Sabtu, 13 Maret 2021

Orang tua yang perfeksionis , anaknya merana

 


 

Setiap  orang pasti akan merasa bangga  jika anaknya selalu jadi juara. Orang tua akan  merasa ada   kenikmatan  ketika melihat anak-anaknya  meraih  prestasi.

Mendorong untuk anaknya berprestasi  itu   boleh-boleh saja dan baik adanya,  tapi seringkali harapan  yang berlebihan  berdampak  ekstrim  pada  anak.

                Dampaknya adalah  , anak  tumbuh  menjadi  pribadi  kehidupannya  dipenuhi dengan  target. Mungkin  bisa  yang irrasional.  Dengan kata lain , tak pernah  ada kata  bagus  untuk  apapun yang dilakukannya. Karena tak ada seorang pun  yang  sempurna dan  mampu melakukan  semua hal dengan gemilang. Penghargaan terhadap diri sendiri pun minim.        

                Mereka juga sensitif dan cenderung defensif (prinsip kuat dalam mempertahankan pendapatnya) ketika menerima kritikan.  Bahkan mungkin tidak mau di kritik. Masa depan anak tersebut akan menjadi orang yang emosional. Mudah  sakit hati. Susah menghargai orang lain.

                Ketika dewasa mereka  susah  untuk mengikuti  organisasi. Mereka  takut dengan penolakan. Alhasil , mereka akan hidup kesepian. Kalaupun mereka mampu  mencapai kesuksesan  dalam karier, hidup mereka akan merasa hampa, karena mereka  tak pernah merasa  cukup sukses.

                Mereka akan selalu merasa kurang puas  dengan hasil yang mereka peroleh.  Dalam pergaulan mereka  kurang, dan cenderung Egois.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...