Resume : 3
Tgl Pertemuan : Jumat, 9 April 2021
Tema : Dasar penulisan
Nara Sumer : ibu Rita Wati, S.Kom
Gelombang : 18
DASAR PENULISAN
Saat suasana masih dalam keadaan galau dampak bencana banjir bandang dan badai Seroja di Sumba Timur. Listrik mati. Jaringan/sinyal hilang. Kita sadari bersama, dijaman milenial seperti sekarang ini, betapa besar fungsi listrik dan internet. Tanpa keduanya Pekerjaan terbengkelai. Saya pribadi hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi. Akhirnya dengan sabar menunggu karena diperbaiki. Petugas PLN dan telkom sedang bekerja keras dan berlelah-lelah untuk kepentingan umum. Sebagai warga yang baik harus penuh pengertian. Harus iklas dan setia menunggu. Semua akan indah pada waktunya.
Pekerjaan rumah tetap wajib dikerjakan. Harus semangat. Tetap optimis. Syukurlah, sekarang sudah memasuki pertemuan ke-3. Biodata nara sumber malam ini adalah Ibu Rita Wati, S.Kom. Lahir di Tanjung pinang pada tahun 1402 Hijriah. Pendidikan sistem Informatika tahun 2005. Profesi sebagai Teacher, operator, Writer, kurator dan blogger. Motto: Setelah kesulitan ada kemudahan dan belajar sepanjang hayat. No.HP : 085 219 585 451, Facebook : Rita Wati, Instagram : @rita_pinang. Alamat email: catatangurumilenial@gmail.com
Saya pribadi salut, masih muda sudah punya banyak hasil karya nyata. Selamat ya bu Rita!. Hebat!. Bu Rita menulis sejak pandemi melanda , setahun yang lalu. Hikmah pandemi membawa berkah. Selama masa pandemi bu Rita menggunakan waktunya untuk mengikuti komunitas menulis. Bu Rita adalah alumni belajar menulis bersama Om Jay di gelombang 10. Buku karya beliau adalah buku tutorial, kumpulan cerpen, kumpulan kisah inspirasi dan satu resume hasil belajar menulis. Karya buku solo sudah 4 buah. Keren!. Adanya buku tersebut memotivasi bu Rita untuk terus semangat menulis. Selain menulis masih ada tugas tambahan yaitu menjadi kurator di 3 buku antologi. Menjadi Kurator membuat semakin banyak belajar tentang penulisan serta keunikan dari setiap penulis. Karena kenyataannya setiap Penulis mempunyai ciri, khas dan keunikan yang berbeda.
Sebenarnya apa yang biasa menjadi penyebab susah menulis? Jawabannya adalah : Susah Ide, Miskin kosa kata, Sulit merangkai kata. Susah memulai, bingung mau nulis apa. Tidak percaya diri. Merasa tulisannya jelek. Terakhir, kadang merasa tulisannya tidak layak untuk dibaca.
Jika ingin jadi penulis harus konsekwen, sebenarnya ide banyak. Misal dari contoh yang sederhana kegiatan kita dari bangun tidur sampai tidur lagi sudah berapa ide. Tak terhitung!. Untuk menulis kita harus mengingat 5 W 1 H. What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who ( siapa), Why (mengapa). How (bagaimana).
Didalam bahasa Indonesia, untuk memudahkan penghafalan ke-6 unsur itu dikenal dengan singkatan ‘ADISAMBA”. Apa,Dimana,Kapan,Siapa,Mengapa,Bagaimana. What : Peristiwa yang sedang terjadi. Apa Dampakna? Apakah peristiwa itu menimbulkan kerugian? Dan seterusnya. Who: memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang –orang yang terlibat dalam cerita yang ditulis. When: Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan. Where : Dimana kejadian / peristiwa yang diceritakan. Why : Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan. How atau bagaimana: Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca memahani alur cerita.
