.

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Seorang petani tidak datang ke sawah atau ladang sebulan sekali. Apalagi setahun sekali. Mereka disebut petani, karena mengurus sawah setiap hari. Demikian pula dengan profesi yang lain, mereka menekuni setiap profesi itu secara rutin. Bukan berkala.

Untuk menjadi penulis produktif, yang diperlukan adalah memiliki alokasi waktu rutin setiap hari untuk menulis. Tidak menjadi soal, berapa waktu yang bisa dialokasikan. Namun, yang lebih penting adalah disiplin dan konsistensi dalam menulis setiap hari.

Anda tidak perlu membayangkan harus menyediakan waktu berjam-jam setiap hari untuk menulis. Tidak perlu. Yang Anda perlukan adalah mengalokasikan waktu rutin setiap hari untuk menulis. Mungkin hanya sepuluh menit, atau limabelas menit, atau duapuluh menit. Namun rutin dan disiplin. Inilah kuncinya.

Belajar Disiplin dari J.M. Coetzee

Penulis produktif dan peraih Nobel, J.M. Coetzee, memiliki disiplin menulis yang luar biasa. Ia tidak mengalokasikan banyak waktu setiap hari untuk menulis, hanya satu jam saja. Namun ia benar-benar disiplin bekerja di meja tulisnya setiap pagi. Tidak perlu berjam-jam. Satu jam, namun disiplin.

“Coetzee is a man of almost monkish self-discipline and dedication. He does not drink, smoke or eat meat. He cycles vast distances to keep fit and spends at least an hour at his writing-desk each morning, seven days a week” (Rian Malan, 2003).

“Coetzee,” ujar Rian Malan, “adalah seorang lelaki yang memiliki disiplin diri dan sangat berdedikasi. Dia tidak minum (minuman beralkohol), tidak merokok, juga tidak makan daging. Dia bersepeda jarak jauh untuk menjaga agar tetap sehat bugar. Dia mengalokasikan waktu setidaknya satu jam untuk menulis setiap pagi, tujuh hari sepekan”.

“A colleague who has worked with him for more than a decade claims to have seen him laugh just once. An acquaintance has attended several dinner parties where Coetzee has uttered not a single word” (Rian Malan, 2003).

“Seorang teman yang telah bekerja dengannya selama lebih dari satu dekade, mengaku baru sekali melihat ia tertawa. Seorang kenalan yang telah menghadiri beberapa kali pesta makan malam bersama Coetzee, melihat ia tidak mengucapkan sepatah katapun”.

Mungkin performa ini tampak sedemikian terlalu serius. Tapi itu bersifat sangat pribadi. Coetzee adalah tipe manusia yang sangat serius dan berdedikasi dalam menekuni profesinya. Yang kita pelajari, lebih banyak kepada sisi didiplin tinggi dalam menulis setiap pagi.

Belajar Disiplin dari Stephen King

Jika Coetzee mengalokasikan waktu satu jam untuk menulis setiap hari, Stephen King hanya mengalokasikan waktu setengah jam untuk menulis. Namun, lagi-lagi, kuncinya ada dalam disiplin diri. Mereka berdua benar-benar menulis setiap hari sesuai alokasi waktu yang telah mereka tetapkan.

Dalam buku Haunted Heart: The Life and Times of Stephen King, dijelaskan aktivitas menulis Stephen King. Ia adalah seorang yang sangat disiplin dalam aktivitas menulis. Berikut penuturan Stephen King:

“There are certain things I do if I sit down to write… I have a glass of water or a cup of tea. There’s a certain time I sit down, from 8:00 to 8:30, somewhere within that half hour every morning…”

“Ada hal-hal tertentu yang saya lakukan jika saya duduk untuk menulis. Dengan membawa segelas air mineral atau secangkir teh, saya duduk untuk menulis dari pukul 8.00 hingga 8.30. Rutin di sebuah tempat, dalam waktu setengah jam setiap pagi”.

“Saya mengonsumsi vitamin, serta menikmati musik. Saya selalu duduk di kursi yang sama, dan semua peralatan diatur di tempat yang sama. Dengan rutinitas seperti ini setiap hari, merupakan cara untuk mengatakan kepada pikiran, ‘Kamu akan segera bermimpi”.

“I have my vitamin pill and my music, sit in the same seat, and the papers are all arranged in the same places. The cumulative purpose of doing these things the same way every day seems to be a way of saying to the mind, ‘you’re going to be dreaming soon’.”

Menurut Stephen King, membangun ritual menulis dengan cara yang sama setiap hari, akan membuat menulis menjadi bagian penting, yang tidak dapat dinegosiasikan dalam hari Anda. Inilah rahasia, mengapa King selalu melakukan tindakan yang sama di tempat yang sama pada waktu yang sama pula setiap harinya.

Time to Write

Maka pertanyaannya, berapa lama waktu yang Anda alokasikan untuk menulis setiap hari? Pukul berapa Anda menulis setiap hari? Di manakah Anda menulis setiap hari? Dengan perangkat atau sarana apa Anda menulis setiap hari?

Anda tidak harus meniru Cotzee atau King dalam alokasi waktu. Namun kita semua perlu belajar dari mereka berdua tentang disiplin menulis setiap hari.

Apa alasan Anda? Sibuk? Anda kira Coetzee dan King tidak sibuk? Jelas, mereka bukan pengangguran. Namun mereka masih sempat menulis setiap hari, tanpa jeda. Disiplin adalah kunci sukses Anda.

Bahan Bacaan

Bridget McNulty, How to Find Time to Write: 9 Tips to Get Words Downhttps://www.nownovel.com/

Now Novel, Writing Discipline: 7 Strategies to Keep Writing Your Novelwww.nownovel.com

Rian Malan, Only the Big Questions, 5 Oktober 2003, http://content.time.com/