.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Telah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya, bahwa hal sangat penting dalam belajar menulis adalah membangun habit. Apabila habit atau kebiasaan menulis sudah terbentuk, maka proses menulis menjadi lancar dan mudah. Ketatabahasaan, pedoman kepenulisan dan berbagai perangkat aturan lainnya, bisa dipelajari sembari proses belajar.

Ada sangat banyak cara untuk membangun habit. James Clear mengenalkan empat hukum membangun habit, yang disebut sebagai The Four Laws of Behavior Change. Saya pernah menuliskan empat hukum ini dalam konteks tulis menulis. Silakan simak kembali di sini.

Pada postingan kali ini, saya akan mengulas hukum yang kedua dari the four laws of behavior change tersebut. Clear menyatakan, hukum kedua dalam membangun kebiasaan adalah “make it easy”, jadikan kebiasaan itu mudah untuk Anda lakukan.

Make it easy, menjadikannya mudah

Apakah menulis itu mudah atau susah untuk kita lakukan? Kedua-duanya bisa menjadi jawaban. Bagi sebagian orang, menulis adalah hal sangat mudah, dan bagi sebagian yang lain, menulis adalah aktivitas yang sangat susah. Siapa yang membuat menulis menjadi mudah, dan siapa yang membuat menulis menjadi susah? Kita sendiri. Bukan orang lain.

Jika Anda ingin memiliki habit sebagai penulis produktif, jadikanlah kegiatan menulis itu mudah Anda lakukan. Artinya, jangan mempersulit diri dalam menulis. Banyak orang menjadi kesulitan menulis, karena mempersulit diri sendiri.

Saya ambil beberapa contoh perilaku mempersulit diri sendiri dalam menulis. Pertama, mengharuskan diri sendiri menulis dengan gaya bahasa tertentu, atau dengan kaidah-kaidah tertentu, atau dengan aturan-aturan baku tertentu. Ini menjadi sangat sulit bagi pemula, karena dipenuhi dengan keharusan dan aturan.

Kedua, menulis dengan standar karya para penulis hebat dunia atau penulis terkenal nasional. Misalnya, membandingkan kualitas karya tulisnya dengan karya JK. Rowling atau Stephen King. Membandingkan kualitas karya tulisnya dengan Habiburahman El-Syairazy, Asma Nadia, Dewi Lestari, atau Tere Liye.

Ketiga, menulis untuk menghasilkan jutaan likers, comment dan share, atau menulis buku untuk mencapai best seller. Apakah tidak boleh? Tentu saja sangat boleh. Namun sebagai pemula, target seperti itu menyulitkan dirti sendiri. Membuat sulit tampak sedemikian sulit oleh beban-beban target yang tidak reaslistis.

Bagaimana Agar Menulis Semudah Bernapas?

Hukum kedua membangun habit dalam teori atomic habit adalah make itu easy. Jadikan menulis sebagai aktivitas yang mudah. Jangan mempersulit diri sendiri, jangan membuat menulis menjadi hal yang menyeramkan dan menyesakkan. Buat mudah dan ringan saja, seperti bernapas.

Bagaimana agar menulis menjadi aktivitas yang mudah Anda lakukan? Berikut beberapa tips yang membuat menulis menjadi mudah bagi Anda.

  • Mulailah dengan free writing  

Di antara cara membangun habit menulis bagi pemula adalah dengan berlatih free writing sebanyak mungkin. Anda boleh menulis apa saja, bebas, tanpa kaidah apapun, dalam waktu tertentu. Misalnya menggunakan Teknik 30 MM, yang bisa Anda simak kembali di sini. Menulislah dengan penuh kebebasan, dan rasakan kemudahan menulis.

  • Hilangkan beban

Menulislah dalam suasana santai. Ketika Anda merasa terbebani, maka menulis menjadi hal yang tidak mengasyikkan bagi Anda. Sesuatu yang menjadi beban, akan sulit menjadi habit atau kebiasaan. Sesuatu yang Anda rasakan mudah, maka menjadi mudah pula terbentuk menjadi kebiasaan. Inilah alasan mengapa saya sering menggemakan “menulis semudah bernapas”. Menulis tanpa beban-beban.

  • Jadilah diri Anda sendiri

Anda bukan Tere Liye. Anda bukan Dewi Lestari. Anda bukan Asma Nadia. Maka menulislah dengan gaya yang “Anda banget”. Setiap orang memiliki gaya yang khas dalam menulis –yang membedakan satu penulis dengan penulis yang lain. Anda tidak  perlu menjadi KW dari JK. Rowling atau Pidi Baiq. Anda cukup menjadi diri sendiri.

  • Abaikan kritik yang merusak

Semua orang memerlukan feedback berupa masukan yang konstruktif. Dengan masukan itu, kita semua bertumbuh, menjadi lebih baik. Namun ada kritik yang merusak. Kritik yang menghancurkan semangat berkarya. Abaikan saja setiap kritik yang berpotensi merusak habit menulis. Anda hanya memerlukan saran yang membangun, saran yang menyemangati untuk terus berkarya.

Selamat menulis, selamat berkarya.

Bahan Bacaan

James Clear, Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa, Gramedia Pustaka Utama,  2019