Oleh : Ledwina Eti Wuryani
Saat Pandemi ini pembelajaran wajid dengan daring/luring. Siswa kita Lahir
di era informasi, di era “digital, mereka mempunyai akses yang bebas, pasti
mereka lebih senang cari info yg lebih menarik, mereka suka belajar dari you tube. Jika ada pertanyaan, mereka
akan memilih jawaban dari google , tak perlu tanya guru apalagi orang
tua.
Saat ini banyak anak didik yg lebih cerdas dari gurunya. Apalagi bagi siswa yang #mampu sehingga orang tua memberikan
#fasilitas yang cukup kepada anak kesayangannya. Dan anaknya #mau belajar,
#kreatif dan #inovatif.
Kesenjangan semacam
ini tidak bisa dibiarkan begitu saja
agar tidak berakibat fatal dalam proses
pendidikan. Guru yg #gaptek akan
menurunkan derajat kredibilitasnya
dihadapan para muridnya. Murid bisa
bersikap underestimate, seolah-olah
guru orang ....... di tengah metropolitan. (hehe...seperti saya)
Benarkah?
Tanpa adanya bimbingan
terarah, kemajuan teknologi berpotensi
membuat anak cepat puas dengan
pengetahuan yang diperolehnya, sehingga menganggap yg diperoleh dari internet
atau teknologi lain adalah pengetahuan terlengkap dan final.
Memang benar sekali!
Dampak positif penggunaan teknologi bagi pembelajaran menjadi efektif
dan efisien. Berdasarkan the knowledge academy dan smoothwall menyatakan
guru-guru yg menggunakan teknologi di dalam kelas mengakui teknologi membuat perencaanaan dan proses mengajar
#lebihmudahdanefisien. Dengan teknologi memungkinkan guru bisa memberikan pelajaran
lebih #variasidanmenarik, serta membuat ruang kelas lebih #hidupdanmenyenangkan.
Bagaimana kita yang di lapangan?
Secara pribadi, saya sebagai guru sangat setuju dan pasti semua
mau jadi guru ideal di era digital ini. Tapi masalahnya, guru yang sudah
#lanjutusia seperti saya kadang pusing melihat terlalu banyak aplikasi yang harus dipahami. Tetap
semangat, belajar , belajar guru dan murid harus semangat belajar
Secara umum hal-hal yang mengahambat diterapkannya teknologi di dalam kelas adalah
1)usia lanjt, 2)biaya media yang mahal yaitu komputer dan infokus,3)Hp Android
dan keterbatasan fasilitas yang dimilki sekolah, jumlah siswa yang terlalu
banyak dan tidak pernah diberikan
pelatihan penggunaan komputer sehingga
tidak mampu secara optimal dalam
penggunaan komputer/aplikasi.
Hal ini memang tak bisa di tawar lagi...juga yang di rumah
ada banyak anak sekolah mereka harus punya hp androiid semua...
#HebatSMPKAndalurisudahmenerapkanpembelajarandigital
#Longlifelearning
Bu’de
Ledwina Eti Wuryani
Tidak ada komentar:
Posting Komentar