Jumat, 12 Februari 2021

ENGKAU TAK PERNAH MENYADARI

 


 

 Oleh : Ledwina Eti Wuryani



Hati  terasa teriris

Tak terasa air meta mengalir di pipi

Aku menyadari ,

Aku tahu diri

 

Tapi,

Perlakuanmu padaku  sungguh menyayat hati

Sedikitpun tak menghargai

Aku  pernah salah, itu kuakui

Akupun tak  malu menghadap diri

 

Aku  minta maaf dan aku sadar  supaya aku bisa refkesi

Aku  coba menahan diri

Aku memang tak berarti

Sungguh!!, engkau tega, Engkau selalu membuatku sakit hati

 

Tuhan, Bapa Surgawi,

Kuatkan imanku  untuk perlakuan ini,

Aku terus berdoa dan refleksi

Aku berusaha untuk  tahu diri,

Karena aku memang  orang kecil dan harus tereliminasi,

 

Ku tahan  sesaknya hati,

Kutepis  basah airmataku yang di pipi,

Kapan Tuhan...Engkau membukakan diri

Untuk aku  bisa dihargai

Oleh  pejabat, oleh penguasa yang sedang berdiri

 

Sedih, perih

Tapi aku  coba untuk  tersenyum  menghibur diri

Saat hatiku terus menerus disakiti...

 

Kutulis dengan air mata membanjiri..

Agar  diri ini bisa tabah untuk menghadapi

Perlakukan orang-orang  yang kian menyakiti

Tuhan, tabahkan, dan kuatkan kami.

 

Semoga hambamu tetap bisa menghormati,

Menghargai dan mengasihi

Trimakasih  untuk pelajaran ini,

Kiranya  menjadikan  dewasa diri ini

Di mata Tuhan dan dimata yang  kukasihi

 

Berkati orang yang kami jumpai

Semoga  aku selalu bisa baik hati,

Seperti Engkau yang selalu Baik hati.

 

Waingapu

12 Februari 2021

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...