Setiap orang pasti akan merasa bangga jika anaknya selalu jadi juara. Orang tua
akan merasa ada kenikmatan
ketika melihat anak-anaknya meraih prestasi.
Mendorong
untuk anaknya berprestasi itu boleh-boleh saja dan baik adanya, tapi seringkali harapan yang berlebihan berdampak
ekstrim pada anak.
Dampaknya
adalah , anak tumbuh
menjadi pribadi kehidupannya
dipenuhi dengan target.
Mungkin bisa yang irrasional. Dengan kata lain , tak pernah ada kata
bagus untuk apapun yang dilakukannya. Karena tak ada
seorang pun yang sempurna dan
mampu melakukan semua hal dengan
gemilang. Penghargaan terhadap diri sendiri pun minim.
Mereka
juga sensitif dan cenderung defensif (prinsip kuat dalam mempertahankan
pendapatnya) ketika menerima kritikan.
Bahkan mungkin tidak mau di kritik. Masa depan anak tersebut akan
menjadi orang yang emosional. Mudah sakit hati. Susah menghargai orang lain.
Ketika
dewasa mereka susah untuk mengikuti organisasi. Mereka takut dengan penolakan. Alhasil , mereka akan
hidup kesepian. Kalaupun mereka mampu
mencapai kesuksesan dalam karier,
hidup mereka akan merasa hampa, karena mereka
tak pernah merasa cukup sukses.
Mereka
akan selalu merasa kurang puas dengan
hasil yang mereka peroleh. Dalam
pergaulan mereka kurang, dan cenderung
Egois.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar