Oleh : Ledwina Eti W
Di suatu
perjalanan jauh yang akan kutempuh. Dalam hati ku berdoa. Tuhan lindungilah perjalananku
saat ini. Semoga perjalanan
lancar sampai tujuan.
Saya pernah membaca, tapi lupa dimana. Tuhan akan
memberikan berkat kepada kita saat kita rela memberikan energi kebaikan
kepada orang-orang yang kita jumpai.
Di saat dalam perjalanan saya mempraktekkan. Kujumpai seorang tukang sepatu yang mangkal dekat
rumahku. Tuhan, berikanlah rejeki
pada bapak tua ini. Semoga dia mendapatkan rejeki yang cukup untuk hari
ini.Cukupkan makanan bagi istri dan anak-anaknya yang sedang menunggu di
rumahnya.
Tak berselang
lama kulihat seorang pemulung yang sedang mengais-ngais sampah
memilih botol aqua di atas mobil
sampah di pinggiran jalan yang kulewati.
Dari atas kendaharaan yang kutumpangi,
dalam hati ku berdoa untuknya. Tuhan, kasihanilah dia, berikan berkat padanya untuk hari ini makanan yang secukupnya. Saya sedih
melihatnya. Betapa bahagianya saya,
tidak melakukan pekerjaan yang
seperti dilakukan oleh bapak tua itu. Bukan hal yang berat kalau saya berdoa untuknya. Mungkin
bapak tua tidak sempat berdoa untuk hari ini.
Kami pun melanjutkan
perjalanan. Sebelum sampai bandara Mau Hau. Sebelum masuk jembatan,
tiba-tiba seorang perempuan mengejar
mobil yang kutumpangi. Saya
penasaran, akhirnya kami berhenti. Mama tua menggedor pintu mobil dan akhirnya kubuka. Ada apa mama?: tanyaku
penasaran. Kasih saya uang!!, Saya mau
beli nasi! Teriak mama tua itu.
Kusorong selembar uang padanya. Terus
mama tua itu mengucapkan terimakasih. Ia mengucapkan kata-kata yang lirih tak
terdengar. Entah mama tua itu omong apa. Mungkin kita mengatakan selamat jalan
dan semoga saya juga mendapatkan berkat hari ini. Mungkin!. Kututup
kaca jendela mobil. Mama tua melambaikan tangan
dan akhirnya kami terus melaju melanjutkan perjalanan.
Sekitar dua jam kemudian sampailah ke tempat yang kami tuju.
Tugas kamipun berjalan lancar. Setelah
saya pamit,benar sudah!. Akhirnya saya pun mendapat berkat yang tak terduga.
Trima kasih banyak Tuhan.
Ternyata energi kebaikan yang saya berikan kepada orang lain
akan berdampak juga kepada saya.
Ternyata
benar adanya, Sepanjang kita memberikan ‘sesuatu’ dengan iklas kepada orang
yang membutuhkan. Mendoakan orang
yang berkekurangan. Tuhan akan melipat
gandakan berkat itu buat kita.
Inilah
kebahagiaan kecil saya . Sederhana!. Bahagia
bertumbuh dengan mencapai target-target
kecil yang diciptakan sendiri.
Janganlah
berhenti untuk berbuat baik. Semoga kita selalu diberkati dan diberikan rejeki oleh
yang memberikan kehidupan.
Salam.
Waingapu, 13
Oktober 2020
The Power off ‘tak
terduga’
Di suatu
perjalanan jauh yang akan kutempuh. Dalam hati ku berdoa. Tuhan lindungilah perjalananku
saat ini. Semoga perjalanan
lancar sampai tujuan.
Saya pernah membaca, tapi lupa dimana. Tuhan akan
memberikan berkat kepada kita saat kita rela memberikan energi kebaikan
kepada orang-orang yang kita jumpai.
Di saat dalam perjalanan saya mempraktekkan. Kujumpai seorang tukang sepatu yang mangkal dekat
rumahku. Tuhan, berikanlah rejeki
pada bapak tua ini. Semoga dia mendapatkan rejeki yang cukup untuk hari
ini.Cukupkan makanan bagi istri dan anak-anaknya yang sedang menunggu di
rumahnya.
Tak berselang
lama kulihat seorang pemulung yang sedang mengais-ngais sampah
memilih botol aqua di atas mobil
sampah di pinggiran jalan yang kulewati.
Dari atas kendaharaan yang kutumpangi,
dalam hati ku berdoa untuknya. Tuhan, kasihanilah dia, berikan berkat padanya untuk hari ini makanan yang secukupnya. Saya sedih
melihatnya. Betapa bahagianya saya,
tidak melakukan pekerjaan yang
seperti dilakukan oleh bapak tua itu. Bukan hal yang berat kalau saya berdoa untuknya. Mungkin
bapak tua tidak sempat berdoa untuk hari ini.
Kami pun melanjutkan
perjalanan. Sebelum sampai bandara Mau Hau. Sebelum masuk jembatan,
tiba-tiba seorang perempuan mengejar
mobil yang kutumpangi. Saya
penasaran, akhirnya kami berhenti. Mama tua menggedor pintu mobil dan akhirnya kubuka. Ada apa mama?: tanyaku
penasaran. Kasih saya uang!!, Saya mau
beli nasi! Teriak mama tua itu.
Kusorong selembar uang padanya. Terus
mama tua itu mengucapkan terimakasih. Ia mengucapkan kata-kata yang lirih tak
terdengar. Entah mama tua itu omong apa. Mungkin kita mengatakan selamat jalan
dan semoga saya juga mendapatkan berkat hari ini. Mungkin!. Kututup
kaca jendela mobil. Mama tua melambaikan tangan
dan akhirnya kami terus melaju melanjutkan perjalanan.
Sekitar dua jam kemudian sampailah ke tempat yang kami tuju.
Tugas kamipun berjalan lancar. Setelah
saya pamit,benar sudah!. Akhirnya saya pun mendapat berkat yang tak terduga.
Trima kasih banyak Tuhan.
Ternyata energi kebaikan yang saya berikan kepada orang lain
akan berdampak juga kepada saya.
Ternyata
benar adanya, Sepanjang kita memberikan ‘sesuatu’ dengan iklas kepada orang
yang membutuhkan. Mendoakan orang
yang berkekurangan. Tuhan akan melipat
gandakan berkat itu buat kita.
Inilah
kebahagiaan kecil saya . Sederhana!. Bahagia
bertumbuh dengan mencapai target-target
kecil yang diciptakan sendiri.
Janganlah
berhenti untuk berbuat baik. Semoga kita selalu diberkati dan diberikan rejeki oleh
yang memberikan kehidupan.
Salam.
Waingapu, 13
Oktober 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar