Suharnan
(2005) mengemukakan bahwa kreatifitas disebut juga sebagai berpikir kreatif (creative
thinking), yaitu proses berpikir seseorang atau aktivitas kognitif
seseorang dalam menghasilkan ide-de yang baru dan bermanfaat . Saat
Pandemi datang, kita sedih. Apalagi melihat, mendengar tentang berita di TV, di
Medsos. Saya adalah seorang ASN (guru) , dimana waktu itu saya selalu membayangkan, betapa bahagianya jika saya
bisa menghirup udara pagi di
rumah setiap hari. Aktifitas di rumah yang bebaasss, setiap hari. Ternyata
Tuhan memberikan jawaban. Hari pertama, kedua ketiga selama sekitar 3 minggu, terasa jenuh, Bosan . Seiring berjalannnya waktu, akhirnya kita bisa menikmati indahnya “ Di rumah
Saja”. Hal-hal yang tidak pernah kita
bayangkan, akhirnya bisa terjadi. Hasil
dari “ hanya di rumah saja” kita bisa lebih kreatif,, misal berkebun sayur, hasil di jual mendapatkan
uang, masak-masak, “nasi bakar” kita
posting di medsos, teman-tman pesan kita
antar, uang lagi, masuk, Ikut KMO ( Kelas
Menulis Online), yang tadinya hanya iseng, akhirnya menghasilkan
tulisan-tulisan sederhana yang kita posting di fb,ada yang coment, like, saya
begitu senang, dari you tube,sampai
ratusan , ada yg like bahkan sudah ada
subscribe dari hati yang paling dalam begitu membanggakan saya. Ternyata saya yang slama ini merasa “ tak berharga”
bisa menginspirasi banyak orang. Ini
fakta saya rasakan, hasil kreatif
bermanfaat. Kebetulan dirumah saya ada
7 orang anak sekolah yang “numpang” di rumah. Pak Menteri menganjurkan Saat Pandemi Mereka belajar di
rumah ( BDR). Akhirnya saya pun bisa menerapkan pembelajaran yang tujuan mngarahkan untuk mmunculkan kreatif
siswa. Dimana pembelajaran itu tidak
diprolh di skolah tapi akan sangat berguna
untuk bkal hidup mreka yang akan
datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar