Sabtu, 22 Mei 2021

 KONSEP BUKU  NON FIKSI


Resume ke : 16
Tanggal : Jumat, 21 Mei   2021
Tema  :  Konsep Buku Non Fiksi
Nara Sumber : Musiin, M.Pd 
Moderator     : Aam Nur Hasanah
Pertemuan ke-16 Gelombang  18

Pertama-tama  saya mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1Syawal  1442 H, Mohon Maaf lahir dan batin. Pertemuan pertama setelah libur Idul fitri. Materi hari ini temanya adalah Konsep Buku Non Fiksi. Materi dibawakan oleh Ibu Musiin, M.Pd. alumni kelas menulis Om Jay gelombang 8. Seorang  guru bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Tarokan Kediri. Beliau salah satu yang mendapat kesempatan dan tantangan menulis yang diberikan Prof. Eko. Kini buku-buku karya bu Iin buku telah di pajang di toko buku Gramedia. 

Buku yang lain adaah 1). Digital Brochhure Mengasah Kemampuan menulis dan Jiwa Kewirausahaan Gen Z. 2). Literasi Digital Nusantara.3). Selaksa Hikmah dari Tarokan ( Karya bersama Siswa).4). Ukir Preatasi dan Tebar Inspirasi ( Antologi Kisah Guru Lejitkan Potensi Siswa)5) Cergam panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji. 6).Modul bahasa Inggris kelas IX, 

Menurut Bu Iin Prof. Eko  diibaratkan sebagai seorang Master  Chef  yang memberi kita banyak pilihan bahan masakan yang bisa kita olah menjadi berbagai jenis hidangan. Pilihannya ada pada diri masing-masing peserta. Bahan masakan yang disediakan Prof Eko, bisa kita peroleh di Prof. EKOJI Channel. Seperti yang disampaikan Prof Eko. Kita bisa menulis sesuai dengan hobi, kegemaran, kesukaan, cerita, sesuatu yang dikuasai dan dicintai. Pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang dimiliki adalah bentuk buku yang ada di dalam diri kita yang belum dikeluarkan.

Dan Poynter, menulis sebuah buku yang sangat populer dan menjadi rujukan para penulis pemula. Judulnya Is There A Book Inside You? Setiap orang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan di dalam dirinya. Jadi, bergantung pada individu masing-masing apakah mau dikeluarkan dalam bentuk buku atau tidak.

Atau hanya dikeluarkan dalam bentuk pengajaran di kelas-kelas saja atau hanya dalam bentuk obrolan atau cerita yang tidak meninggalkan jejak keabadian.


Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Menulis tidak semudah berbicara atau semudah bergosip . Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.

Alasan Bu Iin ingin menjadi penulis adalah, 1.Mewariskan ilmu lewat buku.2.Ingin punya buku karya sendiri yang bisa terpajang di toko buku online maupun offline.3.Mengembangkan profesi sebagai seorang guru.

Dalam penulisan buku nonfiksi ada 3 pola yaitu 1).Pola Hierarkis (Buku disusun berdasarkan tahapan dari mudah ke sulit atau dari sederhana ke rumit) Contoh: Buku Pelajaran 2).Pola Prosedural (Buku disusun berdasarkan urutan proses.Contoh: Buku Panduan. 3).Pola Klaster (Buku disusun secara poin per poin atau butir per butir. Pola ini diterapkan  pada buku-buku kumpulan tulisan atau kumpulan bab yang dalam hal ini antarbab setara)

Langkah-langkah menulis

Langkah Pertama
Pratulis

  1. Menentukan tema
  2. Menemukan ide
  3. Merencanakan jenis tulisan
  4. Mengumpulkan bahan tulisan
  5. Bertukar pikiran
  6. Menyusun daftar
  7. Meriset
  8. Membuat Mind Mapping
  9. Menyusun kerangk

Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari

  1. Pengalaman pribadi
  2. Pengalaman orang lain
  3. Berita di media massa
  4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
  5. Imajinasi
  6. Mengamati lingkungan
  7. Perenungan
  8. Membaca buku

Tema yangdiangkat di buku ibu Iin  adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020

Referensi berasal dari data dan fakta yang beliau peroleh dari literasi di internet.
Referensi terdiri dari :

1. Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampi lan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak bal i ta hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka ini  diajukan ke Prof. Eko dan disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A.Pembagian Generasi Pengguna Internet
B.Karakteristik Generasi Dalam Berinternet

BAB 2 Media Sosial
A.Media Sosial
B.UU ITE
C.Kejahatan di Media Sosial

BAB 3 Literasi Digital
A.Pengertian
B.Elemen
C.Pengembangan
D.Kerangka Literasi Digital
E.Level Kompetensi Literasi Digital
F.Manfaat
G.Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H.Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A.Keluarga
B.Sekolah
C.Masyarakat

BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet +62
A.Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B.Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C.Membangun Digital Mindset Warganet +62

 Dalam menulis isi buku berdasarkan kerangka yang dibuat, beliau mengikuti nasehat Pak Yulius Roma Patandean di Channel beliau (https://www.youtube.com/watch?v=eePQwyHAcjw&feature=youtu.be)

Dengan mengikuti langkah beliau, tulisan kita menjadi rapi dan tertata sejak awal. Daftar isi, kutipan, indeks dan daftar pustaka tertata secara otomatis. 

A n o t o m i     B u k u

1.Halaman Judul
2.Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3.Halaman Daftar Isi
4.Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5.Halaman Prakata
6.Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7.Bagian /Bab
8.Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9.Halaman Glosarium
10.Halaman Daftar Pustaka
11.Halaman Indeks
12.Halaman Tentang Penulis

Langkah kedua
Menulis Draf

1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2.Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan

Langkah ketiga
Merevisi Draf

1.Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2.Memeriksa gambaran besar dari naskah.

Langkah keempat 
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)

1.Ejaan
2.Tata bahasa
3.Diksi
4.Data dan fakta
5.Legalitas dan norma


Hambatan-hambatan dalam menulis 

1.Hambatan waktu
2.Hambatan kreativitas
3.Hambatan teknis
4.Hambatan tujuan
5.Hambatan psikologis

Cara mengatasi Mengatasi hambatan adalah:

1.Banyak membaca
2.Mencari inspirasi di lingkungan sekitar, orang sekitar atau terkait dengan nara sumber.
3.Disiplin menulis setiap hari.
4.Pergi ke pasar dan memasak. Ini menjadi mood booster untuk menulis lagi (kebetulan bu Iin hobi memasak)

Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang.Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar.Kesempatan menulis dengan Prof Eko tidak akan datang 2 kali. Tiap kesempatan yang diambil adalah sebuah kesempatan untuk menang. Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar.

Motivasi  menulis. Musuh besar perubahan adalah  diri sendiri. Apakah hal-hal yang hebat ada pada diri kita  akan berlalu begitu saja tanpa bisa diambil oleh anak cucu kita. Keluarkan  potensi hebat  itu menjadi sebuah buku. 

Trima kasih Bunda Musiin  untuk ilmunya. 
Semoga saya  semakin rajin membaca dan menulis supaya bisa mengenal dunia dan dikenal dunia.


Waingapu, 22 Mei 2021


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...