Jika sudah terpenuhi ke-6 unsur tersebut, maka tulisan kita akan mudah dipahami oleh pembaca. Kesalahan yang biasa dilakukan oleh penulis pemula adalah: Pertama, Penulis pemula biasa menulis dengan paragraf yang panjang-panjang. Kedua, Tanda baca sering keliru. Ketiga, Penggunakaan kata yang masih salah karena tidak menggunakan kata baku. Keempat, Sering ditemukan kata yang tidak efektif.
Tipsnya aadalah di alamat http://bit.ly/Tips-Agar-Tulisan-Enak-dibaca silahkan baca 5 menit.
Penggunaan huruf kapital/huruf besar. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. Contoh: Dia sedang mengikuti pelatihan, Hari ini pertemuan ke-3 kelas menulis gelombang 18. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat petikan langsung. Contoh: “Ayo kita pulang bu!” Rengek Joni pada ibunya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata agama, Kitab suci dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti Tuhan. Contoh: Islam, Al Qur’an, Kristen, Hindu, Weda. Contoh dalam kalimat: Allah selalu bersama hamba-Nya.
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata ( termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artilkel dan makalah serta nama majalah dan surat kabar. Contoh: Saya telah membaca buku Merajut Asa sejak belia. Tulisan itu dimuat dalam koran Radar Bali. Hruf kapital sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat atau sapaan. Contoh: S,H = sarjana, S.Kom = Sarjana Komputer, Dt. = Datuk, Tb. = Tubagus.
Penggunaan kata depan di. Kata di- menunjukkan fungsi sebagai imbuhan.Kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya, penulisan di jenis ini dinilai tepat jika kata kerja pasif bisa diubah menjadi kata kerja aktif (dengan imbuhan me-).Contoh : ditinggalkan (bisa diubah jadi meninggalkan), ditulis (bisa diubah jadi menulis), diingat (bisa diubah jadi mengingat). Kata di menunjukkan fungsi sebagai kata depan. Berarti ia harus dipisah dari kata belakang.Kata di diikuti dengan kata lain selain kata-kata pembentuk kata kerja pasif. Kata di jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi, dan lain sebagainya, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif. Contoh: di sini (tidak bisa diubah jadi menyini), di siang hari (tidak bisa diubah jadi menyiang hari), di dirimu (tidak bisa diubah jadi mendirimu).Kesimpulan di sebagai imbuhan + kata kerja (maka penulisannya serangkai) selain itu terpisah.
Penggunaan tanda seru.Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat. Contoh: Alangkah indahnya pemandangan di Nusa Dua!, Ayo belajar!
Sebagai Kesimpulan Jawaban peserta pelatihan. Untuk penulisan kata baku kita sesuaikan. Jika artikel, makalah, skripsi dsb, maka kata baku itu menjadi hal mutlak. Sedangkan untuk cerita fiksi ( Nocel, cerpen, puisi, pantun ) bisa disesuaikan. Ada istilah selingkung. Menurut Kamus Bahasa Indinesia ( KBBI). Artinya terbatas pada lingkungan. Konsisten gaya selingkung , yaitu mengenai format dan tata letak halaman, tipe dan ukuran huruf, sistempenomoran, organisasi dan pengaturan isis naskah. Jenis kertas dan penampakan fisik.
Ada namanya istilah selingkung. Menurut Kamus Bahasa Indonesia ( KBBI). Arti kata selingkung adalah terbatas pada lingkungan. Contoh: gaya selingkung adalah sekeliling. Konsisten gaya selingkung, yaitu mengenai Format dan tata letak halaman, tipe dan ukuran huruf, sistem penomoran, Organisasi dan pengaturan isi naskah. Jenis kertas. Penampakan fisik.
Demikian Resume saya dari materi yang disampaikan oleh bu Rita. Trimakasih sudah menambah wawasan. Siap dipraktekkan untuk penulisan berikutnya.
Salam blogger persahabatan
Salam Hormat untuk Om Jay
#Masih taraf belajar blog harap dimaklumi
#21April 2021

Tidak ada komentar:
Posting Komentar