.
Oleh : Cahyadi Takariawan
“On the average, five times as many people read the headline as read the body copy” —David Ogilvy
.
Menulis itu mudah, jika Anda sudah terbiasa melakukannya setiap hari. Anda bahkan bisa menulis semudah bernapas, apabila Anda telah memiliki habit menulis harian. Anda tak akan menemukan kesulitan yang berarti. Terutama untuk corak tulisan populer.
Yang tidak mudah adalah membuat judul atas setiap tulisan Anda. Setiap saya selesai menulis, dilanjutkan mengedit, berikutnya saya berhenti lama untuk memikirkan judul. Lebih mudah proses menulis, dibanding proses menemukan judul. Apalagi untuk judul buku. Ini harus melakukan survei tersendiri.
Untuk proses menulis harian, saya memikirkan masak-masak judul tulisan sebelum saya posting. Selesai menulis, segera saya pasang satu judul, lalu saya pikir dan saya rasa, akhirnya saya ganti judul. Begitu seterusnya. Berkali-kali saya bongkar pasang judul. Sampai akhirnya saya merasa cocok dengan judul tersebut.
Tidak mudah membuat judul, meskipun tidak ada aturan baku untuk membuat judul. Dalam tradisi penulisan populer, judul akan memberikan identitas dan menjadi daya tarik bagi pembaca. Maka saat membuat judul, harus memberikan kesan ketertarikan.
Lagi-lagi, tidak mudah. Harus rela bongkar pasang untuk menemukan judul yang relevan dan memberikan efek ketertarikan. Biarkan pikiran dan rasa mengendap, sampai menemukan judul yang tepat.
Jeff Goins memberikan saran pembuatan judul yang memberi efek ketertarikan pembaca. Berikut saran Goins, saya bahasakan dengan bahasa saya sendiri.
- Gunakan angka
Sangat banyak judul buku dan judul tulisan menggunakan angka. Ternyata angka memiliki daya tarik sendiri bagi pembaca. Namun, mencantumkan angka tentu harus relevan dengan isi. Tak boleh sembarangan memasang angka.
Saya ambilkan contoh secara cepat, dengan membuka koran Kompas versi online hari ini. Langsung ketemu headline yang menggunakan angka: 5.444 Kasus Baru Covid-19, RI Kembali Catat Rekor Tertinggi (Koran Kompas, 13 November 2020).
Demikian pula, banyak judul buku yang menggunakan angka, misalnya:
7 Keajaiban Rezeki (Ippho Santosa)
7 Habits of Highly Effective People (Stephen R Covey)
5 Cm (Donny Dhirgantoro)
99,99% Diterima Masuk TK Favorit (Wawan Guritno)
- Gunakan gambaran emosional
Situasi emosional yang diungkap dalam judul, kerap memancing rasa ingin tahu pembaca. Saat judul mampu menyentuh sisi emosi atau rasa dari pembaca, akan memberikan efek ketertarikan. Pembaca tidak terasa digiring membaca semua isi tulisan hingga selesai.
Berikut saya ambil contoh beberapa judul tulisan.
Klaster Covid Resepsi Pernikahan Sragen, Sekeluarga Meninggal (CNN Indonesia, 13 November 2020)
Miskin Karena Corona, Ibu Yuli Meninggal Dunia Setelah 2 Hari Tak Makan (Suara, 21 April 2020)
Surga yang Tidak Dirindukan (Asma Nadia)
Aku Mencintaimu Dalam Diam (Sarah Aulia)
- Gunakan penyingkapan
Banyak orang menyukai sesuatu yang bercorak solusi atau menyingkap ‘rahasia’. Pembaca ingin tahu saat membaca judul “Cara Melejitkan Bisnis di Masa Krisis”, terutama bagi mereka yang mengalami masalah dalam bisnisnya.
Pembaca tertarik untuk membaca judul “Trik Belajar Jarak Jauh yang Menyenangkan Siswa”. Bagi guru dan orangtua, mereka sangat ingin mendapat gambaran praktis untuk mendampingi anak belajar jarak jauh.
Demikian pula judul “Menyingkap Fakta di Balik Pencopotan Rizal Ramli dari Kabinet” menimbulkan efek ketertarikan bagi pembaca. Manusia senang dengan mengetahui rahasia, maka judul yang menyingkap rahasia cenderung menimbulkan efek ketertarikan.
Buku berjudul penyingkapan ini juga sangat laris.
Bocoran Pertanyaan Alam Kubur Plus Kunci Jawaban (M. Syafi’i Masykur)
Malam Pertama di Alam Kubur (Muhammad Husain Ya’kub)
- Gunakan pertanyaan
Judul yang menggunakan pertanyaan, seperti apa, mengapa / kenapa, bagaimana, atau kapan, cukup kuat memberikan efek ketertarikan. Pembaca ingin mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.
Kalimat pertanyaan dalam judul, lebih kuat dibanding kalimat pernyataan. Misalnya, judul Semua Pasangan Pernah Berkonflik (pernyataan) kurang menarik, dibandingkan dengan judul Apakah Semua Pasangan Pernah Berkonflik?
Ada Apa dengan Cinta? (Silvarani)
Kapan Siap Nikah? (Nurindah Fitria)
Anggota TNI AU Nyanyi Dukung Rizieq Ditahan, Kenapa? (Suara, 12 November 2020)
- Gunakan harapan
Semua manusia senang dengan harapan. Maka saat menemukan tulisan yang mengajak kepada harapan, akan menimbulkan efek ketertarikan. Harapan bisa menyangkut kehidupan, percintaan, karier, usaha, hingga urusan akhirat.
Judul tulisan yang menyiratkan harapan, akan memberikan efek ketertarikan. Pembaca suka diajak mendapatkan sesuatu yang positif.
Hidup Itu Indah (Aji Prasetyo)
Allah Maha Pengampun, Janganlah Engkau Berputus Asa (Haidar Musyafa)
Kun Fayakun, Selalu Ada Harapan di Tengah Kesulitan (Yusuf Mansyur)
- Gabungan dari beberapa unsur
Anda bisa menggabungkan beberapa unsur, seperti angka, penyingkapan dan harapan. Misalnya, Rahasia Hidup Bahagia Hingga 100 Tahun. Dalam contoh judul ini, terdapat angka –yaitu 100. Terdapat unsur penyingkapan – yaitu rahasia. Terdapat unsur harapan –yaitu hidup bahagia, 100 tahun.
Anda juga bisa menggabungkan pertanyaan dengan angka dan harapan. Misalnya, Bagaimana Meraih 100 Juta Sebulan dari Facebook? Dalam contoh judul ini, terdapat unsur pertanyaan –yaitu bagaimana? Terdapat unsur angka –yaitu 100. Terdapat unsur harapan –yaitu meraih 100 juta sebulan.
Nah, itu hanya beberapa petunjuk saja. Masih sangat banyak kreativitas lainnya untuk menimbulkan efek ketertarikan pembaca. Anda bisa mencoba-coba, sampai menemukan yang Anda yakini paling tepat dan paling menarik.
Bahan Bacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar