.
Writing for Wellness – 9
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Sangat banyak studi tentang manfaat menulis. Ternyata menulis tidak hanya terkait dengan katarsis, kesehatan jiwa, pelepasan beban, menambah kebahagiaan, meningkatkan kecerdasan, namun juga memberikan manfaat dalam aspek kepemimpinan (leadership).
Dalam kehidupan modern, kepemimpinan adalah hal sangat vital. Persaingan bisnis, eksistensi organisasi, kekuatan lembaga, sangat banyak dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan. Maka banyak studi mencari berbagai faktor yang bisa membantu suksesnya pemimpin.
Kepemimpinan adalah proses dimana seorang individu mempunyai pengaruh terhadap orang lain, menginspirasi, memberi semangat, memotivasi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai tujuan kelompok atau organisasi (Gareth Jones & Jennifer George, 2010). Melihat definisi ini, sosok sang pemimpin menjadi sangat sentral perannya.
Menulis dan Jiwa Kepemimpinan
Direktur Lembaga Kepemimpinan Harvard University, Eric J. McNulty menyatakan, “A leader has a strong vision but also actively listens to the ideas of others. Even when some colleagues, such as those to the right, have opposing ideas or don’t get along, the leader maintains focus on the overall goal and ensures that people can still work together fruitfully”.
Seorang pemimpin harus memiliki visi yang kuat tetapi di saat yang sama harus aktif mendengarkan ide-ide pihak lain. Bahkan ketika beberapa staf memiliki ide yang berbeda, pemimpin harus tetap fokus pada tujuan keseluruhan dan memastikan bahwa semua staf dapat bekerja sama dengan baik.
Menulis tidak secara langsung membuat penulis menjadi pemimpin. Namun, McNulty menemukan, menulis renungan diri (manifesto) selama 10 menit setiap hari adalah latihan yang baik untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Hal ini menunjukkan manfaat yang sangat luas dari aktivitas menulis.
Bas Kohnke (2019) menyatakan, para pemimpin perlu memiliki lima soft skill, yaitu mendengarkan aktif, menyayangi diri, empati, (pengakuan atas) kerentanan, dan kejujuran. Pada poin vulnerability dan honesty, bisa terbangun melalui tulisan. Menulis manifesto, atau menulis jurnal laporan harian, akan makin menguatkan beberapa aspek softskill kepemimpinan tersebut.
Menulis manifesto sebagai pemimpin, mampu menumbuhkan jiwa dan naluri kepemimpinan. Karena dengan menulis, seseorang akan bisa menyatakan dengan detail kondisi dan situasi yang dihadapi. Menurutnya, menulis manifesto harus dimulai dari kejujuran terhadap diri sendiri.
McNulty menyatakan, “A personal manifesto begins with an honest conversation with yourself. That’s not as easy as it sounds; honesty takes work — and guts. It also takes time”. Manifesto pribadi dimulai dengan percakapan jujur dengan diri Anda sendiri. Ini memang tidak mudah, karena kejujuran membutuhkan kesungguhan kerja, keberanian serta waktu.
Menurut McNulty, jujur pada diri sendiri adalah sebuah proses. “Anda duduk, berpikir, menulis, dan mengedit. Ulangi lagi. Kembali duduk, berpikir, menulis dan mengedit, sampai kata-katanya persis seperti yang Anda inginkan”, ujarnya.
Manifesto yang baik membutuhkan introspeksi mendalam yang mengekspos kerentanan. Ini akan membantu Anda mengatasinya. Tulisan manifesto ini dari Anda dan untuk Anda sendiri. Tidak untuk dipublikasikan.
Apa yang Ditulis?
Bukan hanya McNulty, Aytekin Tank (2019) juga menyarankan pentingnya menulis perkembangan (jurnal), yang bersifat pribadi. Menurutnya, menulis laporan pribadi, memungkinkan Anda mengakses ide-ide inovatif yang tersembunyi di bawah permukaan, atau di alam bawah sadar Anda.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika pemimpin berada dalam tekanan, tim akan turut merasakan dampaknya. Menulis laporan berfungsi sebagai katup yang membantu Anda melepaskan serta mengelola tekanan. Aytekin mengutip penjelasan psikolog Dr. Jane McCartney, bahwa “menuliskan sesuatu akan menghentikan ia berputar-putar di kepala kita.”
Selanjutnya, Aytekin Tank menyarankan, Anda bisa secara rutin menulis jawaban dari berbagai pertanyaan berikut ini:
- Bagaimana perasaan saya saat ini?
- Bagaimana penilaian saya tentang kepemimpinan saya?
- Apa ide paling kreatif yang pernah saya dengar dalam 24 jam terakhir?
- Apa yang saya suka dari ide itu?
- Hal apa yang sedang saya perhatikan saat ini?
Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini dapat menghasilkan sangat banyak jawaban yang bisa Anda tuliskan secara rutin. Menurut Aytekin, jika Anda menulis rutin jawaban dari berbagai pertanyaan tersebut, sangat jarang menghasilkan jawaban yang sama. Akan selalu menemukan hal yang berbeda setiap harinya.
Selamat menulis, selamat menikmati banyak manfaat dari menulis.
Bahan Bacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar