Minggu, 03 Januari 2021

AKM PERLU DIPERSIAPKAN SEJAK DINI

 


 

                Tidak lama lagi AKM dilaksanakan. Mas Mentri sudah  mengumumkan kurikulum baru. Bahkan Jadwal AKM pun sudah ada. Pemangku kepentingan tinggal siap melaksanakan.

Berbicara  tentang  pendidikan  tak akan pernah habis. Setiap  ganti menteri  ya ganti kurikulumnya. Jujur ..., hehe  kadang  saya pusing , pening dan bahkan stres.  Tapi mau bagaimana lagi?  Mau tidak mau. Siap tidak siap. Harus bisa!! Semangaaat!! 

Sebagai  murid (SD), siswa (SMP), peserta didik SMA) dan guru, ‘tidak’ mungkin  mengelak segala tantangan dan tuntutan dari proses dinamika pendidikan.  Kita harus  hadapi dengan optimis. Suatu saat  kita akan memetik buah-buah kebaikan untuk hidup  kita dan masa depan generasi  bangsa kita. “Pendidikan itu berakar pahit  tapi berbuah manis”, Aristoteles.

Tahukah anda  AKM?  AKM  (Asesmen Kompetensi Minimum) merupakan  penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan partisipasi positif pada masyarakat.

 Sedangkan tujuan AKM untuk mendapatkan informasi mengetahui  capaian siswa  terhadap ‘kompetensi’ yang diharapkan. Dan menghasilkan ‘informasi ‘ yang memicu perbaikan kualitas belajar mengajar.

AKM  mengukur #literasi membaca dan #numerasi sebagai hasil belajar kognitif. Yang mengikuti  asesmen adalah peserta didik. #Surveykarakter  mengukur sikap, kebiasaan, nilai (values) sebagai hasil belajar non kognitif. Yang mengikuti  survey adalah peserta didik dan guru. #Surveylingkunganbelajar, mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran. Yang mengikuti survey  adalah kepala satuan pendidikan.

Asesmen Nasional akan di gelar pada pekan pertama bulan  Maret 2021 untuk kelas 11 (SMA dan SMK) , pekan ketiga  bulan Maret 2021  untuk kelas 8 SMP/MTS. Bulan Agustus 2021 kelas 5 SD dan MI.

Sebagai Pembanding:

 

#UjianNasional

 

Pelaksanaan Ujian Nasional di akhir  jenjang.  Kelas 6 SD dan MI ,kelas 9 SMP/MTs dan SMA kelas 12.  Guru ‘tidak’ memiliki waktu lagi untuk  melakukan perbaikan kualitas siswa karena  harus ke jemjang selanjutnya. UN/US menguji beberapa mata pelajaran , Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dll.  Cenderung  menguji penghafalan.  Bagaimana  siswa menguasai materi? Siswa hanya menguasai konten dan  menghafal. Dunia saat ini tidak membutuhkan penghafal. Dengan UN efek stress terlalu tinggi, siswa harus menghafal rumus . Bukan hanya siswa yang  stres tapi guru dan orangtua juga stres. Ada juga kecurangan demi mengejar nilai.  Nilai UN menjadi tolok ukur keberhasilan siswa.

 

             #AKM

 

Sasaran kelas 5 SD dan MI  kelas 11 SMP dan MTs  dan 12 SMA/MA dan SMK.

Di sini dimaksudkan guru ‘ada’  waktu untuk  memperbaiki karena  di tengah   jenjang. Selama  setahun  kesempatan siswa memperbaiki penilaian.  Hasil AKM  dilaporkan dalam empat  kelompok, yaitu :Perlu intervensi khusus, Dasar,Cakap dan mahir.

Pertama, penilaian kompetensi #literasi membaca. Teks informasi : teks yang bertujuan untuk  memberikan fakta data dan informasi dan teks fiksi teks yang bertujuan untuk memberikan pengalaman  mendapatkan  hiburan, menikmati  cerita dan melakukan perenungan kepada pembaca. Kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi dan mereflesikan.  Dari membaca level tersebut adalah menemukan informasi, interpretasi serta evaluasi dan refleksi.

Kedua, penilaian  #numerasi: bilangan, pengukuran dan geometri, data dan ketidakpastian, aljabar. Kemampuan  berpikir menggunakan  konsep, prosedur, fakta dan alat  matematika  untuk menyelesaikan  masalah sehari-hari. Memahami fakta, prosedur serta alat matematika. Siswa mampu menerapkan  konsep matematika  dalam situasi  nyata yang bersifat rutin dan yang dialami sehari-hari.  

 

Soal AKM  menguji #penalaran . Efek stress rendah. Soal AKM #tidakmonoton. Berikut ini merupakan 5 bentuk soal untuk AKM: pilihan ganda ( satu jawaban), pilihan ganda kompleks (bisa memilih beberapa jawaban), menjodohkan, Isian singkat dan Uraian.

Setelah melihat beberapa perbedaan semoga kita tertarik  dengan  terobosan mas mentri Nadim Makarin. Semoga para  guru dapat cepat beradaptasi dengan AKM ini. Sehingga memudahkan pula proses adaptasi para  siswanya. Selamat datang AKM. Siswa, guru dan Orang tua pasti Bisa!

Mari kita bersama belajar mandiri  demi  kemajuan pendidikan peserta didik kita. Tak ada kata terlambat  bagi  kita yang punya niat untuk mengubah sesuatu yang lebih baik khususnya pendidikan. Obat itu terasa pahit tapi diminum untuk menyehatkan.

Bukan saja peserta didik yang belajar, tetapi guru juga wajib terus  belajar. ”Long life Education”. Salam Literasi!.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...