.

Oleh : Cahyadi Takariawan

”There is nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and bleed.” –Ernest Hemingway

.

Apa yang Anda rasakan saat akan memulai menulis? Banyak kebingungan? Banyak gangguan? Banyak keinginan?

Saat Anda duduk menghadap laptop, ponsel Anda berdering. Panggilan masuk dari teman lama. Anda menatap ponsel itu. Mencoba menimbang dan mengambil keputusan, apakah akan menerima penggilan masuk itu, atau memilih mengabaikan karena Anda sudah berada dalam zona waktu menulis?

Saat Anda sudah mulai menulis beberapa kalimat, banyak notifikasi masuk ke ruang chat Anda. Sesaat Anda melirik, ternyata belasan pesan dari teman masuk secara japri. Belum lagi di grup chating, ratusan pesan masuk belum terbaca. Anda mulai galau, membalas pesan, atau lanjut menulis?

“Before too long, these constant distractions in your life will bog you down and prevent you from writing anything at all. But only if you allow them to” –Blake Powell, 2017

Anda memutuskan membuka satu pesan masuk dari sahabat istimewa. Isinya ajakan makan malam bersama. Di tempat ngopi yang paling favorit di kota Anda. Godaan yang luar biasa, Anda mulai limbung, apakah menerima ajakan itu, atau mengabaikannya? Jika Anda mengabaikan, bisa jadi sahabat itu akan kecewa. Jika Anda menerima undangannya, satu sesi menulis Anda lewatkan begitu saja.

Kadang saat mulai duduk untuk menulis, Anda menemukan kesulitan menemukan kata-kata. Buntu, seakan ada sesuatu yang menghambat kata-kata bermunculan. Anda tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan ide. Akhirnya Anda tergoda menerima ajakan untuk makan malam, nonton, atau jalan-jalan.

“The thing is, in order to become the great writer you deserve to be, you’re going to have to fight a long war ahead” –Blake Powell, 2017

Benarlah ungkapan Ernest Hemingway. “Tidak perlu sesuatu untuk menulis. Yang perlu Anda lakukan hanyalah duduk di depan mesin tulis, dan berdarah-darah”. Rupanya Anda perlu berdarah-darah, berjuang, berperang melawan berbagai keraguan, kebingungan, godaan yang datang di setiap sesi menulis.

Godaan tidak selalu datang dari orang-orang yang jauh. Pasangan hidup Anda merajuk, minta diantar keluar. Anak-anak Anda merengek, minta ditemani bermain. Kadang ada tetangga datang, ingin silaturahmi dan mengobrol. Atau sesi menulis saat itu bersamaan dengan penayangan drama Korea kesukaan Anda.

“Gangguan konstan” seperti ini akan menghambat proses menulis Anda, dan membuat Anda tidak menghasilkan karya tulis apapun. Hal ini terjadi hanya apabila Anda mengizinkan mereka mengganggu Anda.

Menurut Blake Powell (2017), untuk menjadi penulis hebat, Anda harus bersungguh-sungguh berjuang. Anda tidak boleh membiarkan diri Anda kalah dalam setiap peperangan. Anda mengizinkan para pengganggu itu selalu hadir, dan memenangkan pertempuran. Sesi menulis selalu Anda kalahkan.

“So if you want to excel at your craft, you need to start with devising an effective battle plan to fight against the many obstacles threatening to pull you away and stop you from writing at a moment’s notice” –Blake Powell, 2017

Powell menyarankan, jika Anda ingin unggul dalam menulis, Anda harus mulai dengan menyusun rencana pertempuran yang efektif untuk melawan banyak rintangan. Anda harus memiliki strategi pertempuran yang jitu, agar bisa mengalahkan semua gangguan. Anda tidak boleh mengizinkan berbagai gangguan tersebut berhasil menghentikan Anda dari aktivitas menulis pada saat itu.

Jika Anda mampu memenangkan peperangan, Anda telah memberi ruang kepada ribuan kata-kata untuk memasuki halaman karya yang telah Anda siapkan. Meski tidak banyak paragraf Anda ciptakan setiap hari, namun Anda konsisten memenangkan pertempuran. Setiap sesi menulis hadir, Anda selalu berada di meja kerja untuk menuliskan karya.

Strategi Memenangkan Peperangan

Anda harus menjadi pemenang. Di antara strategi penting untuk memenangkan peperangan rutin itu adalah sebagai berikut.

  • Menetapkan Zona Waktu Menulis

Zona waktu menulis (ZWM) adalah sebuah zona waktu eksklusif bagi Anda untuk menulis. Mungkin hanya 15 menit, atau 30 menit, namun rutin setiap hari. Sebagian dari Anda bisa mengalokasikan waktu satu jam setiap hari –semua sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Ini adalah sebuah waktu yang Anda pilih untuk menulis, dan Anda harus menolak semua gangguan pada zona waktu tersebut.

  • Mematikan Koneksi Internet

Godaan paling menarik adalah koneksi internet. Dengan koneksi internet yang kencang, Anda leluasa searching dan browsing. Anda leluasa upload dan download. Jika itu yang terjadi, zona waktu menulis Anda habis untuk berkegiatan di dunia maya. Waktu 15 – 30 menit, terasa sangat singkat saat Anda searching dan browsing. Mampu menghanguskan sesi menulis Anda setiap hari.

  • Tidak Menerima Telepon

Anda orang sibuk dan penting. Sangat banyak kolega dan sahabat yang ingin menghubungi Anda. Mereka menelpon setiap saat. Pada saat memasuki zona waktu menulis, matikan ponsel Anda. Semua telpon masuk akan tertolak. Mereka mungkin akan menulis pesan yang bisa Anda baca saat smartphone telah Anda aktifkan lagi usai zona waktu menulis.

  • Tidak Membaca dan Membalas Chat

Anda mengikuti puluhan bahkan ratusan grup chatting. Semuanya aktif. Pesan masuk bertubi-tubi. Notifikasi berbungyi tanpa henti. Biarkan saja semuanya. Anda tidak boleh membaca dan membalas chat saat tengah berada dalam zona waktu menulis. Saat zona waktu menulis usai, barulah Anda periksa semua pesan masuk.

  • Tidak Memeriksa Email

Ada sangat banyak pesan masuk melalui email. Terlebih bagi Anda yang menjalankan bisnis online berbasis komunikasi email. Tiap menit ada email masuk, meminta jawaban dan konfirmasi. Pada saat berada dalam zona waktu menulis, Anda tidak boleh memeriksa email. Abaikan saja, nanti jika zona waktu menulis sudah berakhir, Anda baru boleh memeriksa email.

  • Tidak Mengakses Sosial Media

Godaan berat lainnya adalah sosial media. Bagi Anda yang eksis di instagram, twitter, facebook, youtube, tiktok dan lain sebagainya, sering tergoda mengakses akun medsos Anda. Kadang terlintas ide memosting sesuatu melalui instagram. Namun pada saat berada dalam zona waktu menulis, Anda tidak boleh mengakses media sosial.

  • Menunda atau Menolak Ajakan

Sangat banyak ajakan menarik setiap hari. Terkadang ajakan itu begitu istimewa bagi Anda, terasa sayang untuk dilewatkan. Anda tidak harus menolak ajakan, jika memungkinkan, lakukan reschedule. Jika tidak mungkin reschedule, satu-satunya cara memenangkan peperangan adalah dengan menolak ajakan itu.

Demikianlah beberapa tips dan trik memenangkan peperangan rutin harian. Jadilah pemenang. Jadilah penulis produktif.

Bahan Bacaan