.

Writing for Wellness – 16

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Jika kita cermati, kehidupan manusia di muka bumi ini sangatlah singkat. Dengan jatah usia yang sedikit, sudah selayaknya kita bisa mengorganisir kehidupan secara baik. Tidak membuang-buang waktu dengan sia-sia, karena waktu yang telah terbuang tak akan tergantikan pada hari berikutnya.

Sebagai manusia beriman, kita diarahkan untuk menghargai waktu. Bagi Anda yang beragama Islam, Anda mengetahui bahwa agama memberikan aturan yang melatih diri kita menjadi peibadi yang teratur. Perhatikan jadwal shalat lima waktu, betapa teratur dan ritmis kehidupan keseharian karena ada jadwal shalat tersebut.

Maka menjadi teratur dan terorganisir, adalah salah satu arahan agama. Hendaknya kita bisa menjalani kehidupan dengan lebih teratur dan terorganisir, agar jatah waktu yang singkat bisa kita gunakan dengan optimal. Semua waktu tergunakan untuk kebaikan, dan kita bisa melakukan lebih banyak kebaikan dibandingkan apabila tidak mengatur dan mengorganisir.

Menulis Membantu Anda Lebih Terorganisir

Aktivitas menulis, memiliki sangat banyak kemanfaatan positif dalam kehidupan manusia. Zachary Domes (2020) menyatakan, menulis membuat hidup manusia lebih teratur dan terorganisir.

Ia mencontohkan, orang-orang yang memiliki kebiasaan mengingat hari ulang tahun kolega dan teman-teman, untuk memberikan ucapan dan doa di hari ulang tahun mereka. Atau orang yang memiliki kebiasaan mengirim kartu atau parcel hadiah pada momentum tertentu. Mereka ini tidak mengandalkan kepada hafalan. Mereka memiliki catatan.

“Mengingat sesuatu tidak akan membantu Anda menjadi teratur. Anda harus menuliskannya”, ujar Domes.

Bagi Domes, menulis adalah cara mengingat sesuatu secara lebih permanen. Anda justru membuat hidup lebih rumit, apabila berusaha mengingat berbagai hal teknis di kepala Anda. Maka ia menyarankan agar kita menulis berbagai hal, agar hidup lebih terorganisir.

Saran yang sama disampaikan oleh Charley Mendoza. Ia menyatakan, tulis semua dan jangan mengandalkan ingatan Anda. “Keeping your to-do, lists and other information written somewhere allows you to look back at it anytime, even when you’ve hit your head and forgotten your own name”.

Menulis berbagai hal, adalah cara untuk membuat Anda dapat melihat kembali kapan saja. “Bahkan ketika Anda terbentur kepala dan lupa nama Anda sendiri”, ujar Mendoza. Di saat manusia melupakan sangat banyak hal dari ingatan, tulisan membuatnya lebih terdokumentasikan. Dengan demikian, tidak ada tugas penting atau rencana penting yang terlupakan. Dengan cara ini hidup Anda lebih terorganisir.

Elizabeth Larkin (2020) juga menyarankan hal yang sama, yaitu menulis untuk membuat hidup yang lebih terorganisir. Tidak harus dengan gadget atau laptop, Larkin menyarankan dengan buku catatan kecil (notes) ukuran saku. Ini tindakan sederhana namun sangat penting untuk kehidupan yang lebih teratur.

Menurut Larkin, Anda tidak tahu kapan harus segera mencatat sesuatu. Kadang ide dan rencana datang tiba-tiba di saat Anda berkegiatan. Jika tidak segera ditulis, ide brilian bisa hilang dalam sekejap. Dengan menulis, tak akan ada yang terlewat. Inilah mengapa menulis bisa membuat hidup lebih terorganisir.

Draker Baer (2013) mengingatkan sebuah pepatah lama, “you can trust the faintest of ink more than the strongest of memories”. Anda lebih bisa mempercayai tinta paling samar dibandingkan ingatan yang paling kuat. Saat manusia mudah lupa dengan berbagai macam hal, tulisan akan menyelematkannya.

Menurut Baer, “writing lets you make a bank of knowledge”. Lihat saja bagaimana buku sejarah bekerja. Tanpa ada tulisan sejarah, semua bangsa tidak akan mengetahui pergolakan dan perjuangan di masa terdahulu, sampai lahirnya bangsa itu di masa sekarang. Dengan tulisan sejarah, sebuah bangsa bisa mengorganisir berbagai potensi yang mereka miliki.

Proses Menulis dan Keteraturan

Jika Anda menulis untuk naskah yang panjang, misalnya membuat novel 50.000 kata atau membuat buku setebal 300 halaman, Anda harus memulai dengan perencanaan. Untuk novel, Anda harus menciptakan tokoh berserta karakternya, menentukan tokoh protagonis dan antagonis, membuat plot atau alur cerita, menentukan point of view (POV), membuat konflik, merencanakan klimaks, anti klimaks dan ending cerita.

Untuk buku-buku nonfiksi, Anda harus memulai dengan membuat outline atau kerangka buku. Dengan outline ini, proses penulisan Anda akan sistematis, selalu berada pada jalur, dan tidak mengalami disorientasi. Tulisan Anda menjadi teratur, terorganisir dengan baik, karena telah mengawali menulis dengan perencanaan.

Saat mengalami kebuntuan atau kesulitan menulis, Anda akan mencari bantuan melalui kepustakaan atau referensi. Anda membaca buku, jurnal atau naskah akademik untuk mendapatkan informasi, data atau pengetahuan yang Anda perlukan untuk penulisan buku.

Selesai menulis, Anda akan melakukan editing secara cermat. Anda berusaha menelaah kembali semua tulisan, apakah ada bagian yang salah, apakah sudah sesuai kerangka, apakah sudah sistematis, dan seterusnya. Anda juga berusaha melakukan editing tata bahasa, kosa kata, dan berbagai aturan kepenulisan.

Dengan kebiasaan menulis yang tertib seperti itu, Anda telah terlatih untuk mengorganisir pemikiran dan tindakan. Anda akan terbentuk menjadi seseorang yang terorganisir karena terbiasa merencanakan, menyiapkan dan melakukan aktivitas secara sistematis. Anda mengikuti panduan berupa outline atau kerangka tulisan. Anda melakukan proses dengan urut, hingga lahirnya sebuah buku.

Inilah penjelasan sederhana, kebiasaan menulis akan membuat hidup Anda lebih teratur dan terganisir.

Selamat menulis, selamat menikmati keteraturan hidup.

Bahan Bacaan