MENULIS APA DI HARI RAYA?
.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Hari ini adalah 1 Syawal 1442 H, hari raya bagi umat muslim di seluruh dunia. Ini adalah Idul Fitri atau Lebaran kedua di mana kita berada dalam situasi pandemi corona.
Merujuk pada Surat Edaran No SE 07 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Salat Idul Fitri Tahun 1442 H / 2021 M di saat Pandemi Covid, ada dua kelompok masyarakat yang dianjurkan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.
Pertama, masyarakat yang tinggal di daerah yang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye). Mereka diimbau untuk melakukan shalat Idul Fitri di rumah masing-masing.
Kedua, kelompok lansia (lanjut usia) atau orang dalam kondisi kurang sehat, baru sembuh dari sakit atau dari perjalanan –meskipun tingal di zona hijau atau zona kuning—disarankan tidak menghadiri shalat Idul Fitri di masjid dan lapangan.
Bagi masyarakat yang berada di zona hijau dan zona kuning covid, diperkenankan menyelenggarakan shalat Idul Fitri di masjid atau lapangan, dengan berbagai ketentuan. Meski boleh shalat Idul Fitri, namun tetap menjaga jarak aman, dan tidak saling berjabat tangan ataupun berpelukan.
Tetap Menulis di Hari Raya
Suasana pandemi membuat kita tidak leluasa kemana-mana. Terlebih larangan mudik yang disertai dengan pencegatan oleh aparat, membuat masyarakat harus semakin taat aturan. Kita berhari raya di rumah saja, atau dilingkungan sekitar.
Maka suasana Idul Fitri kali ini –sama dengan tahun 2020 lalu—membuat kita lebih banyak di rumah. Kita bisa menciptakan produktivitas bersama anggota keluarga. Salah satunya adalah karya tulis.
Selepas Ramadhan, umat muslim mulai berbuka, tak lagi berpuasa. Terlebih pada tanggal 1 Syawal, justru dilarang berpuasa. Maka suasana menulis pada 1 Syawal bisa disertai kuliner atau menikmati masakan rumah sendiri.
Apa yang bisa kita tulis di hari raya ini? Sesuai dengan tema pada hari raya Idul Fitri, kita bisa menulis hal-hal kontemplatif, atau tulisan yang bercorak spiritual. Beberapa pilihan tema berikut bisa Anda coba tuliskan.
- Muhasabah Diri
Setelah sebulan menjalani ibadah Ramadhan, apa yang Anda rasakan? Bagaimana kondisi keimanan Anda usai Ramadhan? Apakah Anda merasakan peningkatan keimanan, biasa-biasa saja, atau justru menurun?
Tulis evaluasi Anda, apa yang kurang selama Ramadhan kemaren? Apa yang belum optimal? Agar bisa menjadi perbaikan untuk Ramadhan yang akan datang.
- Harapan Pasca Ramadhan
Anda juga bisa menuliskan harapan-harapan pasca Ramadhan. Sebagian orang menyebutnya sebagai “resolusi”. Kondisi seperti apa yang Anda harapkan usai Ramadhan? Kualitas ibadah seperti apa yang ingin Anda miliki pasca Ramadhan?
Mungkin Anda fokus pada perbaikan kondisi keluarga. Mungkin Anda fokus pada peningkatan usaha. Atau Anda fokus untuk menghasilkan suatu karya. Tuliskan semua harapan dan mimpi-mimpi Anda usai Ramadhan.
- Perasaan dan Kondisi Lebaran at Home
Bagaimana suasana jiwa Anda ketika menjumpai lebaran hanya di rumah saja? Bagaimana perasaan Anda saat mendapati larangan mudik? Bagaimana perasaan Anda lebaran tak bisa kemana-mana? Tuliskan saja semuanya.
Apa yang akan Anda lakukan di rumah saat lebaran? Kegiatan apa yang menarik untuk dikerjakan saat lebaran hanya di dalam rumah? Tuliskan semua hal terkait lebaran at home, semoga bisa menginspirasi pembaca untuk memproduksi kebaikan selama di rumah.
- Menikmati Hari Raya Bersama Keluarga
Apa rencana Anda bersama keluarga? Tuliskan aktivitas Anda dalam menikmati hari raya bersama keluarga. Mungkin Anda tertarik menuliskan suasana kerepotan di dapur. Saat asisten rumah tangga minta libur tidak masuk kerja, dan Anda harus mengerjakan semuanya.
Apa rekomendasi Anda untuk keluarga muslim di Indonesia? Bagaimana cara menikmati kebersamaan dengan keluarga saat lebaran hanya di rumah saja? Pikiran dan gagasan Anda mungkin memberikan inpirasi bagi banyak orang di luar sana.
- Suasana Takbiran dan Shalat Idul Fitri
Anda mengamati suasana takbiran di kampung atau kota tempat tinggal. Anda mengamati suasana shalat Idul Fitri di lingkungan sekitar. Apa yang berbeda dari sebelum pandemi? Bagaimana suasana saat takbiran dan shalat Idul Fitri? Tuliskan semua, untuk menjadi kenangan.
Rekam dengan baik suasana takbiran maupun shalat idul Fitri melalui tulisan. Anda bisa menambahkan dengan kesan atau kesaksian teman maupun tetangga tentang Idul Fitri kali ini. Tulis semua kondisi yang Anda rasakan, tulis semua catatan yang Anda dapatkan selama mengikuti takbiran dan shalat Idul Fitri.
Tentu saja Anda bisa menulis tema-tema lainnya. Namun beberapa poin di atas bisa menjadi alternatif untuk ditulis, apabila Anda belum memiliki ide.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalallahu minna wa minkum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar