AGAR SEMAKIN PERCAYA DIRI PUBLIKASI TULISAN
.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Seorang guru yang baru pertama kali mengajar di kelas, sangat mungkin mengalami kegagapan. Ada banyak guru baru yang grogi dan tidak percaya diri saat mengajar. Ada yang tegang dan bahkan gemetaran.
Namun seiring berjalannya waktu, para guru itu semakin percaya diri. Mereka mengajar dengan nyaman, tidak lagi tegang. Sudah bisa santai, dan tidak grogi. Para guru senior, sudah mengerti tips dan trik mengajar yang menyenangkan, dari pengalaman selama ini.
Seorang yang baru pertama kalinya mengendari mobil di jalan raya, akan merasa grogi dan tidak percaya diri. Membawa mobil masih dengan sikap tegang dan tidak bisa santai. Takut jika melakukan kesalahan dan menimbulkan kecelakaan.
Seiring berjalannya waktu, ia makin nyaman mengendarai mobil. Tumbuh rasa percaya diri, dan tidak lagi tegang. Ia membawa mobil dengan santai dan lincah berkendara di tengah keramaian lalu lintas. Pengalaman dan ‘jam terbang’ telah menempa dirinya.
Demikian pula halnya dengan penulis. Ketika sedang belajar menulis, banyak yang merasa tidak percaya diri untuk publikasi. Seakan-akan semua mata akan memelototi tulisannya. Muncul rasa takut dan khawatir. Takut salah, khawatir mendapat celaan atau bullying, dan berbagai kekhawatiran lainnya.
Muncul penilaian, “Apakah tulisan ini pantas untuk diposting?” Pertanyaan sejenis bermunculan dan hadir silih berganti. Membuat nyali semakin ciut dan tak berani memosting tulisan sendiri, walau hanya melalui media sosial.
Agar Semakin Percaya Diri Menulis
Sama seperti kisah guru dan sopir di atas, menulis tak jauh berbeda. Guru memerlukan waktu dan sejumlah jam mengajar tertentu, sampai dirinya menjadi percaya diri. Sopir memerlukan waktu dan sejumlah jam berkendara tertentu, sampai ia menjadi percaya diri.
Berikut lima tips praktis, agar semakin percaya diri publikasi tulisan.
- Rutin menulis setiap hari, posting setiap hari
Jika guru baru hanya mengajar sebulan sekali, akan lebih lama untuk menumbuhkan percaya diri. Apalagi jika dua bulan sekali. Untuk memunculkan rasa percaya diri mengajar, harus memaksa diri sendiri mengajar setiap hari.
Demikian pula halnya dalam menulis. Anda akan cepat memiliki rasa percaya diri, apabila menulis setiap hari dan memosting tulisan setiap hari. Tidak masalah tulisan pendek, hanya satu atau dua paragraf. Namun memiliki pesan kebaikan, agar memberikan manfaat bagi pembaca.
Berikut contoh tulisan dua paragraf pendek.
Ramadhan hampir pergi meninggalkan kita. Tidak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Tigapuluh hari, berlalu begitu saja, sangat cepat. Tiba-tiba kita telah berada di penghujungnya.
Apa yang kita dapatkan dari Ramadhan? Bertambahnya ketaqwaan? Atau kesia-siaan? Hanya diri sendiri dan Allah saja yang mengetahui. Semoga Allah ampuni semua kekurangan dan kelemahan kita dalam menggunakan Ramadhan untuk beramal kebaikan.
- Bikin serial, agar tertantang posting setiap hari
Saya membuat tantangan menjelang Ramadhan lalu, untuk membuat tulisan selama 30 hari. Ini bisa menjadi tulisan serial, misalnya Motivasi Ramadhan Hari Pertama hingga Motivasi Ramadhan Hari ke Tigapuluh.
Dengan mencanangkan tulisan berseri, Anda akan tertantang untuk menulis setiap hari, dan memosting tulisan setiap hari. Pembaca akan menunggu serial berikutnya, dan menanyakan kepada Anda apabila tidak ada kelanjutannya. Ini adalah cara memaksa diri untuk terus menulis dan memosting tulisan setiap hari.
Karena cara inilah yang membuat Anda semakin percaya diri. Sebanyak apapun Anda menulis, kalau tidak pernah peblikasi, tak akan berlatih percaya diri.
- Mensyukuri keunikan diri
Jika Anda menilai, tulisan Anda tidak seperti Andrea Hirata, bersyukurlah. Itu menunjukkan Anda memiliki keunikan atau kekhasan yang tak dimiliki Andrea Hirata. Lagian, tak ada yang mengharuskan tulisan Anda seperti Andrea Hirata. Anda bukan KW dari siapapun.
Syukuri corak dan gaya tulisan Anda. Setiap orang memiliki gaya dan corak yang berbeda. Karena semua orang adalah unik dan khas. Biarkan saja Dewi Lestari memiliki gaya dan coraknya, Anda juga memiliki gaya dan corak yang Anda banget.
Tidak perlu minder atau tidak percaya diri lantaran tulisan Anda tidak setara dengan karya Habiburrahman Syairazi. Tidak perlu merasa terbanting lantaran tulisan Anda tidak sekualitas Asma Nadia. Karena Anda memang bukan mereka, dan mereka bukan Anda. Syukuri keunikan gaya penulisan yang Anda miliki.
- Memiliki komunitas menulis
Komunitas kecil, membuat Anda bisa berdiskusi dan sharing tentang kepenulisan. Anda bisa saling memotivasi dan menginspirasi. Komunitas yang membuat Anda merasa memiliki teman yang sama-sama sedang belajar dan bertumbuh.
Dalam komunitas menulis, Anda bisa mengajak semua anggota untuk menulis dan memosting tulisan setiap hari. Dengan demikian, bisa menjadi sarana saling menyemangati dan memberikan masukan guna kebaikan kualitas tulisan.
Tanpa komunitas, Anda seorang diri dalam menghasilkan karya tulis. Tak ada suporter yang menyemangati dan menanyakan “sampai di mana tulisanmu hari ini?” Anda mudah terkena jebakan kebosanan dan kejenuhan, karena tak ada partner untuk berbagi.
- Terus belajar
Jangan malu untuk belajar dari siapapun. Belajarlah dari para penulis sukses. Belajarlah dari para penulis produktif. Ambil tips dan trik yang bermanfaat untuk memperbaiki kualitas tulisan Anda dari waktu ke waktu.
Untuk belajar, Anda tidak harus bertemu langsung dengan orangnya. Anda bisa beajar dari hasil karyanya. Cermati karya para maestro, bagaimana cara mereka mengolah emosi pembaca, bagaimana mereka menyajikan drama, bagaimana mereka mengolah kata-kata sehingga indah dan bermakna.
Anda juga bisa belajar dari sesama penulis pemula, yang tengah berjuang menghasilan karya. Dari mereka, Anda belajar tentang ketekunan dan keuletan. Anda belajar tentang kedisiplinan dan manajemen perhatian. Anda belajar tentang cara menungkapkan ide ke dalam tulisan.
Setelah belajar, Anda harus segera menerapkan dalam tulisan. Aplikasikan hasil pembelajaran Anda, tanpa menjadi KW dari seorang penulis terkenal. Anda cukup menjadi diri sendiri yang unik dan khas, untuk menghasilkan karya tulis.
Selamat menulis, selamat memosting tulisan. Setiap hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar