Kamis, 11 Februari 2021

Guru di Era Digital

 

Oleh : Ledwina Eti Wuryani

Saat Pandemi ini pembelajaran  wajid dengan daring/luring. Siswa kita Lahir di era informasi, di era “digital,  mereka mempunyai akses yang bebas, pasti mereka lebih senang cari info yg lebih menarik, mereka suka belajar  dari you tube. Jika ada pertanyaan, mereka akan memilih jawaban  dari google ,  tak perlu tanya guru apalagi  orang  tua.

Saat ini banyak anak didik yg lebih cerdas dari  gurunya. Apalagi bagi siswa yang  #mampu sehingga orang tua memberikan #fasilitas  yang cukup kepada  anak kesayangannya. Dan anaknya #mau belajar, #kreatif dan #inovatif.

Kesenjangan  semacam ini tidak bisa dibiarkan begitu  saja agar tidak berakibat fatal dalam proses  pendidikan. Guru yg #gaptek  akan menurunkan  derajat kredibilitasnya dihadapan para muridnya.  Murid  bisa  bersikap underestimate, seolah-olah  guru orang ....... di tengah metropolitan. (hehe...seperti saya)

Benarkah?

Tanpa adanya  bimbingan terarah, kemajuan teknologi  berpotensi membuat anak cepat puas  dengan pengetahuan yang diperolehnya, sehingga menganggap yg diperoleh dari internet atau teknologi lain adalah pengetahuan terlengkap dan final.

Memang benar sekali!  Dampak positif  penggunaan  teknologi bagi pembelajaran menjadi efektif dan efisien. Berdasarkan the knowledge academy dan smoothwall menyatakan guru-guru yg menggunakan teknologi di dalam kelas mengakui  teknologi membuat perencaanaan dan proses mengajar #lebihmudahdanefisien. Dengan teknologi memungkinkan guru bisa memberikan pelajaran lebih #variasidanmenarik, serta membuat ruang kelas lebih #hidupdanmenyenangkan.

Bagaimana kita yang di lapangan?

Secara pribadi, saya sebagai guru sangat setuju dan pasti semua mau jadi guru ideal di era digital ini. Tapi masalahnya, guru yang sudah #lanjutusia seperti saya  kadang  pusing melihat  terlalu banyak aplikasi yang harus dipahami. Tetap semangat, belajar , belajar guru dan murid harus semangat belajar

Secara umum hal-hal yang mengahambat  diterapkannya teknologi di dalam kelas adalah 1)usia lanjt, 2)biaya media yang mahal yaitu komputer dan infokus,3)Hp Android dan keterbatasan fasilitas yang dimilki sekolah, jumlah siswa yang terlalu banyak dan tidak  pernah diberikan pelatihan penggunaan  komputer sehingga tidak mampu  secara optimal dalam penggunaan komputer/aplikasi.

Hal ini memang tak bisa di tawar lagi...juga yang di rumah ada banyak anak sekolah mereka harus punya hp androiid semua...

#HebatSMPKAndalurisudahmenerapkanpembelajarandigital

#Longlifelearning

 

Bu’de

Ledwina Eti Wuryani

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...