Kamis, 10 Juni 2021

MENULIS ITU MUDAH

 

 



Resume ke : 20
Tanggal : Rabu , 9 Juni    2021
Tema  : Menulis itu Mudas
Nara Sumber :  Bp Dr Ngainun Naim
Moderator     : Ibu Maesaroh
Pertemuan ke-20 Gelombang  18

Setiap orang bisa menjadi Penulis. 
Terus belajar menulis, menulis dan jangan bosan menulis.

Belajar menulis  biar saja tulisannya masih berantakan. Namnya belajar, teruskan saja. Kita latihan tertib, disiplin dan hilangkan  rasa malas. Latihan  yang terus menerus akan semakin  terampil. Kita harus punya  kemauan, tekat  maka ketrampilan menulis akan  menyusulnya. Apapun  profesi kita  bisa saja menjadi penulis. 

Apalagi  yang berprofesi sebagai guru (Akademisi) , ini  sangatlah penting karena  menulis itu sendiri alat untuk  menyebarkan ilmu pengetahuan.  Agar kita  bisa percaya  diri  dalam menulis jangan  buat alasan,  jangan pula berhenti melemahkan diri sendiri,  lakukan saja, beranikan diri untuk menulis tak perlu takut salah. Latihan-latihan dan terus disiplin latihan .  Jangan kasih  kendor

Pertemuan ke 24 malam ini Tema yang diangakat adalah ‘Menulis itu mudah”.  Narasumber pak Ngainun Naim dan Moderator baru yang cantik ibu Maesaroh. Bu Mae adalah peserta pelatihan gelombang – 18 yang sudah membukukan  resumenya. Luar biasa, kerenn!!  Bu Mae yang selalu terdepan kini sudah membuktikan karya.  Menerima Mahkotanya  berupa buku. Semoga  peserta lain segera mengikut  jejak  para senior, yaitu  Om Jay, Ibu Kanjeng, Ibu Aam, Cak Inim,  dan  para penulis hebat yang lain.  Terus semangat. Semoga!.

Profil Narasumber malam ini adalah Dr. Ngainun Naim, TTL. Tulung Agung  19 Juli 1975, Alamat kantor IAIN  Tulung Agung Jl. Mayor  Sujadi Timur 46 Tulung Agung 66221, Alamat Rumah Prakan RT 11 RW 04   Trenggalek.  No HP.  081 311 124 546 email  naimmas22@gmail.com  Pendidikan S1, STAIN, S2 Studi Islam Universitas Islam Malang  ( UNISMA), S3 Studi Islam UIN Sunan kalijaga, YK  lulus tahun 2011. Karya buku ada 27 lebih.. Wow..

 


Benarkah menulis itu mudah?

Mari kita simak penjelasan bapak Ngainun berikut ini.

Kenapa bapak Ngainun memilih tema tersebut? Alasan nya adalah supaya para peserta pelatihan mau dan mampu menulis. Kunci nya cukup dua, ‘mau’ dan ‘mampu’. Jika ingin menjadi penulis? Maka kita harus menulis dan terus menulis. Apapun kendalanya semangat menulis tidak boleh  kendor. Sehingga menjadi penulis bukan hanya  di mimpikan tapi harus  ada ‘bukti’  yaitu adanya hasil karya  berupa  tulisan. Bila perlu tiap hari  harus menulis.  Sebenarnya banyak orang mampu menulis tapi karena kesibukkan akhirnya tidak menulis. Jadi alangkah bagusnya apabila mau dan mampu diseimbangkan sehingga bisa menghasilkan tulisan-tulisan. 

https://youtu.be/LxSY0y8MPjI

Tema yang beliau sampaikan malam ini adalah tema buku beliau yang diterbitkan tahun 2021. Judul buku beliau adalah ‘Menulis Itu Mudah’ : 40 Jurus Jitu Mewujudkan Karya. Jurus yang dimaksud antara  lain adalah:   

1. Membaca.
 Dengan banyak membaca, seseorang akan dengan mudah menulis atau sebaliknya orang yang jarang membaca akan mengalami kendala dalam menulis. mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan ( Reading is habit) bila perlu paksakan diri untuk membaca. Sehingga membaca menjadi bagian dari diri kita.

    Kebiasaan memang harus dibangun. Terutama dalam membiasakan membaca. Jadikan membaca sebagai kebutuhan sehingga tiada hari tanpa membaca. Sebenarnya saya juga menyadari, bahwa saya termasuk orang yang kurang membaca. Membaca sih membaca, kadang-kadang tidak mendapatkan poin terhadap yang dibaca. Tapi akan berbeda sekali dengan membaca novel, apalagi genrenya romantis. Bisa-bisa saya menghabiskan waktu membaca sampai novel tersebut tamat. 

    Sebenarnya membaca juga asik, apalagi membaca buku  terbaru Omjay Berguru Di Negeri Panda. Tulisan beliau memang bagus. Ada seriusnya dan ada juga lelucon nya. Yang paling berkesan itu ketika muncul istilah pendekar dan menderita HIV. Pokoknya seru. Pengalaman-pengalaman selama berada di sana membuat kita serasa ikut bersama beliau. 

    Menurut Pak Ngainun, ‘membacalah dan menulislah setiap hari’. Dengan membaca menulis menjadi mudah, dengan seringnya membaca dan menulis maka membaca dan menulis menjadi kebiasaan. Bila sudah terbentuk kebisaan seperti itu, maka akan sulit ditinggalkan. Bila sulit ditinggalkan maka membaca dan menulis sudah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari. Keseimbangan antara menulis dan membaca adalah membaca membantu memunculkan ide-ide baru dalam setiap tulisan yang ditulis. Dengan demikian, menulis menjadi mudah.

2. Konsisten Menulis 5 Paragraf Sehari
Menulis lima paragraf sehari adalah langkah yang diterapkan oleh Pak Naim dalam menjaga konsistensi beliau dalam menulis, dengan begitu beliau selalu menghasilkan tulisan tiap hari. Banyak hal yang bisa ditulis beliau. Meskipun tulisan beliau tidak diposting di blog tiap hari. Kesibukkan beliau akhir-akhir ini adalah menulis artikel. Jadi menulis akan mudah kalau rajin membaca dan menulis akan mudah kalau punya target.

3. Memilih Tulisan Yang kita Kuasai
Menulis mudah bila kita menguasai apa yang ditulis. Menulis akan menjadi sulit billa kita tidak menguasai apa yang kita tulis. Beliau berpesan tulislah hal-hal sederhana yaitu hal-hal yang kita lakukan atau yang kita ketahui atau tulislah pengalaman-pengalaman yang pernah dialami sehingga menulis menjadi mudah seperti mengalirnya air. 

4. Membangun kebiasaan produktif. 
Kalau sudah berniat untuk menjadi penulis maka biasakan membuka pikiran, hati dengan mendengar, mencatat dan mengolah sehingga menjadi sebuah tulisan. Artinya adalah kita harus merekam apa yang kita temukan, apa yang kita dengar, apa yang kita lihat, apa yang kita alami, kemudian kita kumpulkan dan diolah menjadi tulisan. Secara tak langsung kita telah melakukan penelitian sederhana  yang diawali dengan melakukan observasi, mengumpulkan data, mengolahnya, menganalisa, dan menyatukan mereka menjadi tulisan.

5. Memiliki media untuk  mengekspresikan tulisan. 
Banyak cara untuk mengekspresikan tulisan kita. Salah satunya melalui WA. Manfaatkan WA sebagai sarana belajar melatih menulis. Story WA misalnya bisa diisi dengan kalimat-demi kalimat ayng nantinya dapat dikembangkan menjadi artikel utuh.  Begitupula dengan facebook. Buatlah status facebook yang bermanfaat yang dapat menginspirasi orang lain dalam menulis. Semakin panjang status yang kita buat maka akan semakin bagus.

6. Tertib  dan disiplin menulis resume Pelatihan menulis  di blog
Buku menulis itu mudah merupakan buku yang ditulis dari kumpulan resume-resume yang kemudian diolah dan dikembangkan sehingga bisa dibukukan. Jadi, isilah blog secara rutin. Dari kumpulan tulisan yang ada di blog bisa dikumpulkan menjadi buku. 

