Oleh: Ledwina Eti Wuryani
Waktu itu,.....
Dalam hati aku
bertanya......
Kulihat tetanggaku
sebelah,
Apa dia termasuk istri
yang pintar atau yang bodoh.....
Kalau istri hanya
mengalah itu termasuk istri yang bodoh?
Suami pakai uang sendiri
untuk kebutuhannya sendiri .....
Yang dia mau, yang dia
suka.......
Sementara jatah istri
yang 10% dari gaji, mana.....itu saja yang kuharap.
Itupun tak pernah dia dapat
Apakah dia tipe orang matre...
Cuma kau ingin diakui
sebagai seorang istri,....
Kenapa dia harus melayani suami! Keluarga!, tapi pakai gaji yang dia miliki....
Mana jatah istri 10 % yang untuk istri ??
gajinya yang merupakan
hak istri....
itupun tak pernah dia terima!!!!
Ya!! tak pernah dia terima sama sekali!
Sedih....
Sedih sekali...
Kadang saya berpikir,
kenapa dia harus berpikir untuk orang
lain???
Untuk keluarganya???
Misal membelikan barang-barang, pakaian...sebenarnya untuk apa
itu ??
Cari muka ...?!!! ...ah
mukanya sudah jelas !!
Mereka sedikitpun tak pernah ada yang mengerti sakit hatinya....
tidak ada!!!
Justru tahunya sang istri terlalu berkelimpahan hingga membelikan barang-barang yang tak
penting!!
Coba renungkan,...
Coba sbelajar untuk
jangan berpikir untuk orang lain,
berpikirlah untuk diri
sendiri dan anak-anak saja.....
Suami tidak pernah
berpikir untuk istri dan kebutuhannya....
Sedikitpua!! sesenpun!!
Istri sakit pun tidak pernah dia membantumya,
Bahkan sekarat
tak sedikitpun memperhatikannya!!
sedekah untuk membantu pengobatan!!! tidak!! Tidak pernah!!
Istri minta tolong, mana
dia mau!! Hanya menyakitkan yang ada.
tidak sedikitpun ada hati mau berkorban untuk istrinya..
kasihan memang sang istri
ini.......
Pelacur saja
untuk memakai jasanya harus membayar kok,...
Jujur!!
Sebenarnya istri tidak punya kewajiban untuk melayani dia!!.jangan
repot!!
Suami tidak pernah menafkahi!
....biarlah semua jalan seperti air mengalir
saja....
Jangan paksa
diri....capek!, capek sekali!
kesel kalau diingat-ingat...
biarlah ini untuk
sendiri, sendiri dan untuk sendiri dan anak-anakku saja.
Kudengarkan curahan hatinya,
aku turut sedih,
Aku jadi ingin menangis,
Kenapa kau suami,
sungguh tega memperlakuan istri seperti itu...
Dia sudah meninggalkan
segala-galanya demi kamu orang yang tercinta,
Tapi......
Tuhan...Engkaulah andalan
hidupnya
Kuatkan dirinya, ajari
terus dia untuk rela
Berkatmu terlalu banyak
untuknya.
Waingapu, 2 Desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar