Kamis, 03 Juni 2021

Renungan pagi, Jumat 4 Juni 2021


Dibawakan oleh Romo Antoro. Pekan biasa yang ke-9.  
Apa kabar saudara-saudaraku yang terkasih. Semoga kita selalu dalam keadaan sehat,  baik dan tetap bersemangat.
Hari ini kita bersama-sama akan diajak untuk merenungkan Injil  Yesus Kristus menurut Markus Bab 12 ayat 35-37.
Marilah kita mengawali renungan kita dengan tanda kemenangan Kristus.

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.

 

Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, katanya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias adalah anak Daud.  Daud sendiri berkata dengan Ilham Roh Kudus. Tuhan telah bersabda kepada Tuanku.  Duduklah di sisi kananku sampai musuh-musuhmu kutaruh di bawah kakimu jadi jawab sendiri menyebut dia Tuhannya . Bagaimana mungkin ia sekaligus anaknya. Orang yang besar jumlahnya  mendengarkan Yesus dengan penuh Minang .

Demikianlah Injil Tuhan.  Terpujilah Kristus.

Saudari-saudara yang terkasih. Apa kabar semuanya, semoga kita selalu dalam keadaan baik, tetap sehat dan bersemangat. 

Saudari-saudara yang terkasih, kalau kita memperhatikan hampir setiap kali para lawan Yesus melontarkan berbagai pertanyaan untuk memojokkanNya.  Kesempatan ini Yesuslah yang mengajukan pertanyaan pada mereka. Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias adalah anak Daud.

Saudari-saudara yang terkasih, apabila kita memperhatikan Mazmur 110 ayat 1 disana para pemimpin Yahudi berasumsi bahwa Mazmur itu ditulis oleh Daud dan bahwa Daud mengacu pada Mesias gambaran mereka namun mengapa Daud menyebut Mesias sebagai Tuannya. Bagaimana bisa dikatakan bahwa sang Mesias menjadi anak daud dan tuan atas daud.

Saudari-saudara yang terkasih, para lawan Yesus dibiarkan bingung.  Bagi penginjil  Markus Yesus memang keturunan daud. Mesias,  anak daud.  Sebagai pemenuhan nubuat mesiani.  Namun gelar ‘Putra Daud’ tidak secara tepat mengungkapkan otoritas Mesias dan dia bukan anak di bawah otoritas daud.  Mesias yang akan datang itu lebih dari keturunan Daud lebih dari sekadar tokoh politisi yang lebih besar dari yang diperkirakan oleh otoritas agama Yahudi.

Saudari-saudaraku yang terkasih Yesus, memang adalah manusia dan menjadi saudara kita tetapi sekaligus kita perlu mengakui bahwa dia adalah putra Allah yang menjadi pengantara dan penyelamat kita umat manusia. Pegangan antara anak dan Tuan Daud dalam diri Yesus merupakan jembatan penyambung antara manusia dan Allah.

Saudari-saudara yang terkasih, marilah kita semakin mengimani akan Tuhan kita Yesus Kristus sang Mesias. Juru selamat kita.

Hai,  makluk semua Pujilah Tuhan.  Haleluya 3x Pujilah keagunganya. Haleluya 4x. Haleluya bergaung di seluruh dunia, Aleluya 2x.

 Semoga keluarga-keluarga, orang-orang yang kita doakan, mereka yang sakit yang menderita, seluruh tugas belajar, pekerjaan, usaha serta karya pelayanan kita, dibimbing, dilindungi,dan diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.

 Bapa,  Putra dan Roh Kudus. Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...