Jumat, 28 Mei 2021

MENCETAK HABIT TANPA SULIT

 

28 Mei 2021

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you treat your writing like your day job, you’re going to meet that goal a lot faster” –Hazel Clementine, 2020.

Bagaimana agar habit menulis terbangun dengan lebih cepat? Hazel Clementine (2020) memberikan tips menarik. “Jika Anda memperlakukan tulisan seperti memperlakukan pekerjaan harian, Anda akan mencapai tujuan itu jauh lebih cepat”, ujar Clementine.

“It’s more about building the daily habit so one day you will be a full-time writer”, lanjut Clementine. Jika Anda mampu menghargai dan mengapresiasi aktivitas menulis sebagai sesuatu yang penting, maka Anda akan cepat memiliki habit menulis rutin setiap hari. Anda tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Walau hanya ada sedikit waktu luang, Anda akan manfaatkan untuk menulis.

Selanjutnya, Hazel Clementine memaparkan lima langkah yang ia telah tempuh, untuk membangun habit menulis. Mari kita belajar dari langkah Clementine untuk motivasi kita dalam membangun habit menulis dan sekaligus menghasilkan karya tulis.

Pick a time

“Whether you’re a morning person or a night owl, discovering what time works for you can be vital to sticking to your daily writing habit” –Hazel Clementine, 2020.

Pertama kali, pilih waktu yang tepat untuk menulis. Masing-masing kita bisa berbeda-beda mendefinisikan dan menemukan waktu yang tepat untuk menulis. Pada dasarnya, semua dari kita memiliki kebiasaan pada waktu tertentu, untuk optimal melakukan aktivitas tertentu.

Sebagian dari kita suka menulis di malam hari. Suasana malam, memberikan banyak tenaga dan sekaligus inspirasi. Sebagian yang lain lebih suka bangun berpagi-pagi untuk menulis –di saat udara dan suasana masih sangat segar. Sebagian yang lain bisa menulis kapan saja dalam suasana seperti apa saja.

Remember, it’s not about whether or not you like waking up early in the morning; it’s about finding the most creative time of your day and utilizing it –Hazel Clementine, 2020

Masing-masing kita juga memiliki alasan yang berbeda, mengapa memilih waktu tersebut untuk menulis. Sebagian merasa lebih nyaman saat anak balita sudah lelap tidur. Sebagian merasa lebih nyaman saat anak-anak sudah berangkat sekolah. Apapun kondisinya, tentukan waktu yang paling tepat untuk menulis.

Set a goal

When I’m writing, I need a defined stopping point where I can feel terrific about my productivity for the day and rest easy at night –Hazel Clementine, 2020.

Tetapkan target menulis harian. Darius Foroux menyarankan Anda untuk menetapkan target minimal. Ali Hale menyarankan Anda untuk menggabungkan target batas waktu dan target capaian tulisan. Saya sendiri menetapkan target setiap hari minimal harus menghasilkan satu karya tulis untuk diposting di blog pribadi saya.

Sementara Hazel Clementine menyatakan bahwa target menulis ini bersifat sangat pribadi. Maka Anda tidak boleh membandingkan diri Anda dengan orang lain –kecuali ketika Anda tengah berusaha meningkatkan kemampuan menulis. Cara kerja setiap penulis dengan target yang mereka tetapkan, cocok untuk sebagian orang dan tidak cocok untuk sebagian yang lain.

So you can share these goals that you set or choose to keep them private. Just do the one that makes you more motivated to accomplish them –Hazel Clementine, 2020.

Anda boleh memilih, untuk membuka target-target pribadi Anda kepada publik, atau merahasiakannya. Pilih cara dan target yang paling membuat Anda termotivasi. Bahkan sebagian penulis memotivasi diri dengan hukuman –tidak boleh minum kopi kesukaan apabila target menulis hari ini tidak tercapai.

Improve your process.

“If you’re unhappy with something in your writing, then don’t be afraid to take steps to change it. If you’re dissatisfied with something about your writing, then it’s going to be so much harder to sit down and write every single day” –Hazel Clementine, 2020.

Tingkatkan proses menulis Anda. Anda harus selalu berusaha untuk meningkatkan proses menulis. Menurut Clementine, jika Anda sudah mampu menulis 500 kata per jam dan Anda merasa dapat melakukannya dengan lebih baik, tingkatkan lagi. Jangan cepat merasa puas. Baca artikel, dengarkan podcast, pelajari buku, dan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan proses menulis Anda.

Berhenti berproses karena merasa sudah hebat, justru akan membuat kita tidak berkembang. Tetaplah belajar, banyak berlatih, mencoba hal-hal baru untuk meningkatkan kualitas tulisan, meskipun Anda sudah memiliki sangat banyak karya dan bahkan penghargaan. Menjadi juara dalam satu kesempatan lomba menulis, bukanlah jaminan bahwa Anda akan telah benar-benar juara menulis.

Clementine mencontohkan, salah satu target periodik yang ia tetapkan untuk dirinya adalah membaca satu buku tentang tulis menulis. Ia lakukan hal ini agar selalu menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas menulis, meningkatkan kualitas tulisan, serta menambah pengetahuan tentang penerbitan.

There are unlimited resources out there paid and free that will teach you anything you want to know on any topic you want to know about –Hazel Clementine, 2020.

Menurutnya, jika Anda tidak puas terhadap tulisan Anda, jangan takut untuk mengubahnya. Sebab jika Anda tidak puas dengan hasil tulisan Anda, maka akan jauh lebih sulit untuk duduk dan menulis rutin setiap hari. Ada sangat banyak sumber ilmu dan pengetahuan baik yang berbayar maupun gratis, yang akan membantu Anda meningkatkan proses menulis.

Develop a prewriting routine.

I usually feed my cat, browse the internet, catch up on my social media, and read articles. All the while, I’m mentally preparing for my writing session for the day and then getting rid of all distractions before I sit down to write –Hazel Clementine, 2020.

Kembangkan rutinitas sebelum menulis. Ini bukan hanya tentang memilih waktu yang tepat untuk menulis, tetapi juga melakukan hal yang sama setiap hari sebelum menulis. Rutinitas dan keteraturan seperti ini akan membuat Anda memiliki pola pikir yang tetap, untuk duduk dan menulis seperti rutinitas waktu tidur Anda.

Clementine menuturkan, dirinya selalu meluangkan waktu 30 menit sebelum menulis untuk melakukan kegiatan refreshing. Yang biasa ia lakukan sebelum menulis, di antaranya adalah memberi makan kucing, menjelajahi internet, mengakses media sosial, dan membaca artikel.

Sembari melakukan berbagai tindakan ringan tersebut, ia mempersiapkan mental untuk memasuki sesi menulis pada hari itu dengan menyingkirkan semua gangguan. Karena telah memeriksa media sosial, memberi makan kucing dan lain sebagainya, maka saat menulis tidak perlu ada jeda untuk melakukan hal-hal itu lagi.

Even if you don’t sit down at the same time to write every day, try to do one thing that gets you into the writing mood –Hazel Clementine, 2020.

Anda dapat duduk dengan secangkir kopi atau teh sebelum menulis atau sebelum mendapatkan inspirasi. Stephen King terbiasa menulis pada waktu yang sama setiap pagi, dengan membawa minuman yang sama, serta posisi duduk dan peraltan yang selalu sama.

Meskipun Anda tidak duduk pada waktu yang sama untuk menulis setiap hari, cobalah lakukan satu hal yang membuat Anda tertarik untuk menulis. Jika Anda ingin menjadi penulis penuh waktu suatu hari nanti, mulailah bertindak seperti sekarang. Itu berarti meluangkan waktu setiap hari untuk bekerja menuju tujuan itu.

Well, you should treat your writing like a full-time job if that’s what you want out of your future –Hazel Clementine, 2020.

Selamat menulis, rutin setiap hari. Selamat menciptakan karya dan menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...