Jumat, 12 Februari 2021

ISTRI YANG TERANIAYA

Oleh: Ledwina Eti Wuryani 


 

Waktu  itu,.....

Dalam hati aku bertanya......

Kulihat tetanggaku sebelah,

 

Apa dia termasuk istri yang pintar atau yang bodoh.....

Kalau istri  hanya  mengalah itu termasuk istri yang bodoh?

 

Suami pakai uang sendiri untuk kebutuhannya sendiri .....

Yang dia mau, yang dia suka.......

Sementara jatah istri yang 10% dari gaji, mana.....itu saja yang kuharap.

Itupun tak pernah dia dapat

 

Apakah dia  tipe orang matre...

Cuma kau ingin diakui sebagai seorang istri,....

Kenapa  dia harus melayani suami!  Keluarga!, tapi  pakai gaji yang dia miliki....

 

Mana  jatah istri 10 %   yang untuk   istri ??

gajinya yang merupakan hak istri....

itupun tak pernah dia terima!!!! 

Ya!!  tak pernah dia terima sama sekali!

 

Sedih....

Sedih sekali...

Kadang saya berpikir, kenapa dia harus berpikir  untuk orang lain???

Untuk  keluarganya???

 

Misal membelikan  barang-barang, pakaian...sebenarnya untuk apa itu ??

Cari muka ...?!!! ...ah mukanya sudah jelas  !!

Mereka sedikitpun  tak pernah ada yang mengerti sakit hatinya.... tidak ada!!!

Justru  tahunya sang istri terlalu berkelimpahan  hingga membelikan barang-barang yang tak penting!!

 

Coba renungkan,...

Coba sbelajar untuk jangan  berpikir  untuk orang lain,

berpikirlah untuk diri sendiri dan anak-anak saja.....

Suami tidak pernah berpikir untuk istri dan kebutuhannya....

 

Sedikitpua!! sesenpun!!

Istri sakit pun  tidak pernah dia membantumya,

Bahkan  sekarat  tak sedikitpun memperhatikannya!!

sedekah untuk  membantu pengobatan!!!   tidak!! Tidak pernah!!

Istri minta tolong, mana dia mau!!  Hanya menyakitkan yang ada.

tidak sedikitpun  ada hati mau berkorban untuk istrinya..

kasihan memang sang istri ini.......

 

Pelacur  saja  untuk memakai jasanya harus membayar kok,...

Jujur!!

Sebenarnya istri  tidak punya kewajiban untuk melayani dia!!.jangan repot!!

Suami tidak pernah menafkahi! ....biarlah semua jalan seperti air mengalir  saja....

Jangan  paksa  diri....capek!,  capek sekali! kesel kalau diingat-ingat...

biarlah ini untuk sendiri,  sendiri  dan untuk sendiri dan anak-anakku  saja.

 

Kudengarkan curahan hatinya, aku  turut sedih,

Aku jadi ingin menangis,

Kenapa  kau suami,  sungguh tega memperlakuan istri seperti itu...

Dia sudah meninggalkan segala-galanya demi kamu orang yang tercinta,

Tapi......

 

Tuhan...Engkaulah andalan hidupnya

Kuatkan dirinya, ajari terus dia untuk rela

Berkatmu terlalu banyak untuknya.

 

                                                                              Waingapu,  2 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...