Selasa, 15 September 2020

NEW NORMAL BAGI GURU DAN PESERTA DIDIK SAAT PANDEMI MELANDA DI KOTA KECILKU

 

TUGAS  5

Artikel Revisi 1

*Ledwina Eti Wuryani  / Materi Artikel / KMO  Basic Batch 33* 

        Saat Pandemi datang, kita sedih. Apalagi melihat, mendengar berita di TV, di medsos, banyaksaudara-saudara kita  yang  terserang covid, ada di karantina,  dirawat . Bahkan tidak sedikitjuga yang sudahmeninggal. Rasa takut, cemas, was-was ada terus pastinya. Oh Tuhan, semoga kami selalu diberikanKesehatan  dan terbebas darinya.

Saya adalah seorang ASN,guru, dimana waktu itu   pernah membayangkan, betapa bahagianya  jika  bisa menghirup  udara pagi di rumah setiap hari. Aktifitas di rumah yang bebaasss!!, setiap hari.  Ternyata  Tuhan memberikan jawaban. Berkat Pandemi. Diwajibkan di rumah saja. Hari pertama, kedua, ketiga  sekitar 3 minggu, terasa  jenuh  dan bosan.  Seiring berjalannnya waktu, akhirnya  kita bisa menikmati indahnya “di rumah saja”.  Suatu hal yang  tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Sebelum pandemi ada, guru dan siswa  harus bekerja,  menyelesaikan tugas dan tanggung jawab mencapai target kurikulum. Kami melaksanakan tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Saat Pandemi melanda,  kegiatan belajar mengajar  terasa ‘lebih ringan’, karena belajar dari rumah saja. Setiap orang punya  talenta masing-masing. Akhirnya  bakat masing-masing  mulai muncul. Hobi mulai tersalur.  Waktu mendukung. Setiap  orang jadi  bisa menggali potensi diri. Akhirnya masing-masing orang  bisa menunjukkan kreatif dan kompetensi pribadi. Setiap orang bisa  merealisasikan dan  mewujudnyatakan potensinya. Diantaranya: memasak, menulis, olah raga dan lain-lain. Dari hobi  yang tersalur kita jadi merasa bahagia dan terhibur.

Kreatifitas disebut juga sebagai berpikir kreatif (creative thinking), yaitu proses berpikir seseorang atau aktivitas kognitif seseorang dalam menghasilkan ide-de yang baru dan bermanfaat.’Suharnan, 2005. Benar adanya , ternyata dengan adanya  musibah ini, hari-hari di rumah saja, kita bisa  lebih kreatif!.  Di rumah saya ada  beberapa  anak sekolah yang ‘tinggal’ atau ‘numpang’. Saat Pandemi mereka belajar dari rumah (BDR). Akhirnya saya pun menerapkan pembelajaran di rumah. Tujuannya  adalah mengarahkan mereka untuk memunculkan kreatif.  Saya mengajak  anak-anak untuk  berkebun, bertani,  menanam sayur, memasak, hasil  diposting di WA group, teman-teman  pesan kita antar, menghasilkan uang.

 

Saya senang melihat  dan membaca di postingan teman-teman guru dan peserta didik. Mereka mempunyai hobi baru.   Ada yang membuat bedeng untuk kebun sayur. Ada yang  menjual  hasil masakan. Ada yang menjual ikan hasil suluh. Mereka seolah  ada persaingan positif, berlomba untuk menunjukkan  semangatnya  dalam memanfaatkan  waktu luang di rumah. Asyik!!. Senang sekaligus bangga melihat mereka. Kita bisa saling memotivasi. Kita  saling berpartisiasi  untuk  membeli produk rumahan mereka.

Untuk menggali potensi diri siswa, Salah satu tugas  adalah  membuat ‘produk’, yaitu membuat poster. Poster berisi ketrampilan baru di rumah.   Dibuat se-kreatif mungkin. Setiap anak   punya  bakat masing-masing dan  mereka punya rasa kreatif yang berbeda-beda.  Dan judul  tugas tersebut adalah “Aku Setelah Pandemi”. Poster hasil karyanya difoto  bersama pembuatnya, kirim lewat WA grup kelas.  Karena merupakan tugas wajib dan  merupakan salah satu   penilaian  mata pelajaran  ketrampilan  dalam  matematika. Mereka Semangat. Mereka ingin membuat yang terbaik. Bukti fisik  dan karya  nyata  tanya orang tua. Mana mungkin peserta didik berani bohong sama gurunya.

