.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Sebentar lagi Ramadhan 1442 H berlalu meninggalkan kita semua. Bagi umat muslim, kesempatan terbaik untuk menempa diri akan segera berlalu. Berganti Syawal, di mana kita harus melakukan pembuktian. Bahwa penempaan diri kita ada hasilnya yang nyata.

Menjelang Ramadhan saya mengajukan tantangan kepada Anda untuk menulis motivasi kebaikan selama 30 hari. Saatnya Anda mulai mengumpulkan tulisan yang berhasil Anda ciptakan selama Ramadhan. Sungguh saya berharap, tulisan motivasi kebaikan Anda bisa dibukukan.

Membaca Ulang

Jika Anda ingin membukukan tulisan selama Ramadhan, simak langkah-langkahnya di sini. Sudah saya jelaskan dengan detail. Saya berharap Anda sudah mendapatkan gambaran yang jelas dari sepuluh tulisan saya terkait langkah membukukan naskah Ramadhan.

Sebelum itu, Anda harus membaca ulang semua naskah yang telah Anda ciptakan. Untuk apa Anda membaca ulang? Untuk memastikan bahwa semua tulisan Anda sudah sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Bisa jadi setelah membaca ulang, Anda menemukan beberapa bagian yang tidak sesuai keinginan. Maka Anda bisa mengubah dan membenarkannya.

Memantaskan Tulisan

Selain membaca ulang, Anda juga perlu “memantaskan” bahwa naskah tersebut akan berubah wujud menjadi buku. Semaksimal mungkin Anda berusaha membuat naskah tersebut lebih menarik dan lebih berbobot untuk diterbitkan menjadi buku. Tentu ini menyangkut kredibilitas diri Anda.

Bahwa Anda ingin mengajak orang lain melakukan kebaikan, melalui buku Anda. Hendaknya Anda menghadirkan buku motivasi kebaikan dalam bentuk seindah mungkin, baik dari segi isi maupun dari segi penampilan. Hal ini supaya pesan-pesan kebaikan bisa tersampaikan secara lebih optimal.

Sebagus apapun pesn Anda, apabila tersajikan dalam bentuk tulisan yang serampangan, akan membuat pesan tidak tersampaikan. Maka upayakan melakukan perbaikan sesuai kemampuan, agar buku tampil lebih elegan.

Meluruskan Niat

Luruskan niat Anda dalam menyusun dan menerbitkan buku. Bahwa Anda benar-benar sedang berusaha mengajak sebanyak mungkin orang untuk melakukan kebaikan, melalui tulisan. Bahwa Anda ingin memotivasi dan menginspirasi banyak orang untuk selalu berusaha berbuat baik. Niatkan ikhlas karena Allah, semua tulisan Anda adalah ibadah.

Dengan niat yang lurus, membuat Anda tidak baper apabila ada kritik atau komentar negatif dari pembaca. Di antara hal yang harus Anda mengerti adalah, bahwa apapun yang Anda tulis, tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Pasti akan ada orang yang tidak suka dengan tulisan atau buku Anda.

Jangan Berharap Bisa Menyenangkan Semua Orang

Brian Lamacraft (2019) mengungkapkan dengan jelas. “There will always be something that you write which people will not like”. Akan selalu ada orang tidak suka, apapun yang Anda tulis. Maka jangan bertujuan menyenangkan semua orang, karena itu mustahil. Luruskan selalu niat Anda, bahwa Anda menulis untuk ibadah.

You cannot please everyone and you shouldn’t try to please everyone”, ujar Brian. Anda tidak dapat menyenangkan semua orang dan Anda tidak perlu berusaha untuk menyenangkan semua orang. “Stop trying to please everyone. This is simply not possible”, lanjut Brian.

Berhentilah berusaha untuk menyenangkan semua orang, karena memang tidak akan mungkin terjadi. Ingat, sebagus apapun tulisan Anda, selalu ada kritik. “No matter what you write, there will always be a hater because this goes hand-in-hand with writing”, lanjut Brian.

Selamat berkarya, selamat menyiapkan buku hasil tulisan Ramadhan Anda.

Bahan Bacaan

Brian Lamacraft, How to Deal with Haters as a Writerhttps://medium.com, 2 Agustus 2019