.
The 30-Day Writing Challenge – 10
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Bagaimanakah cara agar tulisan yang Anda buat selama Ramadhan bisa menjadi buku yang diterbitkan lengkap dengan ISBN? Ikuti 10 langkah berikut ini.
- Kumpulkan 30 Tulisan Selama Ramadhan
- Pilahkan Tulisan, dan Buat Sistematika
- Tentukan Target Akhir
- Lakukan Penyesuaian terhadap Naskah
- Lengkapi Bagian-Bagian Buku
- Lakukan Swasunting (Self Editing)
- Pilih Judul yang Inspiratif
- Bikin Layout Kreatif
- Bikin Cover yang Menarik
- Serahkan Kepada Penerbit
Pada postingan-postingan sebelumnya, telah saya bahas poin pertama hingga kesembilan. Berikut saya bahas poin kesepuluh. Silakan disimak, dan diaplikasikan dengan urut. Insyaallah tulisan Anda bisa menjadi buku.
Kesepuluh, Memilih Penerbit
Ketika naskah sudah selesai Anda edit, saatnya Anda menyerahkan kepada pihak penerbit. Di zaman modern sekarang ini, amat sangat banyak pilihan penerbit. Anda dengan leluasa memilih penerbit, baik jenis penerbit mayor maupun penerbit indi.
Ada beberapa alternatif dalam menerbitkan dan memasarkan buku. Saya akan sampaikan secara ringkas dan sederhana.
Alternatif Pertama : Terbitkan Sendiri dengan Self Publishing
Dalam metode self publishing, Anda menerbitkan buku menggunakan jasa percetakan –bukan melalui lembaga penerbitan. Konsekuensinya, Anda harus melakukan edit, layout, membuat cover, hingga buku siap dicetak oleh percetakan. Pihak percetakan tidak mengurus editing, layout dan lain-lain. Mereka hanya mencetak buku saja.
Dalam metode ini hanya ada dua pihak yang terlibat, yaitu pihak penulis dan pihak percetakan buku. Penulis membayar sendiri semua biaya percetakan untuk mencetak buku. Penulis harus memasarkan bukunya sendiri, karena pihak percetakan tidak mengurus pemasaran. Penulis tidak terikat perjanjian dengan pihak penerbit manapun karena hak cipta ada pada dirinya.
Di buku hanya tercantum nama penulis, tidak ada nama serta logo penerbit. Ingat, jika Anda memilih cara ini, tidak bisa mengurus ISBN. Karena individu dan lembaga percetakan tidak bisa mengurus ISBN. Yang bisa mengurus ISBN hanya lembaga penerbitan.
Bolehkah buku beredar tanpa nomer ISBN? Sangat boleh. Misalnya, buku yang dicetak untuk keperluan terbatas, tidak untuk diperjualbelikan secara luas. Maka tidak ada urgensinya mengurus ISBN.
Alternatif Kedua : Lakukan Penerbitan Indie
Anda bisa memilih jasa penerbit indie –singkatan dari independent. Penerbit indie adalah lembaga penerbitan buku yang berizin, legal formal. Dengan demikian, bisa mengurus ISBN untuk buku Anda.
Melalui penerbitan indie, Anda bisa menerbitkan buku dalam jumlah berapapun sesuai pesanan. Ini bedanya dengan penerbit mayor, di mana jumlah eksemplar buku ditentukan sepenuhnya oleh pihak penerbit. Di penerbit indie, Anda yang menentukan jumlah eksemplar. Menerbitkan 10 buku, atau 100 buku, atau 1.000 buku, semua dilayani.
Model penerbitan indie sendiri ada dua jenis. Jenis pertama adalah self finance indie label. Artinya Anda membayar sendiri biaya edit, layout, cover, dan percetakan. Penerbit indie hanya membantu menerbitkan buku saja beserta ISBN. Jenis kedua adalah non-self finance, di mana pihak penerbit indie membiayai semua biaya dari awal sampai akhir, hingga terbitnya buku.
Di buku –selain tercantum nama Anda sebagai penulis– juga tercantum nama dan logo penerbit indie beserta ISBN. Kedua model ini tentu memiliki konsekuensi yang berbeda dalam perjanjian kerja sama dengan pihak penerbit indie. Melalui penerbit indie, buku Anda layak dijual secara luas, karena memiliki kredibilitas legal formal, serta memiliki ISBN.
Dengan mudah Anda bisa mencari informasi penerbit indie, dan sekaligus melakukan kontrak kerjasama. Ada sangat banyak penerbit indie di zaman sekarang, tidak seperti zaman dulu yang hanya mengenal jenis penerbit mayor. Setelah buku selesai diterbitkan oleh penerbit indie, tugas Anda adalah memasarkan sendiri buku Anda.
Berikut contoh penerbit indie yang siap menerbitkan buku Anda: Saya pilihkan yang cenderung low price, ramah harga.
- Ziqron Studio –CP Aziz 0816 5444 505
- Madani Kreatif / MK –CP Widy 085713888005
Silakan kontak CP untuk bertanya dan berdiskusi langsung guna penerbitan buku Anda.
Alternatif Ketiga : Terbitkan Melalui Penerbit Mayor
Inilah model penerbitan buku yang paling konvensional dan dikenal sajak zaman dulu. Penerbit mayor adalah industri penerbitan buku yang bermodal besar. Memiliki izin resmi, reputasi dan jaringan pemasaran yang luas. Anda bisa menawarkan naskah ke penerbit mayor. Jika naskah Anda diterima, akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak penerbitan.
Dalam penerbitan mayor, naskah Anda akan dilakukan editing, semua proses pracetak seperti layout, desain cover dan ISBN, sepenuhnya diurus pihak penerbit. Semua biaya penerbitan hingga pemasaran ditanggung pihak penerbit. Anda hanya menyetor naskah dan menerima royalti atau sistem beli putus.
Jika Anda penulis pemula dan belum dikenal memiliki karya tulis, biasanya penerbit mayor menghendaki proposal. Jika Anda sudah dikenal oleh penerbit mayor, mereka tidak memerlukan proposal dari Anda. Bahkan mereka akan mengajukan proposal kepada anda untuk menuliskan sejumlah tema yang mereka perlukan.
Proses penerbitan buku di penerbit mayor itu antre. Bahkan kadang-kadang lama, bertahun-tahun, sampai penulis tidak sabar. Di penerbitan mayor, mereka memiliki sangat banyak variabel untuk menentukan buku yang akan diterbitkan. Maka harus rela antre untuk menunggu jadwal terbitnya buku.
Selamat berkarya, selamat menikmati ibadah puasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar