Kamis, 03 Desember 2020

Syara Puisi yang baik

 Dari ulasan singkat di atas, cara membuat puisi yang benar adalah sebagai berikut.


1. Mencari ide


Sebelum menulis puisi, pengarang harus memiliki ide terlebih dahulu. Ide-ide yang dapat dijadikan sebagai sumber pembuatan puisi sangatlah banyak. Misalnya, ide yang bersumber dari pengalaman pribadi atau orang lain. Selain pengalaman, ide juga dapat bersumber dari peristiwa atau kejadian yang menimbulkan kesan tertentu, imajinasi pengarang sendiri, perasaan, lingkungan sekitar, hewan kesayangan, seseorang, dan lain sebagainya. Proses pencarian ide ini dapat dilakukan dengan cara perenungan secara mendalam terhadap berbagai macam kegiatan atau aktivitas seperti membaca, mengamati dan lain sebagainya.


2. Mengendapkan ide


Setelah ide didapat, langkah berikutnya adalah mengendapkan ide tersebut atau inkubasi untuk diproses lebih lanjut. Proses pengendapan ide ini dilakukan dengan cara mengolah berbagai informasi atau materi yang telah diperoleh dan menyusunnya ke dalam bentuk tulisan. Pada tahapan ini, pengarang sebaiknya memiliki serta menguasai berbagai macam kosa kata serta gaya bahasa. Hal ini dimaksudkan agar pengarang dapat dengan leluasa memilih kata-kata yang tepat dan gaya bahasa sesuai dengan tema puisi yang dibuat.


3. Menuangkan ide


Langkah berikutnya adalah menuangkan ide-ide yang telah diendapkan tersebut ke dalam bentuk tulisan atau iluminasi. Di sini, pengarang harus mampu merangkai kata-kata serta gaya bahasa yang telah dipilih  dan mewujudkannya dalam bentuk tulisan. Pada tahapan ini, pengarang bebas menulis puisi sesuai dengan keinginan sendiri. Dalam arti tidak harus terpaku pada banyaknya bait atau banyaknya baris dalam bait. Karena, di era sekarang, penulisan puisi tidak lagi berpatok pada kaidah penulisan puisi lama yang meliputi irama, persamaan bunyi atau sajak, pengelompokkan baris, pemilihan kata-kata yang tepat, jumlah baris pada setiap bait serta banyaknya suku kata pada setiap baris. Kini puisi dapat ditulis dalam bentuk prosa, paragraf, atau bentu-bentuk lainnya.


4. Penilaian


Setelah puisi ditulis sesuai dengan keinginan pengarang, langkah berikutnya adalah pengarang melakukan pemeriksaan kembali terhadap tulisan yang telah dibuatnya. Hal ini sangat penting dilakukan jika dalam puisi ditemukan kata-kata yang kurang sesuai. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh teman atau mereka yang ahli dan bertujuan untuk menetukan apakah puisi tersebut layak diterbitkan atau tidak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...