.
The 30-Day Writing Challenge – 5
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengapresiasi terbitnya buku yang berjudul Merawat Duka Menyemai Cinta ini” — Longki Djonggala, Gubernur Sulawesi Tengah, 2021
.
Bagaimanakah cara agar tulisan yang Anda buat selama Ramadhan bisa menjadi buku yang diterbitkan lengkap dengan ISBN? Ikuti 10 langkah berikut ini.
- Kumpulkan 30 Tulisan Selama Ramadhan
- Pilahkan Tulisan, dan Buat Sistematika
- Tentukan Target Akhir
- Lakukan Penyesuaian terhadap Naskah
- Lengkapi Bagian-Bagian Buku
- Lakukan Swasunting (Self Editing)
- Pilih Judul yang Inspiratif
- Bikin Layout Kreatif
- Bikin Cover yang Menarik
- Serahkan Kepada Penerbit
Pada postingan sebelumnya, telah saya bahas poin pertama hingga keempat. Berikut saya bahas poin kelima. Silakan disimak, dan diaplikasikan dengan urut. Insyaallah tulisan Anda bisa menjadi buku.
Kelima, Lengkapi Bagian-Bagian Buku
Ambil beberapa buku yang ada di rumah Anda. Perhatikan bagian demi bagian dari awal hingga akhir. Coba simpulkan, apa saja yang ada dalam sebuah buku?
Anda akan menemukan, tidak adanya keseragaman dalam menyusun buku. Setiap buku, setiap penulis, setiap penerbit, memiliki ‘selera’ yang berbeda. Meskin demikian, ada hal-hal yang sama, yang selalu ada dalam setiap buku.
Jika kita cermati, sebuah buku biasanya dibagi menjadi empat bagian. Pertama, bagian wajah buku. Kedua, bagian preliminaries atau pendahuluan. Ketiga, bagian text matter atau isi teks buku. Keempat, bagian end matter atau bagian akhir disebut juga sebagai postliminary.
Kita intip satu per satu yuk…
Bagian Wajah Buku
Wajah buku terdiri dari cover depan, punggung buku, dan cover belakang. Kadang, sebuah buku juga diberi ‘sarung’ atau kulit luar dan lidah buku. Ini semua opsional, sesuai kemauan Anda sebagai penulis. Namun semua tambahan asesoris akan berpengaruh kepada penambahan biaya cetak nantinya, maka harus Anda pertimbangkan dengan cermat.
Daya tarik sebuah buku, pertama kali terletak pada bagian wajah ini. Cover buku sangat memengaruhi calon pembeli. Anda bisa menambahkan endorsment dari para tokoh atau selebritis di cover depan maupun belakang. Ini menjadi salah satu daya ungkit buku Anda.
Perhatikan contoh cover buku karya Meivany Azarini di atas. Tertera endorsment dari Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djonggala. “Selaku pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, saya mengapresiasi terbitnya buku yang berjudul Merawat Duka Menyemai Cinta ini”.
Terkait punggung buku, ikut menentukan ‘kegagahan’ sebuah buku. Jika buku Anda kurang dari 150 halaman, maka punggung buku tidak kelihatan dan tidak menonjol. Maka usahakan agar buku Anda minimal berada pada ketebalan 150 halaman.
Tampilan cover belakang buku (blurb) memiliki peran yang sangat signifikan untuk menentukan keputusan pembeli. Dan Poynter (dalam : Trim, 2010) menyarankan agar menyusun blurb terlebih dahulu sebelum menulis buku. Ini menunjukkan betapa penting bagian cover belakang.
Saking pentingnya, Dan Poynter menyarankan agar Anda membuat blurb terlebih dahulu sebelum menulis buku.
Tampilan cover belakang, bisa berisi deskripsi, benefit, endorsment, atau gabungan dari ketiganya. Yang dimaksud deskripsi adalah penjelasan ringkas dari isi buku. Deskripsikan isi buku dalam dua hingga empat kalimat saja. Ini bukan sinopsis yang biasanya cukup panjang. Cukup deskripsi singkat.
Benefit adalah kemanfaatan yang Anda janjikan kepada segmen pembaca. Apa yang akan didapatkan jika membaca buku Anda? Misalnya, “Buku ini memberikan pengalaman spiritual yang nyata bagi Anda”.
Sedangkan endorsment adalah pernyataan tokoh, berisi pujian, penilaian, atau ajakan untuk membaca buku Anda. Misalnya, “Buku yang sangat mencerahkan” –Gubernur DKI. Anda bisa mencantumkan beberapa endorsmen dari tokoh-tokoh yang relevan dengan tema buku.
Total bagian blurb, adalah 100 hingga 150 kata. Jika lebih dari 150 kata, menjadi terlalu padat dan tidak lagi menarik calon pembeli.
Bagian Awal atau Preliminaries
Bagian buku setelah Anda membuka cover atau sampul, adalah beberapa halaman awal, yang disebut sebagai preliminaries. Di antara halaman awal tersebut adalah:
• Halaman Prancis (France Title / Half Title)
Yang dimaksud dengan halaman Prancis adalah halaman terdepan pada sebuah buku —setelah sampul, berisi judul utama buku tanpa disertai keterangan lainnya, sering disebut juga dengan halaman setengah judul.
• Halaman Judul Utama
Adalah halaman kedua, terletak setelah halaman Prancis, berisi judul, subjudul, nama penulis, nama penerbit, tahun terbit, nama kota tempat terbit.
• Halaman Hak Cipta (Copyright Notice)
Halaman ini terletak terletak tepat di balik halaman judul utama, berisi judul, subjudul, nama penulis, penerjemah, penyunting, illustrator, penata letak, desainer sampul, nama dan alamat penerbit, kode penerbitan, cetakan atau edisi, nama pencentak, hak cipta penerbitan, serta kutipan undang-undang hak cipta.
• Halaman Persembahan (Dedications)
Halaman persembahan ini bersifat opsional, tergantung selera Anda saja. Dicetak di halaman sisi kanan dan sisi sebaliknya dibiarkan kosong.
• Halaman Sambutan atau Kata Pengantar
Halaman sambutan atau kata pengantar ini tergantung selera Anda. Jika ada tokoh penting Anda minta kata sambutan atau pengantar, seperti pejabat, atau pihak yang kompeten dengan tema buku Anda, maka letaknya di halaman ini. Bisa juga kata pengantar dari penerbit.
• Halaman Prakata (Preface)
Prakata atau preface ditulis oleh Anda sebagai penulis buku, biasanya memuat tujuan dan alasan penulisan buku. Ditulis secara ringkas, tidak perlu panjang lebar.
• Halaman Daftar Isi
Halaman yang memuat daftar keseluruhan isi buku, judul bab, sub bab beserta nomor halamannya.
• Halaman Pendahuluan (Introduction)
Memberikan pengenalan kepada pembaca mengenai materi yang akan dibahas dalam buku tersebut.
Bagian Utama, Text Matter
Setelah bagian preliminaries, halaman-halaman berikutnya disebut sebagai text matter atau bagian utama dari buku Anda. Inilah inti dari buku Anda, yaitu pada isinya.
Semua tulisan selama Ramadhan, beserta tambahan-tambahannya, Anda letakkan di bagian ini. Pembaca akan menemukan hikmah dan motivasi kebaikan, pada text matter yang ada di buku Anda.
Dalam menyusun bagian isi, Anda boleh menggunakan berbagai pendekatan dalam mengurutkan tampilannya. Dari semua tulisan selama Ramadhan, bisa Anda susun menggunakan berbagai macam pendekatan.
- Sistematika berdasarkan konteks isi
Jika tulisan yang Anda miliki selama Ramadhan bisa bisa dikelompokkan berdasarkan tema, tampilan buku Anda lebih sistematis. Sebagai contoh, misalnya dari seluruh naskah selama Ramadhan, setelah Anda kelompokkan menjadi sistematika sebagai berikut.
Bab Satu : Menguatkan Iman dan Takwa
Bab Dua : Belajar Adab dan Akhlak Mulia
Bab Tiga : Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Badan
Bab Empat : Persaudaraan dan Silaturahim
Bab Lima : Menguatkan Ekonomi Umat
Semua naskah yang Anda miliki bisa dimasukkan ke dalam sistematika tersebut. Dengan demikian pembaca akan lebih nyaman, karena isi buku sangat sistematis.
- Diurutkan berdasarkan kualitas tulisan
Anda yang bisa menilai, dari semua naskah Ramadhan Anda, mana yang paling bagus. Jika Anda menilai ada satu atau dua tulisan Anda yang paling bagus, letakkan di bagian paling depan. Agar pembaca langsung tertarik untuk melanjutkan membaca semua isi buku, karena sudah terpesona sejak naskah pertama.
- Diurutkan sesuai tanggal penulisan
Bisa jadi, tulisan Anda selama Ramadhan tidak bisa dikategorisasi berdasarkan isi, karena saat membuat postingan Anda tidak disiplin pada suatu tema tertentu. Anda bisa mengurutkan tampilan pada buku, sesuai dengan tanggal penulisan naskah. Ini hanya cara untuk mempermudah proses setting dan lay out buku Anda.
- Diurutkan sesuai huruf pertama judul postingan
Biasakan membuat judul setiap membuat tulisan motivasi kebaikan. Dalam menyusun buku, bisa Anda urutkan sesuai dengan huruf pertama judul setiap tulisan. Urutan menggunakan dasar abjadiyah dari A sampai Z. Ini hanya strategi untuk mempermudah proses setting dan lay out buku Anda.
- Disusun secara acak
Boleh juga Anda susun secara acak, tanpa logika atau urutan apapun. Pertimbangannya adalah, Anda yakin semua tulisan Ramadhan yang Anda buat, memiliki kualitas yang sama.
Bagian Akhir, End Matter atau Postliminary
Setelah semua isi buku Anda disusun pada bagian text matter, halaman-halaman berikutnya adalah bagian akhir. Di bagian end matter ini, bisa Anda berikan catatan penutup, untuk memberikan kesimpulan, atau ajakan, atau rekomendasi, atau saran, atau kata-kata pamitan, atau hal-hal lain untuk pembaca.
Setelah catatan penutup, halaman berikutnya berisi bibliografi atau daftar pustaka, jika ada kepustakaan yang Anda rujuk. Namun jika tidak ada kepustakaan yang Anda rujuk saat menulis, maka tidak perlu ada daftar pustaka.
Lengkapi Bagian Buku yang Kurang
Demikianlah anatomi dari sebuah buku. Setelah Anda memiliki naskah selama Ramadhan, definisikan bagian apa saja yang kurang? Bagian yang belum ada inilah yang harus Anda lengkapi.
Misalnya, yang belum ada adalah:
- Kata Pengantar dari penulis
- Kata Pengantar atau endorsment dari tokoh
- Pendahuluan
- Persembahan
- Penutup
Nah, bagian buku yang belum ada itu, harus Anda siapkan sebelum masuk ke penerbit. Intinya, saat masuk penerbit, semua bagian buku sudah Anda lengkapi.
Selamat berkarya.
Bahan Bacaan
Bambang Trim, Blurb: Etalase Belakang Sebuah Buku, 7 Maret 2010, https://manistebu.com
8 kali dilihat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar