.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“If you’re still breathing, you haven’t missed your window for success as a writer. That’ll stay open as long as you keep trying” –Laura Tong

.

“Saya sudah memasuki masa pensiun. Masih bisakah saya menjadi penulis?”

“Saya sudah menjadi nenek-nenek, apakah sudah terlambat untuk memulai menulis?”

“Otak saya sudah sulit diajak berpikir. Saya sudah terlalu tua untuk menulis”.

Pernyataan tersebut sangat banya dijumpai pada Kelas Menulis Online Alineaku. Seakan tengah meyakinkan diri sendiri, bahwa telah terlambat bagi mereka untuk menjadi sukses. Benarkah pemikiran dan pendapat seperti itu?

Tentu saja pemikiran tersebut keliru. Tidak bisa diterima dengan logika dan nalar sehat. Sebab sukses tidak identik dengan usia muda. Sukses bisa datang pada usia berapa saja.

Tidak Pernah Terlambat Menjadi Penulis

Berhentilah meyakinkan diri sendiri, bahwa Anda sudah terlambat. Yakinlah, bahwa tidak ada yang terlambat untuk menjadi penulis. Di usia berapapun Anda mulai menulis, tetap pantas, dan tak ada kata terlambat.

Laura Tong menyatakan, jika masih bernapas, Anda tidak terlambat untuk meraih sukses sebagai penulis. Peluang sukses tetap terbuka selama Anda terus menulis. Anda harus menyadari sepenuhnya, bahwa ‘sudah terlambat’ hanyalah alasan untuk memaklumi diri. Jika Anda tidak beralasan, Anda akan sukses menjadi penulis.

“Age is not a hindrance; it’s an asset. It brings a wealth of experience, ideas, skills, and knowledge that youth could never provide” –Laura Tong

Beberapa penulis terkenal dunia, memulai menulis buku saat sudah tidak bisa dikatakan sebagai usia muda. Anthony Burgess menerbitkan novel pertamanya ketika berusia 39 tahun. Novelis Toni Morrison –pemenang Hadiah Nobel dan Pulitzer, menerbitkan buku perdana di usia 40 tahun.

Beberapa penulis dunia lainnya, menerbitkan buku perdana ketika usia sudah di atas 40 tahun. Helen DeWitt menerbitkan novel The Last Samurai di usia 41 tahun. Richard Adams menerbitkan buku Watership Down pada usia 54 tahun.

Mereka Menulis Buku Perdana Pada Usia di Atas 60 Tahun

Bahkan banyak penulis dunia yang menerbitkan buku perdana di usia lebih dari 60 tahun. Laura Ingalls Wilder berusia 60-an tahun ketika dia menerbitkan buku perdana Little House in the Big Woods. Harriet Doer menerbitkan Stones for Ibarra, pada usia 73 tahun. Millard Kaufman menerbitkan novel pertamanya pada usia 90 tahun.

Toyo Shibata baru mulai belajar menulis saat berusia 92 tahun. Pada usia 98 tahun ia menulis buku Kujikenaide (Don’t Be Frustated). Buku perdana Toyo Shibata dinobatkan menjadi best seller, saat usianya telah lebih dari 99 tahun, hampir 100 tahun.

Sarah Yerkes (foto di atas), baru mulai menulis ketika berusia 90-an. Pada usianya yang ke 101, dia melaunching buku pertamanya, berjudul Days of Blue and Flame. Buku ini berbentuk antologi puisi karya Yerkes.

“So if you’re under 100, stop using age as an excuse. And if you’re not, then go out there and make literary history!” –Laura Tong

Ida Pollock adalah penulis novelis produktif. Novel perdana ditulis saat dirinya berusia 14 tahun. Menjelang akhir hidupnya, ia masih melaunching novel ke 124, berjudul The Runaway. Usianya sudah 105 tahun saat launching buku tersebut pada bulan Mei 2013. Ia meninggal dunia pada bulan Desember 2013.

Berapa usia Anda sekarang? Sudah 100 tahun? Jangan pernah menggunakan usia sebagai alasan untuk tidak menulis.

Jangan Beralasan

Saya sudah sangat sering menyampaikan, jangan beralasan. Usia bukanlah halangan; bahkan usia harus dipandang sebagai aset. Usia dewasa memberikan banyak pengalaman, ide, keterampilan, dan pengetahuan yang tidak bisa diberikan oleh kaum muda. Makin tua, makin berwibawa. Makin tua, makin bermakna.

Apapun situasi dan kondisi Anda saat ini, bukanlah penghalang kesuksesan. Banyak orang yang telah membuktikan, bahwa tantangan dan kesulitan bisa diolah menjadi potensi yang menguntungkan. Mereka tidak mengeluh oleh kondisi dan situasi, namun selalu menemukan cara mengatasi kendala.

Teruslah berlatih menulis setiap hari. Tekunlah menghasilkan karya tulis setiap hari –meski hanya berupa tulisan pendek. Teruslah memosting tulisan setiap hari –walau hanya melalui media sosial. Jangan beralasan, Anda akan menjadi penulis produktif.

Tugas Anda hanyalah menulis dan memosting tulisan. Setiap hari. Tugas Anda bukan membuat daftar alasan dan mencari alasan pembenar untuk tidak menulis.

Menulislah setiap hari. Posting tulisan setiap hari. Insyaallah Anda akan sukses menjadi penulis produktif.

Bahan Bacaan

Dan Sheehan, Is This The Oldest Debut Author in History? 29 Juli 2019, https://lithub.com

Laura Tong, 10 Ways To Stop Feeling Like A Failure As A Writer, https://writetodone.com/

.

Ilustrasi : Dan Sheehan, Is This The Oldest Debut Author in History? 29 Juli 2019, https://lithub.com