.

The 30-Day Writing Challenge – 2  

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Bagaimanakah cara agar 30 tulisan yang Anda buat selama Ramadhan bisa menjadi buku yang diterbitkan lengkap dengan ISBN? Ikuti 10 langkah berikut ini.

  1. Kumpulkan 30 Tulisan Selama Ramadhan
  2. Pilahkan Tulisan, dan Buat Sistematika
  3. Tentukan Target Akhir
  4. Lakukan Penyesuaian terhadap Naskah
  5. Lengkapi Bagian-Bagian Buku
  6. Lakukan Swasunting (Self Editing)
  7. Pilih Judul yang Inspiratif
  8. Bikin Layout Kreatif
  9. Bikin Cover yang Menarik
  10. Serahkan Kepada Penerbit

Pada postingan sebelumnya, telah saya bahas poin pertama. Silakan kembali disimak kembali di sini. Berikut saya bahas poin kedua. Silakan disimak, dan diaplikasikan dengan urut. Insyaallah tulisan Anda bisa menjadi buku.

Kedua, Pilahkan Tulisan, dan Buat Sistematika

Setelah naskah terkumpul semua di akhir Ramadhan nanti, tugas berikutnya adalah memilah dan membuat sistematika. Pada bulan Syawal, Anda cermati lagi semua naskah yang sudah Anda buat selama sebulan.

Sisi mana yang harus Anda cermati? Minimal dalam tiga aspek berikut ini.

  • Rumpun tulisan

Cermati semua tulisan yang Anda buat selama Ramadhan, apakah berada pada rumpun yang sama, atau berbeda-beda? Misalnya, apakah semua berkategori fiksi, atau nonfiksi, atau campuran?

Jika semua naskah Anda satu jenis, nonfiksi semua, atau fiksi semua, lebih mudah untuk memroses menjadi buku. Namun jika naskah Anda campuran, ada yang fiksi dan ada yang nonfiksi, maka harus Anda pilah berdasarkan kategori. Hal ini supaya pembaca buku Anda mengetahui bagian mana fiksi, bagian mana nonfiksi.

Memilah fiksi dan nonfiksi penting dilakukan, terutama apabila corak tulisan Anda semua berbentuk cerita. Ada cerita pendek yang berkategori fiksi, namun Anda juga menulis kisah nyata yang berjenis nonfiksi. Keduanya tampak serupa ketika dibaca, namun sangat berbeda dari segi esensi. Satunya imajinasi, satunya nyata terjadi. Itu sebabnya harus dipisahkan.

  • Tema tulisan

Cermati semua naskah yang Anda miliki, apakah berada tema yang sama, ataukah berbeda-beda? Apabila semua tulisan Anda memiliki satu tema, lebih mudah bagi Anda untuk membuat sistematika. Anda tinggal memilih naskah tersebut, untuk ditempatkan pada bagian awal, tengah atau akhir dari buku.

Jika tema tulisan Anda berbeda-beda, Anda bisa membuat kategori berdasarkan kesamaan tema. Misalnya, Anda menemukan ada lima naskah Anda bertema keluarga, lima naskah bertema pendidikan, lima tema bisnis, lima tema bertema kepemimpinan, lima naskah bertema ramadhan dan lima naskah bertema pandemi. Sistematika pembuatan buku bisa Anda lakukan berdasarkan kesamaan tema.

Namun jika 30 naskah Anda temanya berbeda semua, maka Anda bisa menempatkan naskah tersebut secara acak. Judul buku untuk kumpulan naskah yang temanya beragam seperti ini, semacam Kapita Selekta, atau semacam Chicken Soup.

  • Gaya tulisan

Cermati semua naskah yang Anda miliki, apakah memiliki gaya tulisan yang sama, atau berbeda-beda. Misalnya, semua tulisan Anda memiliki gaya formal. Ini mudah Anda buat menjadi buku, karena semua naskah memiliki gaya penulisan yang sama. Dari awal sampai akhir, menggunakan gaya yang sama.

Jika Anda menemukan ada dua jenis gaya tulisan, Anda bisa membuat sistematika buku berdasarkan kesamaan gaya tulisan tersebut. Misalnya:

– sebagian bergaya formal, sebagian bergaya ngepop

– sebagian bergaya ilmiah murni, sebagian bergaya ilmiah populer

– sebagian bercorak artikel, sebagian berbentuk cerita

– sebagian bercorak sangat serius, sebagian bercorak canda tawa

– sebagian bergaya naratif tanpa poin-poin, sebagian menggunakan pola poin-poin, dan lain sebagainya.

Bagaimana Menyusun Sistematika Buku?

Setelah Anda cermati naskah Anda, saatnya Anda buat kerangka atau sistematika. Kegunaan dari sistematika atau kerangka adalah agar buku Anda lebih mudah dan lebih asyik dibaca. Para pembaca akan nyaman jika buku disusun dengan sistematis.

Jika naskah Anda campuran, ada yang fiksi dan ada yang nonfiksi, maka Anda bisa membuat sistematika berdasarkan kesamaan rumpun tulisan. Bagian pertama buku Anda, berisi semua naskah fiksi. Bagian kedua buku, berisi semua naskah nonfiksi.

Jika naskah Anda semua nonfiksi, dengan tema yang sama, yaitu keluarga, Anda bisa membuat sistematika berdasarkan kedekatan pembahasan. Dari 30 naskah bertema keluarga tersebut, sisi apa yang menjadi titik tekan pembahasan? Sebagai contoh, Anda menemukan kedekatan sebagai berikut:

  • Visi dan Motivasi Berumah Tangga (ada 6 naskah)
  • Komunikasi Suami dan Istri (ada 6 naskah)
  • Keharmonisan Keluarga (ada 6 naskah)
  • Pendidikan Anak (ada 6 naskah)
  • Ekonomi Keluarga (ada 6 naskah)

Nah, itu sudah sistematis. Sudah menjadi bagian-bagian yang terpisah berdasarkan kedekatan pembahasan pada tema besar keluarga. Buku Anda akan lebih nyaman dibaca jika Anda pandai membuat kerangka atau sistematika.

Cermati semua naskah Anda berulang kali. Pikirkan sistematika yang paling tepat untuk menyusun semua naskah tersebut menjadi buku. Jika semua naskah benar-benar berbeda secara nyata, tidak bisa dikategorisasi, maka Anda tinggal menyusun semua naskah tersebut ke dalam format buku.

Pilih naskah yang paling menarik atau paling kuat pesannya, menurut penilaian Anda, untuk ditempatkan di bagian pertama buku Anda. Ini membuat daya tarik pembaca untuk menyelesaikan membaca buku Anda.

Selamat memilah dan membuat sistematika. Selamat menunaikan ibadah Ramadhan.

  28 kali dilihat