.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Telah saya sampaikan dalam postingan sebelumnya, bahwa hal sangat penting dalam belajar menulis adalah membangun habit. Apabila habit atau kebiasaan menulis sudah terbentuk, maka proses menulis menjadi lancar dan mudah. Ketatabahasaan, pedoman kepenulisan dan berbagai perangkat aturan lainnya, bisa dipelajari sembari proses belajar.

Ada sangat banyak cara untuk membangun habit. James Clear mengenalkan empat hukum membangun habit, yang disebut sebagai The Four Laws of Behavior Change. Saya pernah menuliskan empat hukum ini dalam konteks tulis menulis. Silakan simak kembali di sini.

Pada postingan kali ini, saya akan mengulas hukum yang keempat dari the four laws of behavior change tersebut. Clear menyatakan, hukum keempat dalam membangun kebiasaan adalah “make it satisfying”, jadikan kebiasaan menulis itu sebagai hal yang memuaskan.

Make it satisfyingmenjadikannya memuaskan

Jika Anda ingin memiliki habit sebagai penulis produktif, jadikanlah kegiatan menulis itu memuaskan bagi Anda. Seiring berjalannya waktu, proses pembelajaran menulis Anda akan semakin memberikan hasil yang memuaskan. Baik dari segi proses, maupun dari segi kualitas hasil. Semakin memuaskan bagi Anda, menulis akan cepat menjadi habit bagi Anda.

Setiap orang bisa berbeda-beda dalam mendefinisikan kepuasan menulis. Saya bisa mendapatkan kepuasan dari menulis, dalam berbagai kesempatan. Pertama, ketika saya berhasil menyelesaikan satu karya tulis. Misalnya, saya menulis rutin untuk berbagai blog yang saya kelola. Saat selesai menuliskan satu naskah, saya merasa puas karena telah menghasilkan karya.

Saya belum bisa tidur jika di hari itu belum ada karya tulis yang bisa saya hasilkan. Sebelum tidur malam, saya harus memastikan bahwa pada hari itu telah ada karya tulis baru. Bukan tulisan lama yang didaur ulang. Saat saya berhasil menyelesaikan satu karya tulis, saya telah merasa puas.

Kedua, ketika saya berhasil mencapai target penulisan. Untuk setiap naskah yang saya posting di blog, target minimal adalah 500 kata, atau sekitar 3.000 karakter. Tidak boleh kurang, boleh lebih tapi tidak sampai dua kali lipat target. Jadi saya selalu menghitung, berapa kata atau karakter, naskah yang saya hasilkan. Tidak semata-mata menulis naskah.

Apabila saya baru bisa menulis 300 kata, maka saya akan berjuang untuk menyelesaikannya. Saya akan mencari referensi atau bahan-bahan, untuk menambah tulisan saya. Saya belum bisa tenang jika naskah yang saya buat belum mencapai target hitungan kata atau karakter. Jika telah tercapai, saya merasa puas.

Ketiga, ketika saya berhasil memublikasikan karya tulis tersebut. Setelah selesai menulis, sesuai dengan target, kemudian melakukan publikasi, rasanya benar-benar puas. Saya belum bisa tidur nyenyak apabila pada hari itu belum ada satupun karya tulis yang saya publikasikan melalui blog.

Apalagi ketika publikasi berbentuk buku. Setelah melalui perjuangan panjang, beberapa pekan atau beberapa bulan, berhasil menyelesaikan menulis sebuah buku, ada kepuasan saat buku itu terbit. Menjadi laku ataupun tidak laku buku itu di pasar, urusan belakangan. Terbitnya buku itu saja, sudah memberi kepuasan.

Keempat, saya semakin mencapai kebahagiaan apabila ada testimoni dari pembaca yang merasakan kebermanfaatan dari tulisan itu. Testimoni tulus itu menunjukkan kepada saya –bahwa pesan telah sampai kepada pembaca. Pesan utama dari tulisan saya bisa dipahami, dimengerti, dan memberikan kemanfaatan nyata, meski hanya pada satu orang saja.

“Masyaallah, setelah suami saya membaca buku Wonderful Husband, sikapnya kepada saya sangat berubah. Selama sepuluh tahun menikah, baru kali ini ia berlaku sedemikian baik kepada saya”, ungkap seorang istri.

Testimoni seperti ini membuat saya merasa bahagia, karena ada kemanfaatan yang berhasil saya berikan melalui tulisan. Bahwa tulisan saya membawa manfaat, bukan hanya kumpulan kata-kata, bukan hanya gelembung dan busa-busa.

Nah, karena saya merasa puas dengan  proses dan hasilnya, maka membuat saya selalu semangat menulis. Semakin lama semakin mudah dan semakin produktif menulis. Ini karena menulis sudah menjadi habit dalam kehidupan saya.

Demikianlah hukum atomic habit yang dikemukakan oleh James Clear untuk membangun kebiasaan menulis. Selamat menulis, selamat berkarya, moga Allah berkahi kita semua.

Bahan Bacaan

James Clear, Atomic Habits: Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luar Biasa, Gramedia Pustaka Utama,  2019

.

Ilustrasi : https://medium.com/darius-foroux/why-a-daily-writing-habit-improves-your-life-d81bff93e982