Minggu, 11 Oktober 2020

Berbeda -Tidak Mengapa - kan?

 

Mungkin ini suatu pemandangan yang berbeda bagi masyarakat pada umumnya. Agus sering mengajak anak perempuannya jalan-jalan berdua memakai motor yang telah dimodifikasi menjadi roda tiga dan memakai setir mobil. Kedua tangan Lala---panggilan anak pertama Agus---melingkar di pinggang ayahnya.

Mungkin publik juga akan merasa aneh ketika melihat anak laki-laki mendorong kursi roda ketika di bandara atau sebuah gedung pameran. Kebersamaan mereka di depan publik tanpa rasa canggung, menandakan keluaga berbeda ini tidak menyisihkan diri dalam pergaulan. Mereka berbaur dan berinteraksi secara biasa saja. Sebab, "Kalau Berbeda, Lalu Kenapa?"

Kedua anak Agus tumbuh dengan optimal, dipenuhi limpahan kasih sayang orangtua. Hingga usia mereka remaja, tidak ada penolakan atau bully dari lingkungan sekolah dan teman-temannya. Anak-anak mereka sama saja dengan anak-anak yang memiliki orang tua normal. Mereka memiliki hak sama dalam hal pengakuan dari lingkungan, baik itu lingkungan sekolah atau lingkungan luar.

Keluarga ini adalah keluarga islami, tentu pengajarannya juga berdasarkan ajaran agama Islam. Anak-anak mereka juga sekolah di sekolah Islam swasta. Agus hanya ingin anak-anaknya menjadi anak yang shalih, berbakti dan berguna bagi orang tua, masyarakat, dan agamanya.

Dalam buku ini kisah kebersamaan mereka di depan publik ditulis secara terbuka. Dengan tujuan untuk mengedukasi masyarakat luas --terlebih anak-anak, bahwa keterbatasan orang tua adalah kelebihan bagi mereka.

Daftar Pustaka
Sri Rohmatiah, Kalau Berbeda, Lalu Kenapa? Wonderful Publishing, Yogyakarta, 2020

HALAMAN :
  1. 1
  2.  
  3. 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...