Cukup 4 menit membaca
perenungan hidup, bagus sekali
Suatu saat saya buka
WA di HP. Sebuah ceramah. Nama beliau tak tertulis. Isinya bagus sekali. Saya tertarik maka saya simak dan saya
tulis kembali . Untuk refleksi pribadi. Perenungan hidup.
Karier seseorang tidak selalu di atas. Kadang diatas suatu ketika di bawah. Seperti roda yang berputar, tidak
terus diatas. Selalu berproses.
Begitupun harta didunia ini hanyalah titipan yang harus kita
jaga. Harta juga bisa bertambah banyak,
suatu saat akan juga turun saat ada
kerugian. Naik lagi. Turun lagi.
Kita menyadari bahwa hidup ini juga hanya titipan.
Kita tidak perlu gelisah
menghadapi perubahan. Pasangan hidup saudara/anak/teman kita juga titipan.
Ketika mereka sakit
atau meninggalkan dunia artinya titipannya sudah diambil yang empunya.
Sama dengan kita
sejak kita dititipi suatu pekerjaan
misal jadi ASN, pegawai bank atau lainnya jika suatu saat kita pensiun, tidak lagi jadi pegawai atau di PHK
kita harus iklas. Kita harus rela.
Karier, rejeki, pasangan hidup, anak itu semua diluar diri
kita. Ada juga yang menenpel pada diri
kita. Yaitu telinga, mata , indra, tenaga, kesehatan. Suatu saat semuanya akan lepas sedikit demi sedikit. Semua akan berkurang
sedikit demi sedikit. Sesuai dengan timbunan jasa yang pernah kita lakukan sebelumnya.
Wajah cantik, suara
merdu dan segala macam yang membuat kita jadi
hebat itu semua diberikan
oleh karma baik. Tetapi kalau karma baik
yang mendukung itu sudah
lenyap maka tidak ada lagi punya wajah cantik/tampan, tidak ada lagi suara merdu,
tidak ada lagi kedudukan yang luar biasa.
semuanya akan lepas satu per
satu. Pada saatnya nanti
bukan hanya telinga yang berkurang pendengarannya, bukan hanya
tenaga yang berkurang kekuatannya, bukan hanya
kulit yang berkurang kekenyalannya, tetapi sesungguhnya hidup dan tubuhpun harus kita lepaskan.
Kehidupan ini tidak pasti. Kehidupan ini tidak kekal. Suatu saat tubuh yang sehat dan kuat harus
terlepas dari diri kita. Kita harus meninggalkan kehidupan ini. Meninggalkan
orang yang kita cintai, meninggalkan
orang yang kita sayangi, meninggalkan orang yang kita benci. Siapapun juga, apapun harta yang kita punya.
Tidak ada yang mampu menolak perpisahan
kita dengan segalanya.
Kalau kita menolak atau tetap tidak mau terima atau tidak percaya
bahwa karma yang mendukung sudah
habis yang ada adalah penderitaan, kita menjadi stress, kita menjadi gelisah karena kita harus berpisah dengan yang kita cintai . Karena Sesungguhnya semua
itu “hanya titipan’. Termasuk
diri kita sendiri. Salam. Trimaksih untuk inspirasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar