.

Oleh : Cahyadi Takariawan

You need to learn to switch off your internal censor or editor. Decide to write a terrible first draft consciously and just write” – Bridget McNulty (2016)

.

Salah satu insting yang muncul secara spontan saat kita menulis adalah mengedit. Ini yang disebut sebagai ‘insting editor’ alias sensor internal. Setiap kali menulis, kita selalu tergoda untuk mengedit. Dampaknya, proses menulis menjadi tersendat.

Salah satu kunci ‘menulis semudah bernapas’ adalah –matikan insting editor saat menulis. Biarkan saja ada tulisan salah, biarkan saja ada typo, biarkan saja ada yang kurang huruf. Mungkin kita merasa kalimat tidak menarik, tidak indah. Namun tetaplah pada menulis.

Untuk memperlancar proses menulis, maka kita harus pandai mengelola insting editor dalam diri kita. Berikut beberapa tips mengelolanya.

  • Jangan Beri Kesempatan

Edie Melson menyatakan, “Our internal editor gets stronger the more frequently we give in to her demands”. Insting editor akan semakin kuat bekerja apabila kita memberi kesempatan kepadanya untuk bekerja.

Jika kita tergoda hendak mengedit di saat menulis, jangan biarkan itu terjadi. Sekali Anda memberi kesempatan, ia akan hadir terus menerus di sepanjang proses menulis. Anda akan dibuat kewalahan menghadapinya.

Maka Anda harus bersikap tega dan cuek atas tulisan yang Anda rasakan sebagai salah atau tidak menarik. Biarkan saja ada tulisan yang salah dan tidak tepat. Nanti akan ada masa untuk mengedit. Jangan Anda berhenti untuk memperbaiki atau membenarkan kesalahan.

  • Kalahkan Rasa Khawatir dan Takut

Edie Melson menyatakan, “Many times our internal editor is driven by fear. Fear that this draft isn’t good, won’t work or just doesn’t make sense”. Sering kali insting editor bekerja dengan dorongan rasa takut.

Kadang kita takut tulisan kita tidak menarik atau tidak masuk akal. Kadang kita khawatir atas respon negatif dari pembaca. Ketakutan seperti ini akan semakin menguatkan kehadiran insting editor saat menulis. Kalahkan rasa takut dan khawatir itu.

Jangan berorientasi pujian dan aplaus gegap gempita dari pembaca. Jangan berorientasi mendapat banyak like, comment dan share. Orientasi seperti ini yang akan memicu munculnya ketakutan dan kekhawatiran.

  • Selesaikan Proses Menulis

Selesaikan proses menulis yang sudah Anda mulai. Jika Anda menulis artikel pendek, sekitar 500 kata, biarkan semua selesai Anda tuliskan. Jangan berhenti untuk mengedit. Tulis saja semua bahan sampai habis diungkapkan.

Jika Anda dalam projek penulisan yang panjang –misalnya novel, paling tidak Anda menyelesaikan satu sub bagian tertentu, baru berhenti untuk mengedit. Jangan memberi kesempatan insting editor bekerja sewaktu-waktu.

Anda juga bisa menetapkan target menulis, misalnya berdasarkan waktu atau jumlah karakter tertentu. Anda baru boleh mengedit apabila sudah satu jam menulis, misalnya. Atau Anda baru boleh mengedit apabila sudah menyelesaikan limaribu karakter, misalnya. Dengan demikian, sebelum tercapai target, Anda harus fokus menulis. Tidak boleh mengedit.

  • Lakukan Editing Pada Waktunya

Jika Anda telah menyelesaikan semua draft tulisan, barulah bekerja melakukan self-editing. Inilah saat yang tepat melakukan edit atas tulisan yang telah kita hasilkan. Bukan pada sembarang waktu, namun pada waktu yang telah ditargetkan.

Editing dilakukan dengan membaca ulang keseluruhan tulisan. Pahami, resapi, rasakan. Adakah substansi yang salah atau bermasalah. Ini yang disebut sebagai substansial editing. Mengedit sisi substansi pesan, agar tidak ada kesalahan.

Setelah itu berpindah ke edit mekanik –yaitu memeriksa kesesuaian dengan PUEBI dan KBBI. Kemudian menghias dan memperindah rasa bahasa, agar tulisan enak dinikmati pembaca. Di waktu inilah Anda harus mencurahkan kemampuan mengedit.

Jika Anda sedang dalam projek pembuatan buku, lakukan editing berkali-kali. Tak cukup hanya dengan sekali membaca ulang. Setelah Anda yakin, barulah buku diterbitkan. Anda juga bisa meminta tolong kepada pihak editor profesional.

Selamat menulis. Kelola insting editor Anda dengan tepat. Jangan biarkan mengganggu proses menulis yang Anda lakukan.

Bahan Bacaan

Bridget McNulty, Writing Discipline: 7 Strategies to Keep Writing Your Novelwww.nownovel.com, 27 September 2016