.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Saya sangat meyakini, semua orang bisa membuat buku sendiri. Ketika saya mengajak untuk menulis buku, banyak teman kesulitan membayangkan. Seakan membuat buku solo adalah sesuatu yang sulit dan tidak terbayangkan.
Seakan menulis buku memerlukan waktu bertahun-tahun. Seakan mustahil bisa membuat sendiri.
“Saya masih pemula”.
“Saya belum pernah menulis sebelumnya”.
“Saya bukan penulis”.
Demikian alasan yang biasa dikemukakan saat saya ajak menulis buku.
“Apa saya pantas membuat buku sendiri?”
“Apa saya bisa?”
Demikian pertanyaan sebagian yang lain.
Mari saya ajak Anda belajar dari para peserta Kelas Emak Punya Karya (EPK). Satu per satu mereka melaunching buku karya mandiri. Akhirnya mereka percaya bahwa semua orang bisa membuat buku.

Herlin Variani, 15 Hari Menulis Buku
Herlin Variani adalah seorang guru ASN di Solok Sumatera Barat. Total waktu yang diperlukan untuk menulis buku adalah 15 hari. Sebenarnya ia sudah memiliki bahan untuk buku tersebut, namun tidak ia gunakan.
Ia memulai dari nol, dari awal. Seperti petugas SPBU, “Dari nol”. Ternyata ia berhasil menyelesaikan menulis selama 15 hari untuk pembuatan buku “Parents Smart” setebal 250 halaman. Hanya setengah bulan.
Selama proses pembuatan buku, setiap hari Herlin menulis 2,5 hingga 5 jam setiap hari. Biasanya ia menulis antara pukul 02.30 – 05.00 WIB. Kadang ditambah pukul 08.30 – 10.00 WIB sesuai keluangan waktu di tempat kerja, serta pukul 12.30 – 13.30 WIB yang dilakukan di tepi jalan raya sembari menunggu bus pulang kerja.

Ida Kusdiati, 50 Hari Menulis Buku
Ida Kusdiati adalah seorang ASN di Pontianak, Kalimantan Barat. Total waktu untuk menulis buku adalah 50 hari. Tidak sampai dua bulan. Buku “Khatulistiwa Cinta” yang ditulisnya, setebal 335 halaman.
Ia menulis kejadian dan peristiwa hidup sehari-hari, baik di rumah maupun di tempat kerja. Selama projek penulisan buku, Ida Kusdiati rutin menulis 1 hingga 3 jam setiap hari.
Waktu yang paling disenangi adalah pada sepertiga malam, pukul 3.00 – 4.00 WIB. Ia juga menulis di dalam perjalanan kerja dengan mobil. Ia menyempatkan waktu antara 30 menit hingga 1 jam untuk menulis di dalam perjalanan.
Ida Kusdiati juga menyempatkan menulis saat ada waktu senggang di antara rutinitas kerja di kantor. Ia bisa menulis di mana saja dan kapan saja. Setiap ada keluangan waktu maka ia gunakan untuk menulis.

Endang SP Usman, 56 Hari Menulis Buku
Endang Supriati Usman adalah seorang pengajar di lembaga pendidikan Al Qur’an. Ia juga ibu rumah tangga, yang awalnya tidak memiliki minat menulis. Ia belum pernah menulis sebelumnya.
Buku perdana Endang bercerita tentang pengasuhan anak pertama, berjudul Azzam Penggenggam Quran, setebal 226 halaman. Total waktu yang diperlukan untuk menulis buku adalah 56 hari.
Selama projek pembuatan buku, Endang menulis rata-rata 1,5 jam setiap hari. Biasanya ia menuilis di waktu pagi, antara pukul 5.00 – 5.30 WIB dan waktu malam antara pukul 21.30 – 22.30 WIB.

