.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Semua manusia memiliki dua jenis emosi dalam dirinya, yaitu emosi negatif dan emosi positif. Contoh emosi negatif adalah tertekan, sedih, depresi, cemas, gelisah dan lain-lain Contoh emosi positif adalah bersemangat, senang, rileks, damai, dan lain sebagainya.
Emosi memengaruhi sistem dalam tubuh yang selanjutnya akan memengaruhi sistem imunitas. Emosi negatif membuat menurunnya imunitas, sedangkan emosi positif menguatkan imunitas. Seseorang yang memiliki sistem imunitas yang baik akan menjadi lebih produktif daripada yang memiliki sistem imun tidak baik.
Oleh karena itu, jangan biarkan diri Anda dibanjiri emosi negatif saat menulis. Jika tengah dibanjiri emosi negatif, Anda boleh tetap menulis untuk penyaluran, namun jangan dipublikasikan. Cukup Anda simpan sendiri sebagai dokumen dan rekaman sejarah kehidupan Anda pada suatu masa.
Jika ingin dipublikasikan, pastikan telah diedit bagian-bagian yang mungkin terlalu pribadi, karena sedang menyalurkan emosi negatif. Ambil yang memberikan nilai kemanfaatan positif, baru dipublikasikan.
Usahakan pada saat menulis, Anda dipenuhi oleh emosi positif. Dengan demikian, akan semakin menguatkan muatan positif dalam karya tulis Anda —sependek atau sepanjang apapun tulisan Anda.
Menulis dengan Kondisi Emosi Positif
Suasana emosi yang kita miliki saat menulis, berpengaruh terhadap kualitas tulisan kita. Dengan kondisi emosi yang positif, akan terlahir karya tulis yang positif pula. Maka ciptakan kondisi emosi positif saat menulis.
Barbara Fredrickson dalam buku Positivity (2009) mengungkapkan 10 emosi positif yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai syarat untuk tumbuh dan berkembang (flourish). Berikut 10 emosi positif menurut Barbara Fredrickson:
- Joy atau gembira
Orang yang memiliki emosi joy akan selalu bersemangat, dan memiliki pengalaman-pengalaman yang menyenangkan bersama orang lain. Maka jika menulis, akan lahir tulisan yang riang gembira dan menyenangkan pembaca.
- Gratitude atau bersyukur
Orang yang bersyukur menyadari bahwa apa pun yang mereka terima adalah keberuntungan yang bernilai bagi diri mereka. Jika menulis dengan situasi gratitude, akan melahirkan tulusan yang penuh spirit dan motivasi.
- Serenity atau ketenangan, ketenteraman, kedamaian
Orang yang memiliki serenity tidak pernah merasa gundah dan memberontak terhadap keadaan yang mereka hadapi. Jika menulis dengan emosi serenity, akan lahir tulisan yang menenangkan pembaca.
- Interest atau hasrat dan ketertarikan
Orang yang memiliki interest selalu menemukan hal baru dalam hidupnya. Mereka selalu ingin tahu keadaan orang lain yang ada di sekitar mereka. Jika menulis dengan interest, akan melahirkan tulisan yang memberikan dorongan serta hasrat mengetahui.
- Hope atau harapan
Orang yang memiliki hope yakin bahwa segala sesuatu akan berakhir dengan baik. Jika menulis dengan emosi hope, akan lahir tulisan yang memotivasi pembaca. Melahirkan sikap optimistik bagi pembaca.
- Pride atau kebanggaan
Orang yang memiliki pride merasa dirinya bermartabat, dimana perasaan ini lahir dari sebuah pencapaian, bukan pemberian dari orang lain. Jika menulis dengan pride, akan lahir tulisan yang berwibawa, dan mudah memengaruhi pikiran pembaca.
- Amusement atau terhibur
Orang yang memiliki amusement, mampu tertawa bersama orang lain di sekitarnya karena terhibur dalam interaksi sosial di antara mereka. Jika menulis dengan amusement akan melahirkan tulisan yang menghibur dan membuat tertawa pembaca.
- Inspiration atau inspirasi
Orang yang mendapatkan inspirasi yang mencerahkan, dan bisa memberikan insight kepada orang lain yang ada di sekitar mereka. Jika menulis dengan inspiration, akan lahir tulisan yang memberi banyak inspirasi kebaikan bagi pembaca.
- Awe atau terpesona, takjub
Orang yang memiliki awe mudah merasa takjub dengan apa yang mereka alami. Ada perasaan betapa kecilnya diri mereka di hadapan keagungan Sang Maha Kuasa. Jika menulis dengan awe, akan lahir tulisan yang mengajak pembaca mengagumi berbagai kejadian dalam kehidupan.
- Love atau cinta
Love adalah kompilasi dari 9 emosi positif sebelumnya. Orang yang memiliki kasih sayang dan ketertarikan emosional yang kuat sehingga selalu merasa terhubung satu sama lain. Jika menulis dengan love, akan melahirkan tulisan yang merekatkan hubungan dengan pembaca.
Selamat menulis dengan penuh emosi positif. Agar lahir tulisan-tulisan positif yang memenuhi ruang literasi masyarakat kita.
Bahan Bacaan
Barbara Fredrickson, Positive Emotions Broaden and Build, San Diego, Academic Press, 2013
Barbara Fredrickson, Positivity, New York, Crown, 2009
Kari Henley, What Are The Top 10 Positive Emotions? https://www.huffpost.com, 17 Juni 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar