.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If I write every day, I find the words flowing easily; if I take a writing vacation for a few weeks, it’s much harder to get back into writing” –Ali Hale.

.

Para penulis ‘pemula’ –yang tengah belajar menulis, sering mengalami kebuntuan dan kesulitan memulai aktivitas menulis. Demikian pula, apabila para penulis telah berhenti dalam waktu lama, saat akan memulai terasa ada kekakuan. Duduk menghadap laptop, tidak mengerti apa yang akan dilakukan.

Di tengah kebingungan, sering melakukan tindakan pengalihan. Memeriksa email, membalas chat di grup chatting, update status di instagram, atau mengerjakan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan menulis. Dampaknya, mereka semakin tidak terbiasa menulis.

Ali Hale, seorang penulis produktif, merasakan bahwa menulis benar-benar telah menjadi kebiasaan yang menyenangkan. “Jika saya menulis setiap hari –atau setidaknya hampir setiap hari, maka saya menulis kata-kata dengan mudah dan mengalir lancar. Jika saya mengambil cuti menulis selama beberapa pekan, akan jauh lebih sulit untuk kembali menulis”, ujar Hale.

Bagaimana cara mewujudkan kebiasaan menulis rutin setiap hari? Berikut, Ali Hale berbagi tips untuk kita semua.

  • Tulis Sesuatu Setiap Hari

“You might have days when you’re burnt out, exhausted, or hectically busy. That’s fine. Even if you can only manage a single sentence, just write something every day” –Ali Hale.

Tips yang paling sering diberikan kepada para penulis pemula adalah “menulislah setiap hari”. Ini bukan sekedar kalimat motivasi, namun benar-benar saran yang ampuh. Bahwa tindakan yang rutin Anda lakukan sehari-hari, dengan cepat akan menjadi kebiasaan mapan dalam kehidupan Anda. Menulis akan menjadi spontanitas, sebagaimana makan, bernapas, tidur, dan aktivitas rutin lainnya.

Anda mungkin mengalami hari-hari ketika sangat kelelahan, jenuh, atau sangat sibuk dengan berbagai agenda yang bertumpuk-tumpuk. Tidak masalah. Jangan jadikan kelelahan dan kesibukan sebagai alasan untuk tidak menulis di hari itu. Meski hanya bisa menulis satu kalimat, lakukan saja. Tulis sesuatu setiap hari, meski hanya satu kalimat.

  • Tetapkan Target Personal Anda

“If you don’t have any sort of deadline or target, it’s easy to put off writing until another day. Try posting your targets near your desk, so that you’ll see them while you’re working” –Ali Hale.

Setiap orang bisa memiliki cara menetapkan target yang berbeda. Darius Foroux menyarankan agar Anda menetapkan target minimal, tidak perlu muluk-muluk. Cukup target menulis satu kalimat setiap hari.

Sebagian penulis suka dengan tenggat waktu atau deadline. Dengan batasan waktu yang sempit, mereka terpacu untuk menulis. Adrenalin mengalir lancar, membuat mereka mampu menulis sesuai target waktu yang ditetapkan.

Sebagian penulis memiliki target jumlah kata atau karakter, seperti menulis duaratus kata setiap hari, atau seribu karakter setiap hari. Sebagian penulis yang lain lebih suka menetapkan target durasi waktu, misalnya menulis 30 menit setiap hari.

Masalahnya, jika Anda tidak memiliki target apa pun, dengan mudah Anda menunda bahkan mengabaikan menulis. Tulis target menulis Anda, dan letakkan di dinding atau di meja kerja, agar mudah terlihat setiap saat.

  • Bergabunglah dengan Komunitas Penulis

“I’ve been a member of several different writers’ groups over the past decade. Without exception, they’ve encouraged me to write more, and they’ve helped me to improve my writing immensely” –Ali Hale.

Hale menyatakan, dirinya menjadi anggota dari beberapa komunitas penulis yang berbeda. Ia merasakan adanya dorongan dari komunitas tersebut untuk semakin semangat menulis setiap hari. Hale mengaku, komunitas sangat membantu dalam meningkatkan kualitas maupun kuantitas tulisannya.

Bertemu dalam komunitas –meski hanya online, dapat memberikan motivasi untuk terus menulis dan meningkatkan kualitas karya tulis. Hale menyarankan agar Anda bergabung atau membentuk komunitas menulis dengan minat yang sama. Misalnya, komunitas fiksi, komunitas cerpen, komunitas puisi, komunitas nonfiksi, dan lain sebagainya.

Hale juga menyarankan agar Anda mengikuti kursus menulis berbayar, agar semakin terbimbing dan termotivasi. Adanya mentor menulis juga menjadi sarana untuk membangun kebiasaan menulis rutin setiap hari.

  • Bawalah Selalu Sarana Menulis

“If you’re really short on time, scribbling in a notebook whenever you end up waiting around somewhere can squeeze at least a few minutes of writing into each day” –Ali Hale.

Agar Anda bisa menulis setiap saat, bawalah sarana menulis di manapun dan ke manapun Anda bepergian. Jika tengah di rumah, tentu sangat banyak sarana menulis bisa Anda dapatkan. Namun saat sedang bepergian, jangan lupa untuk membawa sarana menulis sesuai kebiasaan Anda masing-masing. Minimalnya, Anda membawa buku catatan dan pulpen, agar mudah menulis di setiap situasi dan kondisi.

Saya terbiasa menulis dengan laptop. Maka ke manapun saya pergi, selalu membawa laptop. Bahkan ketika pergi ke restoran untuk makan bersama keluarga atau kawan-kawan, saya tetap membawa laptop. Sedikit saja kesempatan luang, saya gunakan untuk menulis. Tak ada waktu terbuang, semua optimal untuk membuat karya tulis.

Hale menceritakan, sedikit kesempatan yang dimiliki, sering memicu inspirasi menulis. Misalnya saat menunggu kereta, atau berdiri di antrean, muncul inspirasi untuk ditulis. Itulah sebabnya ia membawa buku catatan dan pulpen agar mudah menulis di setiap kesempatan luang.

  • Sebut Diri Anda sebagai Penulis

“If you regularly introduce yourself to people as a writer, you’ll become more and more comfortable with this identity. Plus, you’ll feel more motivated to write” –Ali Hale.

Banyak orang enggan menyebut diri sebagai “penulis”. Sebagian beranggapan, bahwa sebutan penulis hanya patut disematkan kepada para profesional yang telah melahirkan banyak buku dan banyak uang dari menulis. Padahal, disebut penulis hanyalah karena Anda menulis.

Menyebut diri sebagai penulis bukan hanya sekedar formalitas menyampaikan di kolom biodata. Menurut Hale, jika Anda memperkenalkan diri sebagai penulis, akan membuat Anda merasa semakin nyaman dengan identitas ini. Selain itu, Anda akan lebih termotivasi untuk rutin menulis.