.

Writing for Wellness – 17

Oleh : Cahyadi Takariawan

Writing is one of the most important exercises related to language learning — Shannon Kennedy (2018)

.

Sudah sangat banyak saya sampaikan manfaat menulis dalam kehidupan manusia. Berbagai keterangan dari survei para ahli telah menempatkan menulis sebagai aktivitas yang sangat kaya manfaat. Dari berbagai tinjauan, menulis memberikan benefit yang powerful. Amat sayang jika Anda mengabaikannya.

Menulis dan Kemampuan Berbahasa

Di antara manfaat menulis adalah meningkatkan kemampuan berbahasa. Saat menulis, Anda akan berpikir tentang pilihan kosa kata, tata bahasa, ejaan, struktur kalimat, paragraf dan lainsebagainya. Meskipun Anda menulis yang paling sederhana sekalipun, tetap akan melibatkan pengolahan kata dan kalimat.

Dengan rajin menulis, kemampuan berbahasa Anda akan semakin meningkat. Shannon Kennedy (2018) menyatakan, menulis adalah salah satu latihan terpenting yang berhubungan dengan pembelajaran bahasa dan cara yang sangat efektif untuk mengolah kosa kata. Manfaat lainnya adalah meningkatkan kemampuan mengolah tata bahasa, terutama ketika melakukan editing tulisan.

Melalui kegiatan menulis, Anda telah belajar berbahasa. Kemampuan berbahasa Anda akan semakin terasah dari rutinitas menulis. Dalam sebuah studi ditemukan, kemampuan menulis ternyata juga meningkatkan kemampuan berbahasa secara lisan.

Marielle Zagada mengutip hasil sebuah studi tahun 2015 yang mengungkapkan bahwa partisipan yang memiliki keterampilan untuk menghasilkan bahasa akademik dalam tulisan, mereka dapat dengan mudah mentransfer keterampilan argumentatif ke keterampilan berbicara. Artinya, jika Anda mengembangkan keterampilan menulis, di saat sama akan meningkatkan kompetensi dalam berbicara.

Pertanyaan pentingnya adalah, untuk apa kemampuan berbahasa? Apa guna kemampuan berbahasa dalam kehidupan manusia?

Kemampuan Berbahasa Meningkatkan Kemampuan Akademik dan Sosial

Kim Eckart (2018) menyatakan, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kosakata dan tata bahasa tidak hanya memberikan kemahiran lisan dan tulisan, tetapi juga meningkatkan kinerja di bidang lain. Kemampuan berbahasa terbukti membantu kesuksesan akademis dan sosial, sebagaimana dijelaskan oleh Amy Pace dari University of Washington.

“A lot of other research focuses on math, science and literacy, and they don’t even consider that language could be playing a role,” ujar Amy Pace. Banyak penelitian berfokus pada matematika, sains, dan literasi, dan tidak menganggap bahasa sebagai hal penting.

Studi ini melihat berbagai keterampilan kesiapan sekolah dan menentukan mana yang menjadi faktor paling kuat dari kesuksesan anak di kemudian hari. Ditemukan, faktor paling kuat adalah bahasa, kemampuan menggunakan kata-kata dengan lancar dan merangkai menjadi kalimat. Demikian dinyatakan Kathy Hirsh-Pasek dari Temple University.

Amy Pace menjelaskan, berbahasa adalah kemampuan untuk mengolah kata-kata dan menggunakan tata bahasa yang kompleks untuk berkomunikasi dalam ucapan dan tulisan. Itulah mengapa kemampuan berbahasa bisa memengaruhi area pengembangan akademik dan sosial.

“Kemampuan berbahasa secara konsisten muncul sebagai faktor penting perkembangan akademis dan sosial,” ujar Pace.

Situs The Educator melaporkan, para peneliti dari Institute for Learning & Brain Sciences (I-LABS) menemukan bahwa mempelajari bahasa dapat membantu siswa memperoleh nilai yang lebih tinggi secara signifikan dalam pelajaran matematika dan seni. Studi ini juga semakin menguatkan studi Amy Pace dan tim, bahwa kemampuan bahasa mampu meningkatkan kemampuan akademik.

Di Australia, telah dikembangkan desain pendidikan bahasa untuk menunjang kemampuan akademik siswa. “Pengenalan ke bahasa dan budaya lain dapat memiliki manfaat perkembangan yang signifikan pada anak-anak, misalnya dikaitkan dengan bahasa Inggris yang lebih baik dan keterampilan pemecahan masalah,” ungkap Simon Birmingham, Menteri Pendidikan Federal di Australia.

Sudah sangat jelas bukan, bagaimana kemampuan berbahasa mampu meningkatkan kemampuan akademik dan sosial, termasuk kemampuan memecahkan masalah. Selamat menulis, selamat berkarya.

Bahan Bacaan