7. Menulis secara ngemil. 
Maksudnya adalah menulis sedikit demi sedikit sehingga menjadi kumpulan tulisan singkat. Selanjutnya baru di olah sehingga menjadi tulisan yang bagus. 

8. Menulis tanpa beban.
Tulislah apa yang ada dipikiran. menulislah sebebasnya. Menulislah sesuka hati sehingga tidak ada tekanan ataupun beban. Dengan demikian tulisan akan berkembang dengan baik.

9. Menulis adalah menulis dan menulis tidak mengedit. 
Maksudnya adalah menulislah sepanjang mungkin tanpa mengedit kesalahan-kesalahan yang muncul. Dengan terus menulis, ide-ide akan bermunculan untuk dituliskan sehingga tulisan bisa dikembangkan dengan baik. Apabila menulis sambil mengedit, maka kita akan kehilangan ide dan menulis akan tersebdat-sendat. 

10. Luangkan waktu, jangan menunggu waktu luang. 
Sempatkanlah waktu dalam satu hari sekitar 20 atau 30 menit. Dengan meluangkan waktu, kita akan bisa mampu menulis tanpa diganggu kesibukan lainnya. Menurut saya sendiri, komitmen menulis ini memang penting sehingga tidak ada alasan untuk tidak menulis. 

Menurut pak Ngainun, menulis itu melibatkan tiga unsur yaitu;
Kegiatan menulis terbagi menjdai 3 yaitu : 1) Pre-writing Yaitu saat  kita bersiap  menulis draf, mencari sumber bacaan atau yang lian. 2) Mulai menulis 3). Proses editing.

    Ketiga unsur tersebut dilakukan secara terpisah. Dengan demikian tidak terjadinya pencampuran atau kekacauan ketika dalam tahap menulis. Ketika menulis, menulislah sesuka hati dengan demikian tulisan akan berkembang dengan baik. Proses editing akan dilakukan ketika tulisan telah jadi. Tinggal baca berulang-ulang, sampai benar-benar merasakan sudah pas atau belum.  Setelah menulsinya selesai  kita baca ulang  sambil mengedit  jangan sampai ada kalimat yang  belum bisa dipahami, Kata-kata yang kurang pas. Ejaan yang belum sesuai dengan KBBI,  atau  bahkan  hurtf dalam kata yang kurang. Setelah dibacara berulang-ulang dan  kita penulis sudah merasa  sudah bagus menurit kita  siap di ekspot atau di posting.  Di blog, di FB, instaagram atau media sosial yang yang  lain. 

    Dalam menulis  jika sudah di post, untuk  ditanggapi atau tidak  oleh pembaca itu tidak penting. Yang penting kita  sudah  menyelesaikan tugas kita. Kita  sudah menulis  sesuai dengan kemampuan kita. Ini sudah merupakan awal yang  baik. Menulis itu Mudah , tetapi  tidak semua orang berasi menulis. Kita bersykur, kita adalah salah satu orang yang sudah berani menulis. Semoga berkat keberanian ini bisa memacu nyali kita untuk terus menulis. Merasa menulis itu adalah kebutuhan. Menulis adalah Habits dan membuat  terus semangat di sepanjang hayat.

Nara sumber berpesan “Marilah terus menulis. Pokoknya  menulis. Tak perlu peduli mutu. Bangun tradisi  menulis nati  mutu akan mengikuti kalau kita semakin banayk berl;atih rutin dan terus menerus. Manfaat menulis  terlalu Banayk, yakinlah Menulis akan  membawa Berkah. Menulislah terus  setiap hari dan  buktikan  apa yang akan terjadi  kata OM Jay. Salam

Semoga kita akam cepat memperoleh mahkotanya dari menulis.


# Waingapu,  kamis 10 Juni 2021



1 komentar:

  1. mantap bu paragraf keduanya sangat mengena sekali apalagi bagi kita guru penting ny mempunyai keterampilan menulis .. sangat inspiratif bu.. 😊👍🙏

    BalasHapus

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...