Sabtu, 13 Maret 2021

The Power off ‘tak terduga’

 Oleh  : Ledwina Eti W

 Di suatu perjalanan  jauh yang akan kutempuh.  Dalam hati ku berdoa. Tuhan lindungilah  perjalananku  saat ini.  Semoga perjalanan lancar sampai tujuan.

Saya pernah membaca, tapi lupa dimana. Tuhan akan memberikan  berkat kepada kita  saat kita rela memberikan energi  kebaikan  kepada orang-orang yang kita jumpai.

Di saat dalam perjalanan  saya mempraktekkan. Kujumpai seorang  tukang sepatu yang mangkal  dekat  rumahku. Tuhan,  berikanlah  rejeki  pada bapak tua ini. Semoga dia mendapatkan rejeki yang cukup untuk hari ini.Cukupkan makanan bagi  istri  dan anak-anaknya yang sedang menunggu di rumahnya.

Tak  berselang lama  kulihat  seorang pemulung yang sedang mengais-ngais  sampah  memilih  botol aqua  di atas mobil  sampah di pinggiran jalan yang kulewati.  Dari atas  kendaharaan yang kutumpangi, dalam  hati  ku berdoa untuknya. Tuhan, kasihanilah  dia, berikan berkat padanya  untuk hari ini  makanan yang secukupnya. Saya sedih melihatnya. Betapa  bahagianya saya, tidak melakukan pekerjaan yang  seperti   dilakukan oleh bapak tua itu.  Bukan  hal yang berat kalau saya berdoa untuknya. Mungkin bapak  tua   tidak sempat berdoa untuk hari ini.

 Kami pun melanjutkan perjalanan. Sebelum sampai bandara Mau Hau. Sebelum masuk jembatan, tiba-tiba  seorang perempuan  mengejar  mobil yang  kutumpangi.  Saya  penasaran, akhirnya kami berhenti. Mama tua  menggedor pintu mobil dan akhirnya  kubuka. Ada apa mama?: tanyaku penasaran.   Kasih saya uang!!,  Saya mau  beli nasi! Teriak mama tua  itu. Kusorong  selembar uang padanya. Terus mama tua itu mengucapkan terimakasih. Ia mengucapkan kata-kata yang lirih tak terdengar. Entah mama tua itu omong apa.   Mungkin kita mengatakan selamat jalan dan  semoga saya  juga mendapatkan berkat hari ini. Mungkin!. Kututup kaca jendela mobil. Mama tua melambaikan tangan  dan akhirnya kami terus melaju  melanjutkan perjalanan.

Sekitar dua jam kemudian sampailah ke tempat yang kami tuju. Tugas  kamipun berjalan lancar. Setelah saya pamit,benar sudah!. Akhirnya saya pun mendapat berkat yang tak terduga. Trima kasih banyak Tuhan.

Ternyata energi kebaikan yang saya berikan kepada orang lain akan berdampak juga kepada saya.

Ternyata benar adanya, Sepanjang kita memberikan ‘sesuatu’ dengan iklas kepada orang yang  membutuhkan. Mendoakan orang yang  berkekurangan. Tuhan akan melipat gandakan berkat itu buat kita.

 Inilah kebahagiaan  kecil  saya . Sederhana!. Bahagia bertumbuh  dengan mencapai  target-target kecil  yang diciptakan sendiri

Janganlah berhenti untuk berbuat baik. Semoga kita selalu diberkati dan diberikan rejeki oleh yang memberikan kehidupan.

Salam.

Waingapu, 13 Oktober 2020

 

The Power off  ‘tak terduga’

 Di suatu perjalanan  jauh yang akan kutempuh.  Dalam hati ku berdoa. Tuhan lindungilah  perjalananku  saat ini.  Semoga perjalanan lancar sampai tujuan.

Saya pernah membaca, tapi lupa dimana. Tuhan akan memberikan  berkat kepada kita  saat kita rela memberikan energi  kebaikan  kepada orang-orang yang kita jumpai.

Di saat dalam perjalanan  saya mempraktekkan. Kujumpai seorang  tukang sepatu yang mangkal  dekat  rumahku. Tuhan,  berikanlah  rejeki  pada bapak tua ini. Semoga dia mendapatkan rejeki yang cukup untuk hari ini.Cukupkan makanan bagi  istri  dan anak-anaknya yang sedang menunggu di rumahnya.

Tak  berselang lama  kulihat  seorang pemulung yang sedang mengais-ngais  sampah  memilih  botol aqua  di atas mobil  sampah di pinggiran jalan yang kulewati.  Dari atas  kendaharaan yang kutumpangi, dalam  hati  ku berdoa untuknya. Tuhan, kasihanilah  dia, berikan berkat padanya  untuk hari ini  makanan yang secukupnya. Saya sedih melihatnya. Betapa  bahagianya saya, tidak melakukan pekerjaan yang  seperti   dilakukan oleh bapak tua itu.  Bukan  hal yang berat kalau saya berdoa untuknya. Mungkin bapak  tua   tidak sempat berdoa untuk hari ini.

 Kami pun melanjutkan perjalanan. Sebelum sampai bandara Mau Hau. Sebelum masuk jembatan, tiba-tiba  seorang perempuan  mengejar  mobil yang  kutumpangi.  Saya  penasaran, akhirnya kami berhenti. Mama tua  menggedor pintu mobil dan akhirnya  kubuka. Ada apa mama?: tanyaku penasaran.   Kasih saya uang!!,  Saya mau  beli nasi! Teriak mama tua  itu. Kusorong  selembar uang padanya. Terus mama tua itu mengucapkan terimakasih. Ia mengucapkan kata-kata yang lirih tak terdengar. Entah mama tua itu omong apa.   Mungkin kita mengatakan selamat jalan dan  semoga saya  juga mendapatkan berkat hari ini. Mungkin!. Kututup kaca jendela mobil. Mama tua melambaikan tangan  dan akhirnya kami terus melaju  melanjutkan perjalanan.

Sekitar dua jam kemudian sampailah ke tempat yang kami tuju. Tugas  kamipun berjalan lancar. Setelah saya pamit,benar sudah!. Akhirnya saya pun mendapat berkat yang tak terduga. Trima kasih banyak Tuhan.

Ternyata energi kebaikan yang saya berikan kepada orang lain akan berdampak juga kepada saya.

Ternyata benar adanya, Sepanjang kita memberikan ‘sesuatu’ dengan iklas kepada orang yang  membutuhkan. Mendoakan orang yang  berkekurangan. Tuhan akan melipat gandakan berkat itu buat kita.

 Inilah kebahagiaan  kecil  saya . Sederhana!. Bahagia bertumbuh  dengan mencapai  target-target kecil  yang diciptakan sendiri

Janganlah berhenti untuk berbuat baik. Semoga kita selalu diberkati dan diberikan rejeki oleh yang memberikan kehidupan.

Salam.

Waingapu, 13 Oktober 2020

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...