Yulia K Rohima, 14 Hari Menulis Buku
Yulia K Rohima adalah seorang ibu rumah tangga, konselor keluarga, pengasuh Majelis Taklim, dan penyiar radio. “Catatan Pejuang Sakinah” adalah buku kedua yang ditulis Yulia K Rohima selama mengikuti Kelas EPK.
Buku yang menceritakan perjuangan membangun keluarga sakinah itu ditulis selama dua pekan saja, atau 14 hari. Waktu dua pekan berikutnya digunakan untuk editing dan cetak. Tidak sampai satu bulan, buku sudah terbit. Luar biasa.
Selama projek pembuatan buku, setiap hari Yulia Rohima rata-rata menulis dua jam setiap hari. Ia terbiasa menulis pada pagi hari antara pukul 7.00 – 09.00 WIB.

Rifuwanti, 42 Hari Menulis Buku
Rifuwanti adalah ibu rumah tangga dan pengasuh Majelis Taklim. Ia menulis buku tentang kemuliaan seorang ibu. Buku berjudul “Great Mother” itu memiliki ketebalan 236 halaman.
Total waktu yang diperlukan untuk menulis buku adalah 42 hari. Ditulis dari tanggal 18 Juli – 30 Agustus 2020, saat mengikuti Kelas EPK.
Selama projek pembuatan buku, Rifuwanti menulis 2 – 4 jam setiap hari. Biasanya ia menulis antara pukul 06.00 – 08.00 WIB atau 19.30 – 21.00 WIB, menyesuaikan waktu yang lebih luang.

Ummu Rochimah, 40 Hari Menulis Buku
Ummu Rochimah adalah seorang penyintas kanker. Ia ibu rumah tangga, konselor keluarga, dan aktivis sosial. Buku berjudul Chemistry Jiwa berisi poin-poin penting untuk membangun keharmonisan rumah tangga.
Waktu yang diperlukan untuk menulis buku adalah 40 hari. Selama projek penulisan buku, Ummu menulis sekitar 30 menit hingga 1 jam setiap hari. Tidak perlu waktu lama untuk duduk menulis, namun selalu disiplin setiap hari menulis,
Ia terbiasa menulis pada pukul 05.00 WIB dan pukul 21.00 WIB. Dengan kedisiplinan diri, di tengah sakit yang harus rutin berobat, ia mampu menyelesaikan projek penulisan buku. Hanya perlu waktu 40 hari saja untuk menulis naskah buku.

Leni Cahya Pertiwi, 40 Hari Menulis Buku
Leni Cahya Pertiwi adalah seorang guru, ASN dan ibu rumah tangga. Ia menulis buku berjudul Happy Mama sebagai hadiah untuk ibu kandungnya. Naskah diselesaikan dalam waktu 40 hari.
Waktu yang dialokasikan untuk menulis adalah 2 jam perhari. Leni menulis dari pukul 21.00 hingga 23.00 malam. Ia mengaku termasuk golongan burung hantu, yang nyaman menulis di malam hari, di tengah keheningan.

Syasha Lusiana, 50 Hari Menulis Buku
Syasha Lusiana adalah seorang ibu rumah tangga, pendidik, konsultan pendidikan serta konselor keluarga. Ia menulis buku Cahaya Dunia, menceritakan pengalaman berkesan membersamai anak yang lahir prematur.
Total waktu yang diperlukan untuk menulis buku adalah 50 hari. Awalnya ia mentarget 100 hari, ternyata bisa selesai lebih cepat.
Selama projek pembuatan buku, setiap hari ia menulis 1 – 2 jam. Biasanya ia menulis antara pukul 04.45 – 5.45 atau pukul 20.30 – 21.30.
Bagaimana Dengan Anda?
Masih tidak percaya bahwa Anda bisa membuat buku sendiri? Anda hanya memerlukan tekad dan keyakinan.
Ternyata, 14 atau 15 hari bisa menyelesaikan pembuatan naskah buku. Sebagian yang lain, menulis dalam waktu kurang dari dua bulan. Ada yang 40 hari, 42 hari, 50 hari dan 56 hari. Tidak sampai dua bulan, naskah buku sudah selesai disiapkan.
Semakin disiplin Anda, semakin cepat naskah buku Anda selesaikan.
44 kali dilihat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar