.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Unplug yourself completely from the internet. Turn off Wi-Fi or physically unplug your network cable. This is the best option to separate yourself from the internet during your writing time –Scott Allan
.
Sebenarnya saya hanya meminta kepada Anda sedikit waktu saja, itupun sesuai dengan kerelaan Anda masing-masing. Berapa menit waktu yang akan Anda alokasikan untuk menulis setiap harinya? Sepuluh menit, duapuluh menit, tigapuluh menit? Oke saja, tidak masalah. Satu jam, dua jam? Oke juga.
Berapapun waktu yang Anda alokasikan, terimakasih, Anda sudah bersedia berkorban. Namun konsisten dan disiplinlah dalam waktu yang telah Anda tetapkan tersebut. Anda tidak harus mengalokasikan waktu yang banyak. Limabelas menit saja cukup bermakna. Namun limabelas menit tersebut benar-benar hanya Anda gunakan untuk menulis. Bukan untuk yang lain-lain.
Inilah yang selalu saya sebut sebagai Zona Waktu Menulis (ZWM) yang khas bagi masing-masing Anda. Sebuah zona waktu eksklusif bagi Anda untuk menuangkan pikiran, perasaan, pengalaman, ke dalam tulisan. Sepuluh menit itu, limabelas menit itu, duapuluh menit itu —berapapun, adalah zona eksklusif yang tak boleh diganggu dan dikalahkan oleh aktivitas lainnya.
Zero Toleransi
Anda harus menerapkan zero toleransi. Ya benar. Sebab waktu Anda sangat berharga. Di luar sana, ada sangat banyak aktivitas penting lainnya menanti kehadiran Anda. Jika Anda tidak menerapkan zero toleransi, maka zona waktu menulis tidak akan pernah menjadi zona waktu eksklusif bagi Anda.
Gangguan itu sering kali dari diri sendiri, bukan dari pihak lain. Bukan karena Pak Bupati atau Bu Walikota datang ke rumah Anda di saat zona waktu menulis. Bukan karena Pak Gubernur atau Pak Mentri Pendidikan datang mengunjungi kediaman Anda di zona waktu eksklusif tersebut.
Bukan pula karena Anda ditelpon oleh Chelsea Islan atau Citra Kirana di zona waktu menulis. Juga bukan karena Zayn Malik meminta Anda datang ke studionya, padahal Anda sedang berada dalam zona waktu eksklusif. Ternyata bukan karena itu.
Yang paling serig terjadi adalah, Anda tergoda melakukan aktivitas searching, googling, chatting, posting yang sangat mengasyikkan. Tidak terasa, limabelas menit berlalu dan Anda belum menuliskan apapun. Tidak terasa, tigapuluh menit berakhir dan Anda tidak menulis satu katapun. Ini karena Anda tidak menerapkan zero toleransi.
Saran Scott Allan sangat layak diperhatikan. “Unplug yourself completely from the internet. Turn off Wi-Fi or physically unplug your network cable. This is the best option to separate yourself from the internet during your writing time”, ujar Allan. Cabut diri Anda sepenuhnya dari internet. Matikan Wi-Fi atau cabut kabel jaringan Anda. Ini adalah pilihan terbaik untuk memisahkan diri Anda dari internet selama waktu menulis.
“This is the zero tolerance method that I use as my number one choice for getting things done”, lanjut Allan. Ini adalah metode zero toleransi yang saya gunakan sebagai pilihan nomor satu untuk menyelesaikan aktivitas menulis, ungkap Allan.
Begitu waktu yang sudah Anda tetapkan tiba —misalnya pukul 05.00 sampai 05.30, maka terapkan zero toleransi. Pada setengah jam yang sangat berharga itu, aktivitas Anda hanya satu, yaitu menulis. Tentu Anda boleh pula bernapas. Namun jangan melakukan aktivitas lain dengan internet atau handphone.
Matikan jaringan internet. Hidupkan laptop atau perangkat lain untuk menulis. Berdoalah, dan menulislah. Jangan berhenti menulis, kecuali setelah habisnya waktu. Setengah jam yang sangat bermakna. Anda telah menghasilkan duaratus kata, limaratus kata, atau lebih dari itu. Bersyukur, alhamdulillah, karena telah mengalokasikan waktu dengan cermat.
Usai menulis, segera kerjakan aktivitas yang lain. Sangat banyak peran-peran penting yang harus Anda lakukan. Berikan hak kepada setiap peran tersebut. Jadilah manusia yang banyak manfaat bagi manusia lainnya. Jadilah bermanfaat bagi kehidupan.
Bahan Bacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar