.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Kapan dan bagaimana kita bisa mendapatkan ide untuk ditulis? Sangat banyak waktu dan momentum yang memberikan ide serta inspirasi kuat untuk menghasilkan karya tulis. Kadang pada waktu-waktu yang tampak rutin, seperti saat mandi pagi dan mencuci piring. Kadang saat menyaksikan sebuah pemandangan unik.

Ide menulis bisa hadir kapan saja, pada waktu yang tidak terduga. Siapkan diri untuk menangkap kemunculan ide tersebut, agar tak hilang atau terlupakan.

Ide Menulis di Saat Mandi Pagi

Shelley Carson dari Universitas Harvard menyatakan bahwa gangguan kecil saat bekerja, misalnya keinginan ke toilet, sebenarnya bisa menjadi hal baik bagi kreativitas. Shelley menjelaskan bahwa interupsi dan pengalihan perhatian saat bekerja merupakan ‘masa inkubasi’ yang memacu kreativitas. Gangguan saat bekerja dapat memberi jeda pada otak untuk melepaskan diri dari fokus yang berlebihan dan tidak efektif.

Woody Allen, sutradara, akor sekailgus penulis buku, sering mandi dengan shower untuk mendapatkan inspirasi. Terkadang dia berada di bawah guyuran shower hampir satu jam agar ide mengalir deras. Allen mengatakan bahwa saat berada di kamar mandi, terutama saat merasakan air hangat mengalir ke kulitnya, dia seperti meninggalkan dunia nyata dan pikirannya terbuka untuk ide-ide baru.

Gina Conroy menyatakan, “I do my best writing in the shower”, dan ia mengatakan bahwa tidak sendirian. Banyak penulis hebat yang menemukan ide menulis saat mandi pagi. Zulie Rane menyatakan, saat mandi terkadang ia menemukan ide menulis, dan menuliskannya pada cermin yang beruap.

Ketika mengomentari tulisan Gina Conroy di blognya, Kaitlin menulis pengalaman pribadinya yang unik. “I do my best writing in the shower because I have no distractions. I am forced to think instead of consume”. Baginya, kamar mandi adalah satu-satunya tempat yang tanpa gangguan, maka ia bisa menciptakan ide menulis yang terbaik.

Betapa banyak distraksi dalam kehidupan kita sehari-hari. “Anywhere else, there are phone calls, text messages, facebook, twitter, and other people to make our minds wander”, ujar Kaitlin. Karena bisingnya kehidupan, membuat dirinya tidak bisa menghasilkan ide brilian. “I think the shower is the only place I am truly alone with my thoughts”, lanjut Kaitlin.

Ide Menulis Saat Dialog Dengan Anak

Angela DiTerlizzi adalah penulis buku The Magical Yet, dan puluhan buku lainnya. Ia adalah istri dan ibu, yang menulis di sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga.

Ide menulis buku The Magical Yet muncul, ketika putrinya yang berusia 9 tahun rajin mengikuti pertandingan basket, dan belum pernah menang sekalipun. Pada pertandingan terakhir, putrinya menyatakan telah berada pada tim yang salah.

Selama perjalanan pulang, DiTerlizzi mengobrol di mobil dengan sang putri. “You’re not there yet, but you will be. Kamu belum mencapai kemenangan, namun kamu akan sampai di sana.” Nasihat yang ia sampaikan kepada putrinya, justru mengetuk dirinya untuk merenungi kata “yet” —belum.

Ternyata ia menemukan ada kekuatan  di balik kata “Yet”. Belum adalah kekuatan. Kamu belum menang, namun kamu akan mencapainya. Sekarang hanya “belum”. Maka ditulislah buku The Magical of Yet.

Ide Menulis Saat Mencuci Piring

Kapan Agatha Christie merancang bukunya? “The best time for planning a book is while you’re doing the dishes”. Menurut Agatha Christie, waktu terbaik untuk merencanakan buku adalah saat Anda mencuci piring. Aktivitas kreatif ini terjadi pada pagi hari, usai sarapan, kemudian mencuci piring.

Ide Menulis Saat Melihat Sapi

Gertrude Stein, penulis buku Paris France, mendapat ide menulis saat dia melihat sapi dari dalam mobilnya. Setiap hari dia berkeliling di peternakan sapi dan berhenti untuk memandangi berbagai jenis sapi sampai menemukan sapi yang paling memberinya inspirasi. Lalu, penulis yang menghabiskan sebagian hidupnya di Perancis ini akan menulis hanya selama 30 menit.

Ide Menulis Saat Berada dalam Keramaian Kereta

J.K Rowling Novelis Inggris tersebut mendapatkan ide untuk menulis ‘Harry Potter’ saat berada di kereta yang ramai. Saat itu dia tidak membawa pena untuk menuliskan idenya dan malu untuk meminjam pena pada penumpang lainnya. Jadi, dia merenungkan konsep untuk membuat ‘Harry Potter’ ini selama empat jam perjalanan kereta agar ide tersebut tidak hilang dari otaknya.

Bagaimana dengan Anda? Miliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Anda akan mendapat sangat banyak ide menulis.

Bahan Bacaan

Ariska Puspita Anggraini, Ide Terbaik Sering Muncul di Tempat Tak Terdugawww.kompas.com, 20 November 2017

Gina Conroy, I Do My Best Writing in The Showerwww.ginaconroy.com, 10 September 2015

Kevan Lee, The Best Time to Write and Get Ideas According to Sciencewww.buffer.com, 10 Maret 2014

Leo Widrich, Why We Have Our Best Ideas in the Shower: The Science of Creativitywww.buffer.com, 7 September 2018