Hati terasa teriris
Tak terasa air meta
mengalir di pipi
Aku menyadari ,
Aku tahu diri
Tapi,
Perlakuanmu padaku sungguh menyayat hati
Sedikitpun tak menghargai
Aku pernah salah, itu kuakui
Akupun tak malu menghadap diri
Aku minta maaf dan aku sadar supaya aku bisa refkesi
Aku coba menahan diri
Aku memang tak berarti
Sungguh!!, engkau tega, Engkau
selalu membuatku sakit hati
Tuhan, Bapa Surgawi,
Kuatkan imanku untuk perlakuan ini,
Aku terus berdoa dan
refleksi
Aku berusaha untuk tahu diri,
Karena aku memang orang kecil dan harus tereliminasi,
Ku tahan sesaknya hati,
Kutepis basah airmataku yang di pipi,
Kapan Tuhan...Engkau
membukakan diri
Untuk aku bisa dihargai
Oleh pejabat, oleh penguasa yang sedang berdiri
Sedih, perih
Tapi aku coba untuk
tersenyum menghibur diri
Saat hatiku terus menerus
disakiti...
Kutulis dengan air mata
membanjiri..
Agar diri ini bisa tabah untuk menghadapi
Perlakukan orang-orang yang kian menyakiti
Tuhan, tabahkan, dan
kuatkan kami.
Semoga hambamu tetap bisa
menghormati,
Menghargai dan mengasihi
Trimakasih untuk pelajaran ini,
Kiranya menjadikan
dewasa diri ini
Di mata Tuhan dan dimata
yang kukasihi
Berkati orang yang kami
jumpai
Semoga aku selalu bisa baik hati,
Seperti Engkau yang selalu
Baik hati.
Waingapu
12 Februari 2021
Tidak ada komentar:
Posting Komentar