Kamis, 03 Desember 2020

Curhatan Pak Naf yg menginspirasi

 [20.41, 3/12/2020] +62 812-6693-4560: Saya baru mulai menyukai dunia menulis saat indonesia dilanda Corona, mungkin skitar akhir februari kmaren. Sebelumnya saya tidak tertarik dengan dunia menulis. Dulu pernah terfikir oleh saya untuk menjadi seorang penulis, tapi saya bingung mau menulis apa. 


Akhirnya saya ikut bergabung di sebuah group menulis bersama om Jay. Awalnya cuma iseng. Lama kelamaan jadi ketagihan. Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan materi dari orang2 hebat di indonesia dg gratis. Dari group itulah saya mulai menjadikan menulis sebagai hobi. 


Apalagi ada Blog, sangat membantu saya dalam menulis, setiap hari saya menulis di blog. Setiap kegiatan disekolah dan tugas resume saya tulis di blog. Sehari saja tidak menulis, ada yg kurang rasanya.


Pak Brian adalah guru blog saya, mksih pak Brian. Beliau juga ada digroup ini. Kumpulan tulisan dari blog saya gabung jadikan buku. Alhamdulillah puji tuhan, dari blog tersebut terbit 2 buah buku. 


Ini alamat blog saya :

https://nafrizalekaputra.blogspot.com/?m=1


Tulisan yang ada di blog saya lumayan banyak. Saya pilih tulisan yang temanya sama lalu saya gabung, makanya saya dapat 2 buku. 


Tema 1 tentang kegiatan disekolah (siswaku penyemangatku).

Tema 2 tentang resume menulis bersama om jay (menjadi penulis itu keren). 


Sampai saat ini, saya sudah menerbitkan 8 buah buku. 

3 Buku solo

5 Buku antologi


Saya tidak pernah menyangka bisa sejauh ini menekuni dunia menulis. Jujur saja saya kurang akan ilmu tata aturan dalam menulis. Tapi saya memiliki keberanian untuk memulainya. Bahkan saya berani membuat sebuah komunitas menulis "teachers club". Dari komunitas inilah saya membuat buku antologi dengan penulis lainnya. Setiap bulan kami menerbitkan sebuah buku. 


Jadi bapak ibu tidak ada alasan untuk tidak menulis. Apa saja bisa kita tulis, selagi itu tidak mengandung SARA, merendahkan atau menghina orang lain. 


Tulislah apa yang terasa, tulislah apa yg sudah kita alami, hal tersebut sangat mudah kita tuangkan dalam bentuk tulisan. 


Menulis itu bisa dibuku diari, FB, IG, laptop, atau Blog. Seperti bunda lilis, beliau menulis di FB. Kumpulan dari statusnya itu digabung menjadi buku. Apalagi ibu2 yg hobi memasak. Nanti poto masakannya lalu posting kemudian beri narasi dari poto maka jadi tulisan. 


Untuk pemula, tidak perlu memikirkan tanda ini, tanda itu, aturan ini itunya. Cukup tau ajja dimana titik dan koma. Saya kalo memikirkan aturan menulis jadi hilang mod saya untuk menulis. Saya tulis saja apa yang terasa lalu saya baca lagi kemudian saya edit, jadi deh tulisannya. 


Jangan pikirkan hasil akhir. Yg penting menulis, ada karya. Tulisan atau buku itu akan baik dan sempurna seiring waktu berproses. Selagi kita mau menulis. Tidak ada yang instan. Semua butuh proses. 


Jadi bapak ibu.... 


Tidak perlu menunggu jadi pejabat untuk hebat. 

Tidak perlu menunggu ahli untuk berbuat. 


Semua kita memiliki kesempatan yang sama. Kebaranian untuk menghasilkan karya. Jangan pikirkan apakah karya kita nanti dihargai atau tidak. Tapi yakinlah ada yang slalu bijak dalam menghargai karya kita yaitu sang maha pencipta. Setiap karya sama halnya dg manusia. Memiliki takdirnya masing-masing.


Mari bapak ibu, yakinkan dihati kita bisa. Mari berkarya. Jangan pernah takut untuk memulai. 


Mulailah dari pengalaman sendiri. Karena dari pengalaman itulah kita akan menulis dari hati. Apabila menulis dg hati, maka hasilnya pun akan sampai ke hati. Dan pada saat itulah bapak ibu akan yakin dan percaya bahwa Menjadi Penulis Itu Keren

[20.41, 3/12/2020] Moderator MBI: Pengalaman Uda Naf, mengikuti kelasnya Omjay dulu dari para nara sumber-nara sumber yang inspiratif. Salah satunya Bu Guru Cantik Bunda Lilis, Sang Pendekat Literasi dari NTT

[20.42, 3/12/2020] Moderator MBI: Mantap... benar sekali... jangan gara gara aturan menulis trus ndak jadi nulis...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...