.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Everyone can write for a day — or two, or three. But there are very few people who write consistently for years. But you need to write for a long time to see the actual benefits” –Darius Foroux, 2018

.

Ada banyak manfaat yang bisa didapatkan dari kebiasaan menulis rutin setiap hari, sebagaimana dikemukakan oleh Darius Foroux. Namun persoalannya adalah, bagaimana cara membangun kebiasaan menulis rutin setiap hari tersebut? Bagaimana mempertahankan kebiasaan menulis setiap hari, selama berpuluh tahun tanpa henti?

Setiap orang bisa memiliki pengalaman yang berbeda dalam membangun kebiasaan rutin menulis setiap hari. Pada kesempatan kali ini, saya sampaikan empat langkah yang direkomendasikan oleh Darius Foroux (2018). Ia berbagi tips, bagaimana mampu mempertahankan kebiasaan menulis rutin setiap hari tanpa henti.

Pertama, baca dan pelajari karya orang lain

“Start by stealing other people’s writing styles. Stealing is an effective way to develop your own style” –Darius Foroux, 2018

Foroux menyarankan, agar kita memulai dengan belajar dari gaya tulisan orang lain. Meniru adalah cara efektif untuk mengembangkan gaya Anda sendiri. Selain itu, jika Anda bisa mengambil inspirasi menulis dari orang lain, Anda tidak akan pernah kekurangan ide menulis.

Belajarlah sebanyak mungkin dengan membaca buku dari para penulis hebat. Cermati dengan detail, bagaimana para penulis itu mengolah cerita, menyampaikan pesan, mengaduk-aduk emosi pembaca. Foroux juga menyarankan adar Anda rajin mengikuti kursus menulis, untuk terus menerus belajar.

Kedua, atur pengingat harian untuk menulis

“Nothing is more important to a writer than having a routine. Set a daily reminder on your phone, when it goes off, sit down and write” –Darius Foroux, 2018

Menurut Foroux, tidak ada yang lebih penting bagi seorang penulis kecuali memiliki rutinitas menulis. Carilah waktu yang paling tepat bagi Anda untuk menulis. Setiap orang memiliki titik produktivitas yang berbeda-beda. Apakah Anda lebih nyaman menulis di waktu pagi, sore atau malam hari? Apakah Anda lebih nyaman menulis sebelum atau setelah anak-anak bangun?

Aturlah pengingat harian di ponsel Anda. Saat alarm berbunyi, duduklah dan mulai menulis.

Ketiga, tetapkan standar minimal

“Strive for writing one sentence. Then, keep going” –Darius Foroux, 2018

Foroux menyarankan, agar Anda menetapkan target minimal, yaitu menulis satu kalimat yang benar. Ya, cukup hanya satu kalimat saja. Dengan target minimalis ini, menurut Foroux, maka kalimat pertama yang muncul di benak Anda selalu yang paling benar.

Foroux menyarankan untuk menghindari target kuantitatif yang besar, seperti “Saya ingin menulis 1000 kata sehari.” Menurutnya, target seperti itu terlalu muluk. Sebaliknya, berusahalah untuk menulis satu kalimat saja.

Setelah berhasil menulis satu kalimat, lanjutkan menulis kalimat berikutnya. Anda akan mengalir menulis sangat banyak kalimat.

Keempat, hindari gangguan

“Tell the people in your life about your daily writing habit. Ask them to not disturb you during the time you’re writing” –Darius Foroux, 2018

Sampaikan kepada keluarga, teman dan handai taulan, tentang zona waktu menulis harian yang Anda tetapkan. Minta mereka untuk tidak menghubungi selama Anda berada dalam zona waktu menulis tersebut.

Foroux mencontohkan, dirinya memblokir waktu tiga jam setiap pagi. Selama waktu itu, ia menyetel ponsel dalam mode silent, tidak menerima panggilan, dan tidak menjawab pesan yang masuk. Ia fokus menulis.

“So don’t just get started. Keep going” –Darius Foroux, 2018

Jangan hanya memulai. Teruskan menulis. Setiap hari.

Bahan Bacaan