Pembelajaran BDR menggunakan  ‘daring’ (dalam jaringan)  :   GCR ( Google ClassRomm),  Aplikasi  zoom , googleform dan berbagai Aplikasi Internet akhirnya mereka  jadi  ‘tahu’, trampil dan ‘pengalaman’  menggunakan  HP Android dengan lancar jaya dan penuh semangat.  Mereka  jadi tahu benar  tentang ‘fungsi’ HP android yang sebenarnya. Kalau dulu  tahunya  ‘hanya’ untuk ‘main game’ buka ‘ You Tube’ ,”FB” kapasitas sebagai pemain game dan penonton saja.  Tapi sekarang  bisa untuk menggali informasi berbagai  hal. Bahkan  akhirnya  bisa kreatif  mendownload  berbagai aplikasi  karena ‘tuntutan’ tugas sekolah yang harus di”video’kan. Seperti  aplikasi  ‘KineMaster”, “Canva” , CS, ‘Tik Tok’, ‘ZOOM’ “classroom’, ‘Zenius’ ,’Snaptube’, ‘Meet , ‘Telegram’dan masih banyak lagi, yang mana gurunya sudah ‘kalah’  kreatif dibanding   ketrampilan anak-anak.  Memang tidak semua,  tapi ‘lumayan’ beberapa anak jadi lebih kreatif  dalam memanfaatkan HP.

Waktu Luang di rumah terasa banyak. Kebersamaan dan Keakraban bersama keluarga mulai terasa. Rasa saling menyayangi, saling membutuhkan, saling melengkapi, Saling berbagi   semakin nyata. Dengan demikian tugas-tugas dari sekolah bisa dikerjakan dengan pendampingan kakak atau bahkan orang tua.Setiap tugas, pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan.

Janganlah  pendemi itu dianggap sebagai  musibah, tetapi anggap  dia datang sebagi tamu, kita  sebagai tuan rumah harus menerima dengan penuh suka cita.  Kita tetap bersahabat, berdampingan. Ternyata  bagi sebagian orang, pandemi ini   membawa dampak positif. Membawa Berkah. Kita bisa  punya kegiatan-kegiatan kreatif.  Dimana dari kegiatan kreatif  bisa menumbuhkan bakat kita masing- masing  yang terpendam. Memunculkan  ide kreatif diluar dugaan kita. Bahkan lebih membanggakan lagi  bisa   mempunyai penghasilan tambahan. Siapa tidak bangga kalau  punya penghasilan tambahan?  Kita  bisa belanja   ‘keinginan’ kita sesuai  uang “bonus” yang kita punya. Gaji bulanan, hanya cukup untuk belanja ‘kebutuhan’ kita, biasa sudah masuk ‘pos’  rutin. Dengan adanya uang bonus,  bisa kita  pakai untuk  sedikit bersenang-senang bersama keluarga, memanjakan  diri, makan yang lebih enak dari biasanya. Dulu tak sempat dan tak ada waktu. Saat  ini bisa merealisasikan.

Terima kasih  Tante Corona,  atas kedatanganmu,  kita tetap bersahabat!  Darimu kami menjadi lebih dewasa, lebih  menghargai kehidupan, lebih bisa menjaga kesehatan, tahu diri, dan  bisa menggali bakat pribadi. Semoga setelah Pandemi  ini berlalu kita punya kebiasaan baru yang lebih produktif. Jika kita produktif kita akan merasakan  sebuah kebahagiaan baru. Pinjam kata-kata dari Pak Cah,  Inilah kebahagiaan  kecil  saya . Sederhana!. Bahagia bertumbuh  dengan mencapai  target-target kecil  yang diciptakan sendiri. Salam Literasi!. Salam Sehat! Semoga Pandemi  cepat berlalu.

 

 

 

 

 

 

 

KOREKSI 1

·         Kalimat dan Paragraf:

Ø  Gunakan kalimat yang efektif.

Syarat kalimat efektif:

1.      Sepadan

Sepadan yang dimaksud adalah seimbang antara pemakaian pikiran (gagasan) dan struktur bahasa. Gagasan dan kepaduan pikiran yang baik akan memperlihatkan kesepadanan. Dalam unsur kesepadanan terdapat beberapa syarat, antara lain:

a.      Kalimat memiliki fungsi-fungsi yang jelas

Teknik menulis subjek, predikat, objek, dan keterangan hendaknya dituliskan dengan benar dan menempati strukturnya masing-masing.

b.      Tidak terdapat subjek ganda

Subjek yang dituliskan dalam kalimat ada hanya satu. Penyebutan subjek untuk kedua kalinya kurang tepat, lebih baik Anda menggunakan kata ganti (ku-mu-nya) agar kalimat lebih sepadan.

c.       Penggunaan kata hubung tepat

Kata hubung atau konjungsi sebaiknya digunakan dengan tepat.

d.      Predikat sebaiknya tidak didahului dengan kata “yang”

Predikat yang dituliskan dalam bentuk kata kerja dan bukan kata kerja sebaiknya tidak didahului kata “yang”. Predikat bukan kata kerja yang didahului “yang” tidak akan membentuk kalimat, melainkan frasa atau kelompok kata. Sementara itu, penggunaan kata yang pada kalimat berpredikat kata kerja bisa berujung pada pemborosan kata.

2.      Hemat

Hemat adalah salah satu ciri kalimat efektif. Hemat berarti menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak berlebihan. Hemat berarti tidak menuliskan kata-kata yang tidak diperlukan.

3.      Cermat

Kalimat yang cermat berarti tidak menimbulkan tafsiran ganda dan menggunakan pemilihan kata yang tepat. Tidak hanya itu, penyusunan kata dan penggunaan logika dalam kalimat juga diperlukan. Kecermatan dalam kalimat meliputi beberapa aspek, seperti:

a.      Memiliki struktur yang tepat.

Contoh: Siswa sekolah yang terbaik itu meraih medali emas dalam olimpiade sains nasional.

Kata yang di atas menimbulkan makna ganda dalam teknik menulis. Jadi pembaca dapat berpikir bahwa yang terbaik lebih ditekankan untuk kata siswa atau sekolah. Untuk menghindari kasus seperti ini, lebih baik Anda mencermati kembali struktur kalimat yang ditulis.

b.      Padu

Kepaduan atau koherensi menjadi syarat kalimat efektif. Kalimat yang padu berarti memberikan informasi yang jelas dan tidak pecah. Kalimat juga tidak dituliskan bertele-tele agar sistematis. Kepaduan kalimat menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara subjek, predikat, objek, dan lain-lain. Salah satu penyebab kalimat menjadi tidak padu karena dituliskan terlalu panjang. Hal ini tidak hanya menjadikan kalimat tidak efektif, tetapi juga menyulitkan pembaca untuk memahami ide kalimat. Kalimat yang terlalu panjang juga akan membuat pembaca cepat merasa bosan.

c.       Logis

Kalimat yang logis akan sesuai dengan penalaran sehingga dapat diperoleh kesimpulan di akhir. Hendaknya kalimat yang dengan logis memiliki kemampuan untuk memunculkan gagasan kembali di pikiran pembaca sehingga ia dapat memahami alur berpikir penulis.

Ø  Pahami cara menulis paragraf yang benar. Dalam satu paragraf, hanya ada satu pokok pikiran dan beberapa kalimat penjelas.

 

·         Sistematika penulisan:

Ø  Setiap paragraf, seharusnya pembahasannya tidak terputus dan loncat-loncat. Tulisan yang tidak mengalir, biasanya disebabkan karena kurang/tidak tepat dalam memilih kata penghubung. Bisa juga karena kalimat rumpang (tidak lengkap S-P-O-K nya. Tidak semua kalimata harus lengkap S-P-O-K nya, setidaknya terdapat S dan P)

Ø  Buat kalimat yang runtut. Bangun hubungan antar kalimat sehingga menjadi sebuah paragraf yang padu. Selanjutnya, bangun pula hubungan antar paragraf.

Ø  Satu artikel hanya berisi satu pembahasan pokok.

 

·         Masukan

Ø  Bahasa sudah cukup lancar dan mengalir.

Ø  Pelajari PUEBI agar dapat memahami kaidah kepenulisan yang benar.

Ø  Banyak-banyaklah membaca, termasuk membaca artikel pendek agar mempunyai referensi yang banyak ketika ingin menulis artikel.

Ø  Silakan dicermati untuk koreksi pertama, dan kirimkan ulang revisinya tujuh hari setelah email ini dikirim untuk mendapatkan koreksi tata penulisan. Terima kasih..

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...