prioritas, maka katakan tidak untuk semua penggoda. Ketika Anda diajak melakukan aktivitas lain yang bisa mengacaukan jadwal menulis Anda, katakan tidak. Itu adalah godaan.
- Siapkan Semua Keperluan Menulis
Kenali keperluan menulis Anda, dan upayakan untuk memenuhinya. Misalnya Anda memerlukan laptop, maka perlu menjadi prioritas yang Anda tetapkan. Jika sudah memiliki dana, salah satu hal yang perlu Anda beli adalah laptop sebagai sarana menulis. Ini akan menunjang produktivitas Anda. Tapi ingat, tidak semua orang perlu laptop untuk menulis.
- Kenali Momentum Menunda-nunda
Julia Hess menyatakan, momentum menunda-nunda sering terjadi di antara pembuatan outline dengan proses menuliskan ide. Ia mengenali dengan baik, kapan peristiwa menunda-nunda itu biasa terjadi dalam dirinya. Setelah selesai membuat outline, ia sering terlena, dan menuda untuk segera menuliskan isinya. Dengan mengenali momentum menunda, Anda akan lebih bisa mengatasinya.
Bahan Bacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar