Sabtu, 26 September 2020

PENGALAMAN PKKS YANG TAK KAN TERLUPA

 


 

 

Tak kenal Maka Tak Sayang

Ku datang, Ku Menyapa, Akhirnya Ku Kenal Dia.

 

Berbagai macam tipe pemimpin baru ku tahu dan rasa. Pengalaman indah yang tak akan lupa. Senang, Sedih, prihatin, suka cita dan bahkan terharu. 

 

Sebagai seorang tamu, tergantung penerimaan tuan rumah. Ada  tuan rumah  yang terlalu amat sangat baik hati sampai tak bisa diuangkap dengan kata, ada yang setengah baik,  ada pula tuan rumah yang  tidak suka jika kita bertamu.

 

Pengalaman adalah guru yang terbaik. Kalimat ini  mengandung makna yang mendalam, bahwa dalam hidup  ini dibutuhkan bekal pengalaman agar bisa menjalani dengan baik. Sehingga  kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang kedua kalinya.

 

Tak kenal maka  tak sayang, itu adalah istilah yang selalu ada  dalam kehidupan. Dalam kekeluargaan . Atau bahkan dalam persaudaraan. Tanpa kita datang/ bertamu atau mengenalkan diri mana orang akan kenal kita.

 

Sebagai orang awam, Jika masuk di lingkungan baru, memang merasa ‘berbeda’.  Itu pasti.  Semoga dengan pengalaman orang akan menyesuaikan,belajar,dan beradaptasi.

 

Saya  seorang ASN,  sudah beberapa kali kena mutasi  dari daerah konflik hingga daerah damai seperti saat ini. Dan merasakan  beberapa karakter kepemimpin. Jelas! Karakter setiap pemimpin berbeda. Dari kepemimpinannya pastilah akan berdampak kepada kemajuan lembaga yang dipimpinnya.

 

Saya adalah  guru bawahan, bukan siapa-siapa, bahkan  merasa tak berharga. Tapi saya sangat bersyukur  bisa mendapatkan kesempatan ‘berkunjung’ ke beberapa tempat sekedar mendampingi, menemani. Yah, seolah ikut  memantau, gitu. Terima kasih banyak untuk kesempatan yang sangat berharga  ini. Yang akhirnya banyak hal baru yang saya dapat.

 

Berbagai karakter pemimpin memang jadi nyata terlihat. Tipe juga bisa terbaca.  Rasa sosial kemanusiaan juga bisa menyentuh hati terasa. Gaya Berhahasa pun terdengar indah  ditelinga saat menyapa.

 

Sebuah kuis singkat yang diterbitkan oleh Headway mampu melihat jenis pemimpin. Kapan pemimpin  harus menggunakan kelebihan dan bagaimana cara mengubah kelemahan menjadi peluang. Pemimpin atau leader ibarat otak dalam anatomi tubuh manusia, dia yang mengatur kerja organ lainnya.

 

Berikut ternyata  ada  6 tipe seorang pemimpin yang saya baca, jadi akhirnya  kita  bisa  membayangkan  ‘pemimpin’ yang kita kunjungi masuk  ‘tipe’ yang mana :

 

1. Tipe leader otokrati

Leader tipe ini sebagai penguasa tertinggi mempunyai otoriter atau kekuasaan dalam mengambil ke putusan tanpa adanya kritik yang mempengaruhi kebijakannya dengan ciri-ciri sebagai berikut :

Apa yang diucapkan itu yang benar dan harus dilakukan,Menganggap bahwa bawahan sebagai alat kerja semata,Tidak mau menerima pendapat, kritik dan saran dari bawahannya

Terlalu membanggakan jabatan yang di punya sehingga kekuasaannya hanya sebagai formalitas di mata pegawai

Menggunakan paksaan atau hukuman.

Pemimpin dengan tipe otokratis mempunyai kelebihan seperti pengambilan ke putusan yang cepat, pemimpin akan sigap dalam menilai kesalahan bawahannya dan organisasi atau proses kerja akan lebih mudah diawasi. Kelemahannya menimbulkan rasa tidak nyaman pada bawahan karena perlakuan dari leader.

Menimbulkan kubu-kubu yang tidak suka dengan pemimpin, kedisiplinan yang terjadi tidak ikhlas dilakukan melainkan karena paksaan dan pengawasan yang dilakukan hanya sampai pada apakah perintah sudah dilakukan dengan baik.

 

2. Tipe militeristik

Menerapkan sistem militer pada saat menjadi pemimpin dengan tuntutan kedisiplinan yang tinggi. Pemimpin semacam ini mempunyai ciri-ciri berikut :

Menerapkan kedisiplinan tinggi, kaku terhadap bawahannya

Dalam bertugas mempergunakan cara memerintah

Menggerakan bawahannya dengan titel pangkat atau jabatan

Terlalu susah menerima krtik atau masukan dari bawahan

Menyukai formalitas dengan berlebih-lebihan

 

3. Tipe peternalistis

Pemimpin yang punya kadar ke bapakan tinggi. Biasanya pemimpin yang seperti ini akan memperlakukan bawahan seperti orang yang tidak tahu apa-apa, tidak membiarkan bawahannya mengambil keputusan sendiri, tidak memberi kesempatan bawahan untuk berkreasi.

Terkadang bersikap berlebihan saat harus melindungi bawahannya dan sering bersifat serba tahu. Tipe leader ini mempunyai kelebihan pemimpin akan mempunyai sikap yang tegas dalam pengambilan keputusan.

Sehingga bawahan akan merasa aman karena perlindungan yang diberikan, sedangkan kekurangannya tidak adanya proses pengembangan diri pada bawahan sehingga akan muncul ketergantungan.

 

4. Tipe kharismatik

Pemimpin ini dengan tipe ini mempunyai daya tarik yang begitu besar sehingga tanpa diminta bawahannya akan memberikan penghormatan. Para ahli belum mampu menyimpulkan mengapa orang bisa dikatakan sebagai pemimpin yang berkharismatik.

Namun, hal yang diyakini adalah karena seorang pemimpin mempunyai kepribadian yang baik, serta mendapat suatu karunia dari sang Maha Pencipta. Kelebihan dari tipe ini ialah visi dan misi dapat tersampaikan secara jelas, leader dapat memberikan semangat pada bawahan untuk bekerja lebih keras tanpa adanya pemaksaan.

Pengikut atau bawahan yang cenderung setia karena rasa nyaman yang diberikan oleh pemimpin dan pemimpin semacam ini sudah bisa menyadari kelebihannya. Kekurangan pemimpin kharismatik adalah mudah mengambil ke putusan dengan resiko tinggi. Ketergantungan mengakibatkan susah melahirkan generasi yang berkompeten serta tidak adanya control atau koreksi yang dilakukan atas pengambilan keputusan karena bawahan sudah begitu saja membenarkan.

 

5. Tipe Laissez Faire

Pemimpin yang membebaskan bawahannya melakukan hal sesuka hati nuraninya asalkan tujuan bersama dapat tercapai, hal ini karena anggapan bahwa organisasi akan berjalan dengan sendirinya. Pemimpin berpikir para anggota sudah tahu apa yang menjadi tujuan organisasi, apa yang ingin dicapai dan sudah mengetahui dengan jelas apa yang menjadi tugasnya masing-masing.

Pemimpin ini dikategorikan sebagai pemimpin pasif, karena tidak peduli bagaimana organisasi akan berjalan dan tujuan organisasi akan sulit dicapai jika bawahan tidak mempunyai inisiatif dan dedikasi yang tinggi.

 

6. Tipe demokratis

Leader yang memberikan kebebasan pada anggotanya untuk berpendapat, menyampaikan aspirasi, serta mengembangkan bakat dan mempertimbangkan musyawarah untuk menetapkan suatu kebijakan kepada bawahannya.

Pemimpin tipe ini dianggap paling mengerti bawahan karena mau menerima saran, melakukan upaya sinkronisasi antar tujuan organisasi dengan tujuan pribadi, akan berupaya mengoptimalkan potensi yang ada pada bawahannya.

Sehingga nantinya bawahannya akan lebih sukses dari dia, mengutamakan kerja sama tim dan pemimpin dengan tipe ini akan terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang ada pada dirinya. Namun memiliki kelemahan yaitu, lambat dalam pengambilan ke putusan karena harus meminta saran atau pertimbangan dari bawahan.

 

Terimakasih banyak untuk yang   rela membaca  sampai habis. Ini sekedar ungkapan pengalaman baru saya yang tak akan lupa di sepanjang masa.

 

#SalamHormat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...