Rabu, 21 April 2021

DASAR PENULISAN

Resume : 3

Tgl Pertemuan : Jumat, 9 April 2021

Tema : Dasar penulisan

Nara Sumer : ibu  Rita Wati, S.Kom

Gelombang :  18


DASAR  PENULISAN


Saat  suasana masih dalam keadaan  galau dampak bencana banjir bandang dan badai Seroja di Sumba Timur. Listrik mati. Jaringan/sinyal hilang. Kita  sadari bersama,   dijaman  milenial seperti sekarang ini, betapa  besar  fungsi listrik dan internet. Tanpa keduanya  Pekerjaan  terbengkelai. Saya pribadi  hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi. Akhirnya dengan sabar menunggu  karena diperbaiki. Petugas PLN dan  telkom sedang bekerja keras dan berlelah-lelah untuk kepentingan umum. Sebagai warga yang baik  harus penuh pengertian. Harus  iklas dan setia menunggu. Semua akan indah pada waktunya. 

Pekerjaan rumah  tetap wajib dikerjakan. Harus semangat. Tetap optimis. Syukurlah, sekarang sudah memasuki  pertemuan ke-3. Biodata  nara sumber  malam ini adalah Ibu Rita Wati, S.Kom. Lahir di Tanjung pinang  pada tahun 1402 Hijriah. Pendidikan sistem Informatika  tahun 2005. Profesi  sebagai Teacher, operator, Writer, kurator  dan blogger. Motto: Setelah  kesulitan ada kemudahan dan belajar sepanjang hayat. No.HP : 085 219 585 451, Facebook : Rita Wati, Instagram : @rita_pinang. Alamat email: catatangurumilenial@gmail.com

Saya  pribadi salut,  masih  muda sudah punya banyak hasil karya nyata. Selamat ya bu Rita!. Hebat!. Bu Rita menulis sejak pandemi melanda , setahun yang lalu.  Hikmah pandemi membawa  berkah.  Selama  masa pandemi  bu Rita menggunakan waktunya  untuk mengikuti  komunitas menulis.  Bu Rita adalah  alumni  belajar menulis bersama Om Jay di gelombang 10.  Buku karya beliau adalah buku tutorial, kumpulan cerpen,  kumpulan kisah inspirasi  dan satu resume  hasil  belajar  menulis. Karya  buku solo sudah 4 buah. Keren!. Adanya  buku tersebut  memotivasi bu Rita  untuk terus semangat  menulis. Selain menulis  masih ada tugas tambahan  yaitu menjadi   kurator di 3 buku antologi.  Menjadi  Kurator  membuat semakin  banyak belajar tentang  penulisan serta keunikan dari  setiap  penulis.  Karena  kenyataannya setiap Penulis  mempunyai  ciri, khas dan   keunikan  yang berbeda.

Sebenarnya apa yang biasa menjadi penyebab susah menulis?  Jawabannya adalah : Susah Ide, Miskin kosa kata, Sulit merangkai  kata. Susah memulai, bingung  mau nulis apa. Tidak percaya diri. Merasa tulisannya jelek. Terakhir,  kadang merasa  tulisannya tidak layak  untuk dibaca.

Jika ingin jadi penulis  harus konsekwen, sebenarnya  ide banyak. Misal dari  contoh yang sederhana kegiatan kita dari  bangun tidur sampai tidur lagi sudah berapa ide. Tak terhitung!. Untuk  menulis kita harus mengingat 5 W 1 H. What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who ( siapa), Why (mengapa). How (bagaimana).

Didalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan  penghafalan ke-6 unsur itu dikenal dengan singkatan ‘ADISAMBA”. Apa,Dimana,Kapan,Siapa,Mengapa,Bagaimana.  What : Peristiwa yang sedang terjadi. Apa Dampakna? Apakah peristiwa itu menimbulkan kerugian? Dan seterusnya. Who: memfasilitasi  untuk memberikan  informasi seputar orang –orang yang terlibat  dalam cerita yang ditulis. When: Kapan  kejadian  dari peristiwa yang diceritakan. Where : Dimana kejadian / peristiwa yang diceritakan. Why : Suatu peristiwa  pasti terjadi  bukan tanpa alasan. How atau bagaimana: Penggunaan unsur how  ini akan membantu pembaca  memahani alur cerita.

Jika sudah  terpenuhi ke-6 unsur tersebut, maka tulisan kita akan  mudah dipahami oleh pembaca. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh penulis pemula adalah: Pertama, Penulis pemula biasa menulis dengan paragraf yang panjang-panjang. Kedua, Tanda  baca sering keliru. Ketiga, Penggunakaan kata yang masih salah karena tidak menggunakan kata baku. Keempat, Sering ditemukan kata yang tidak efektif.

Tipsnya aadalah  di alamat http://bit.ly/Tips-Agar-Tulisan-Enak-dibaca   silahkan baca 5 menit.

Penggunaan huruf kapital/huruf besar. Huruf kapital dipakai sebagai  huruf pertama awal kalimat. Contoh: Dia sedang mengikuti pelatihan, Hari ini pertemuan ke-3 kelas menulis gelombang 18. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat petikan  langsung. Contoh: “Ayo kita pulang bu!” Rengek Joni pada ibunya. Huruf kapital dipakai sebagai  huruf pertama setiap kata agama, Kitab suci dan Tuhan, termasuk sebutan dan  kata ganti Tuhan. Contoh: Islam, Al Qur’an, Kristen, Hindu, Weda.  Contoh dalam kalimat:  Allah selalu bersama hamba-Nya.  

Huruf kapital dipakai sebagai  huruf pertama setiap kata ( termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artilkel dan makalah serta nama  majalah dan surat kabar. Contoh: Saya telah membaca buku Merajut Asa sejak belia. Tulisan itu dimuat dalam koran Radar Bali. Hruf kapital sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan. Contoh: S,H = sarjana, S.Kom = Sarjana Komputer, Dt. = Datuk, Tb. = Tubagus.

Penggunaan kata depan di. Kata di- menunjukkan fungsi sebagai imbuhan.Kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya, penulisan di jenis ini dinilai tepat jika kata kerja pasif bisa diubah menjadi kata kerja aktif (dengan imbuhan me-).Contoh : ditinggalkan (bisa diubah jadi meninggalkan), ditulis (bisa diubah jadi menulis), diingat (bisa diubah jadi mengingat). Kata di menunjukkan fungsi sebagai kata depan. Berarti ia harus dipisah dari kata belakang.Kata di diikuti dengan kata lain selain kata-kata pembentuk kata kerja pasif. Kata di jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi, dan lain sebagainya, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif. Contoh: di sini (tidak bisa diubah jadi menyini), di siang hari (tidak bisa diubah jadi menyiang hari), di dirimu (tidak bisa diubah jadi mendirimu).Kesimpulan di sebagai imbuhan + kata kerja (maka penulisannya serangkai) selain itu terpisah.

Penggunaan tanda seru.Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Contoh: Alangkah indahnya pemandangan di Nusa Dua!,  Ayo belajar!      

             Sebagai Kesimpulan Jawaban peserta pelatihan.  Untuk  penulisan kata baku kita sesuaikan. Jika artikel, makalah, skripsi dsb, maka kata baku  itu menjadi hal mutlak. Sedangkan untuk  cerita fiksi ( Nocel, cerpen, puisi, pantun ) bisa disesuaikan. Ada istilah selingkung. Menurut   Kamus  Bahasa Indinesia ( KBBI). Artinya terbatas pada lingkungan. Konsisten gaya selingkung , yaitu mengenai format dan tata letak halaman, tipe dan ukuran  huruf, sistempenomoran, organisasi dan pengaturan  isis naskah. Jenis kertas dan penampakan  fisik.   

Ada namanya istilah selingkung. Menurut Kamus Bahasa Indonesia ( KBBI).  Arti kata  selingkung adalah terbatas pada lingkungan. Contoh: gaya selingkung adalah sekeliling. Konsisten gaya selingkung, yaitu mengenai  Format dan tata  letak halaman, tipe dan ukuran huruf, sistem penomoran, Organisasi dan pengaturan isi  naskah. Jenis kertas. Penampakan fisik. 

Demikian Resume  saya dari materi yang disampaikan oleh bu Rita. Trimakasih  sudah  menambah wawasan. Siap dipraktekkan untuk penulisan berikutnya. 


Salam blogger persahabatan

Salam Hormat untuk Om Jay

#Masih taraf belajar blog harap dimaklumi

#21April 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...