.
Writing for Wellness – 10
Oleh : Cahyadi Takariawan
The study found journaling reduced bedtime worry and stress, increased sleep time, and improved sleep quality – Lydia Denworth (2018)
.
Menulis benar-benar ajaib. Sangat banyak kemanfaatan yang bisa didapatkan dari aktivitas menulis. Berbagai studi yang dilakukan para ahli, semakin memberikan cakrawala pemahaman yang luas tentang kemanfaatan menulis bagi kehidupan manusia. Salah satunya, menulis terbukti membantu mempercepat tidur, dengan tidur yang berkualitas.
Menulis Pengalaman Traumatis Memudahkan Tidur
Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang sulit tidur cenderung mengalami berbagai keresahan dan kekhawatiran sebelum tidur. Pikiran yang tidak diinginkan ini menghasilkan stres dan tekanan, yang membuat seseorang tidak bisa bersantai. Menyuruh otak untuk berhenti memikirkan hal buruk — dan menjadi marah ketika tidak berhasil — justru semakin memperburuk keadaan.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Broadbent dan kawan-kawan di New Zealand, menemukan hubungan positif antara menulis dengan kualitas tidur.
Penelitian tersebut memberikan penjelasan, partisipan yang menuliskan pengalaman traumatis mereka selama 20 menit sehari, memiliki waktu tidur yang lebih sehat, yaitu selama 7 hingga 8 jam dibanding dengan peserta yang tidak menulis.
Studi ini memberikan petunjuk, bahwa pengalaman traumatis atau kejadian tidak menyenangkan yang mengganggu tidur, akan menjadi ringan saat dituliskan. Hal-hal yang memusingkan, berputar-putar di kepala, menjadi reda setelah selesai dituliskan. Gangguan tidur teratasi, maka tidar menjadi lebih nyenyak.
Menulis Pengalaman Menyenangkan Meningkatkan Kualitas Tidur
Jika Broadbent dan kawan-kawan fokus pada menuliskan pengalaman traumatis, kelompok ahli yang lain menyarankan penulisan hal-hal positif dan membahagiakan. Hasilnya sama, bahwa dengan menulis pengalaman menyenangkan, membawa pikiran ke arah yang lebih positif dan bahagia (Lydia Denworth, 2018).
Menulis pengalaman positif dan bahagia, bisa membantu mengarahkan pikiran Anda ke hal-hal lebih baik. Menuangkan pikiran ke dalam tulisan memiliki dampak yang lebih baik dibandingkan hanya membiarkan pikiran berputar-putar di kepala.
Menulis kondisi diri sebelum tidur, hanya memerlukan waktu 15 menit. Jika Anda rutin menulis setiap malam sebelum tidur, bisa menjadi bagian yang menenangkan untuk menghantarkan Anda kepada tidur yang nyenyak dan berkualitas. Seiring perjalanan waktu, proses menulis bisa Anda lakukan dengan santai, sehingga membuat lebih mudah tidur.
Dengan suasana jiwa yang nyaman, terlepas dari tekanan, kualitas tidur Anda semakin membaik. Hal ini dapat membantu Anda merasa lebih energik dan bersemangat pada keesokan hari setelah bangun tidur.
Lydia Denworth melaporkan sebuah studi melibatkan 41 mahasiswa yang diganggu oleh kekhawatiran waktu tidur. Para partisipan diberi tugas melakukan tindakan yang bisa membantu diri sendiri untuk tidur nyenyak. Satu kelompok diminta untuk membuat tulisan setiap malam selama seminggu. Studi tersebut menemukan bahwa menulis kondisi diri (journaling) bisa mengurangi kekhawatiran dan stres waktu tidur, meningkatkan waktu tidur serta meningkatkan kualitas tidur.
Patisipan diminta untuk menyisihkan waktu 15 menit setiap malam untuk menulis tentang pengalaman positif yang mereka alami pada hari itu. Mereka menulis bukan hanya tentang kejadian yang dialami, tetapi juga bagaimana perasaan mereka saat itu. Usai menulis, mereka berangkat ke tempat tidur, dan mematikan lampu. Mereka berada dalam kondisi yang lebih baik menjelang tidur.
Menulis Daftar Aktivitas Esok Hari Dapat Mempercepat Tidur
Bukan hanya menulis pengalaman traumatis dan pengalaman menyenangkan yang bisa membuat nyenyak tidur. Sebuah studi yang dilaporkan di Journal of Experimental Psychology menyarankan solusi yang mudah dan efektif, menulis kondisi diri (journaling) selama lima menit sebelum tidur. Ditemukan, yang paling membantu bukanlah menulis tentang apa yang Anda capai hari ini, tetapi menuliskan daftar tugas Anda untuk esok hari.
Dalam studi terhadap 57 orang dewasa, peneliti dari Baylor University dan Emory University menemukan bahwa menulis daftar tugas, bisa membantu orang tidur lebih cepat. Penelitian yang dipimpin oleh Michael Scullin tersebut menggunakan standar pengukuran tidur, untuk menentukan secara tepat seberapa cepat orang tertidur.
Dibandingkan menulis tentang pencapaian, ternyata lebih kuat pengaruh menulis daftar aktivitas esok hari. Terbukti partisipan yang menulis daftar aktivitas esok hari, bisa tidur lebih cepat dibandingkan partisipan yang menulis pencapaian hari ini.
Kesimpulan
Sangat banyak studi dari para ahli, yang meneliti pengaruh menulis dan kualitas tidur. Beberpa poin yang bisa diambil kesimpulan adalah:
Pertama, kondisi stres atau khawatir menjelang tidur membuat tubuh Anda tidak bisa santai, sehingga sulit tidur. Menulis hal-hal traumatis yang mengganggu tidur Anda, dapat menenangkan pikiran sehingga memudahkan tidur.
Kedua, menuliskan kondisi diri (jurnal) yang positif dan bahagia selama 15 menit sebelum tidur malam, dapat membantu tidur lebih lama, dengan kualitas tidur yang lebih baik.
Ketiga, menulis daftar tugas atau aktivitas esok hari sebelum tidur, dapat menenangkan jiwa Anda dan membantu Anda lebih mudah tertidur.
Selamat menulis, selamat menikmati tidur malam berkualitas.
Bahan Bacaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar