.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Environment is the invisible hand that shapes human behavior” — James Clear, 2019
.
Lingkungan adalah tangan tak terlihat yang membentuk perilaku manusia, demikian salah satu prinsip penting atomic habit yang dikemukakan James Clear. Maka menciptakan lingkungan yang kondusif untuk menulis, menjadi hal yang sangat penting bagi —terutama, penulis pemula. Ini untuk membangun habit produktif menulis.
Berikut ada saran dari Johanna Cider (2018), lima langkah untuk membentuk lingkungan menulis. Sebelum Anda membaca saran Cider, pegang dulu disclaimer berikut, “What works well for one writer may not work at all for the next; the key is to figure out what helps you to personally focus”.
Apa yang efektif membangun fokus menulis pada seseorang, bisa saja tidak efektif bagi orang lain. Demikian disclaimer Johanna Cider. Jadi, masing-masing kita harus cermat melihat kondisi diri kita masing-masing. Lima saran berikut menjadi inspirasi, untuk kita ambil sesuai situasi dan kondisi, termasuk dengan melakukan penyesuaian.
- Dedicate a space in your home just for writing
“Dedikasikan bagian ruang di rumah Anda hanya untuk menulis”, demikian saran pertama Cider. Ia menyarankan agar Anda mengatur satu ‘ruang menulis’ atau satu sudut khusus untuk menulis. Ini yang sering saya sebut sebagai Zona Tempat Menulis (ZTM).
Manfaat ruang ini, menurut Cider, saat Anda memasukinya, otak Anda akan mengingatkan inilah saat untuk menulis. Saya menyebut sebagai ‘asosiasi’, yaitu sesuatu yang membuat Anda terhubung dengan aktivitas menulis. Semakin banyak Anda memiliki ‘sesuatu’ yang menjadi asosiasi dengan menulis, semakin mudah pula terbentuk habit menulis.
- Tidy your writing area
“Rapikan ruang menulis Anda”, demikian saran kedua Cider. Alasan yang dikemukakan Cider adalah, “tidy room, tidy mind”. Pepatah menyatakan, kamar rapi, pikiran rapi. Banyak orang tidak nyaman saat berada di ruangan yang berantakan. Maka merapikan ruang menulis akan membuat Anda merasa lebih nyaman untuk bekerja.
Bahkan jika memungkinkan, hiasi ruang Anda dengan asesoris yang membuat Anda lebih bersemangat menulis. Misalnya dengan penempatan alat-alat tulis atau poster motivasi. Tentu saja cukup dekor seperlunya. Ruang yang terlalu banyak asesoris juga membuat suasana ‘ramai’ dan penuh.
- Find your focus, and make sure you’re comfortable
“Temukan fokus Anda, dan pastikan Anda merasa nyaman”, demikian saran ketiga Cider. “Do whatever you need to do to put you in the right state of mind for writing”, lanjut Cider. Lakukan apa pun yang perlu Anda lakukan untuk membuat Anda nyaman untuk menulis. Ini terkait dengan kebiasaan masing-masing yang bisa membuat nyaman.
Masing-masing kita bisa memiliki titik fokus yang berbeda-beda. Sebagian penulis memilih melakukan olahraga ringan sebelum menulis. Sebagian yang lain memilih menikmati secangkir kopi. Ada pula yang melakukan shalat duha dan hanya menulis setelah duha.
- Stay away from distractions
“Jauhi gangguan menulis”, demikian saran keempat Cider. Bentuk gangguan pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang terganggu oleh keramaian. Ada yang terganggu oleh kesepian. Ada yang terganggu oleh gelapnya malam, ada yang terganggu oleh terangnya siang.
“There’s no single best place to write that will work for everyone; try a few different places,and you’ll soon figure out where you’re getting the most work done”, ujar Cider. Tidak ada satu pun tempat dan suasana terbaik untuk menulis yang cocok untuk semua orang. Maka Anda bisa mencoba tempat dan suasana yang berbeda, dan Anda akan menemukan yang paling tepat bagi Anda.
- Listen to music or sounds that help you to focus
“Dengarkan musik atau suara yang membantu Anda untuk fokus”, demikian saran kelima dari Cider. Saya tahu sebagian Anda bahkan membenci atau mengharamkan musik, maka Anda bisa menggantinya dengan suara lain yang bisa membangkitkan imajinasi menulis Anda.
Anda bisa menulis sambil mendengarkan murattal. Anda bisa menulis sambil mendengar gemericiknya air, desau angin, atau suara katak di malam hari. Bahkan Anda bisa menikmati suara kesunyian, untuk menghadirkan situasi khusyuk saat menulis. Asal tidak ngantuk.
Demikianlah lima saran untuk menghadirkan lingkungan yang kondusif untuk menulis. Setiap diri harus mengetahui hal apa yang paling bisa menghadirka titik optimal dalam menulis. Selamat menulis, selamat berkarya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar