Dibawakan oleh Romo Antoro. Pekan biasa yang ke-9.
Apa kabar saudara-saudaraku yang terkasih. Semoga
kita selalu dalam keadaan sehat, baik
dan tetap bersemangat.
Hari ini kita bersama-sama akan diajak untuk
merenungkan Injil Yesus Kristus menurut
Markus Bab 12 ayat 35-37.
Marilah kita mengawali renungan kita dengan tanda
kemenangan Kristus.
Dalam nama
Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
Pada suatu hari Yesus mengajar di
Bait Allah, katanya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias
adalah anak Daud. Daud sendiri berkata
dengan Ilham Roh Kudus. Tuhan telah bersabda kepada Tuanku. Duduklah di sisi kananku sampai musuh-musuhmu
kutaruh di bawah kakimu jadi jawab sendiri menyebut dia Tuhannya . Bagaimana
mungkin ia sekaligus anaknya. Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh Minang .
Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus.
Saudari-saudara yang terkasih. Apa kabar semuanya, semoga kita
selalu dalam keadaan baik, tetap sehat dan bersemangat.
Saudari-saudara yang terkasih, kalau kita memperhatikan hampir
setiap kali para lawan Yesus melontarkan berbagai pertanyaan untuk memojokkanNya. Kesempatan ini Yesuslah yang mengajukan pertanyaan
pada mereka. Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias adalah
anak Daud.
Saudari-saudara yang terkasih, apabila kita memperhatikan Mazmur
110 ayat 1 disana para pemimpin Yahudi berasumsi bahwa Mazmur itu ditulis oleh
Daud dan bahwa Daud mengacu pada Mesias gambaran mereka namun mengapa Daud
menyebut Mesias sebagai Tuannya. Bagaimana bisa dikatakan bahwa sang Mesias
menjadi anak daud dan tuan atas daud.
Saudari-saudara yang terkasih, para lawan Yesus dibiarkan bingung. Bagi penginjil Markus Yesus memang keturunan daud. Mesias, anak daud.
Sebagai pemenuhan nubuat mesiani.
Namun gelar ‘Putra Daud’ tidak secara tepat mengungkapkan otoritas
Mesias dan dia bukan anak di bawah otoritas daud. Mesias yang akan datang itu lebih dari
keturunan Daud lebih dari sekadar tokoh politisi yang lebih besar dari yang
diperkirakan oleh otoritas agama Yahudi.
Saudari-saudaraku yang terkasih Yesus, memang adalah manusia dan
menjadi saudara kita tetapi sekaligus kita perlu mengakui bahwa dia adalah
putra Allah yang menjadi pengantara dan penyelamat kita umat manusia. Pegangan
antara anak dan Tuan Daud dalam diri Yesus merupakan jembatan penyambung antara
manusia dan Allah.
Saudari-saudara yang terkasih, marilah kita semakin mengimani akan
Tuhan kita Yesus Kristus sang Mesias. Juru selamat kita.
Hai, makluk semua Pujilah Tuhan. Haleluya 3x Pujilah keagunganya. Haleluya 4x.
Haleluya bergaung di seluruh dunia, Aleluya 2x.
Semoga keluarga-keluarga, orang-orang yang
kita doakan, mereka yang sakit yang menderita, seluruh tugas belajar, pekerjaan,
usaha serta karya pelayanan kita, dibimbing, dilindungi,dan diberkati oleh
Allah Yang Maha Kuasa.
Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar