Jumat, 04 Juni 2021

Renungan pagi, Sabtu 5 Juni 2021

 

Oleh Pater  Ofan, CSsR

Mari kita tandai dengan tanda  kemenangan Kristus.Demi nama Bapa Putra  dan Roh Kudus. Amin. 

Peringatan Wajib Santo Bonifasius uskup  dan Martir. Bacaan hari ini diambil dari Markus 13  ayat  38 – 44. Inilah injil Yesus Kristus menurut Markus. Dimuliakanlah Tuhan. 

Pada suatu hari Yesus pada pengajarannya berkata  “ Waspadalah terhadap ahli-ahli taurad mereka  suka berjalan-jalan dengan pakaian panjang  dan suka menerima peghormatan  di pasar , mereka  suka menduduki tempat2 terdepan  dalam rumah ibadat dan tempat terhormat  dalam perjamuan, mereka mencaplok  rumah  janda2  sambil mengelabuhi orang dengan  doa panjang2 mereka ini pasti akan menerima hukuman lebih berat.

Pada kali  lain sambil  duduk dengan peti persembahan Yasus  memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan  ke dalam peti itu, banyak orang kaya  memberi jumlah yang besar  lalu datanglah  seorang janda  miskin  ia memasukkan 2  peser, yaitu  1  duit, maka  Yesus memanggil  para  muridnya dan berkata  pada mereka. Aku berkata kepadamu . Sesungguhnya janda miskin itu memberi  lebih banyak dari pada  semua orang yang memasukkan  uang ke dalam  peti persembahan. Sebab  mereka memberi dari kelimpahannya , tetapi janda  itu memberi dari kekuarangannya. Semua yang ada padanya, yaitu  seluruh  nafkahnya. Demikianlah injil Tuhan, terpujilah  Kristus.

Umat beriman yang terkasih , mungkin anda  pernah mendengarkan  cerita yunani  kuno  tentang  narsisius. Narsisius adalah seorang pria yang tampan  ia hanya bisa mengetahui ketampanannya  ketika  ia bercermin di sebuah Sungai di tengah  hutan, ia  sangat  senang melihat  wajahnya  sampai  suatu hari ia ingin  berbicara dengan wajahnya. Ia ingin  untuk menyentuh  wajahnya di kolam , hinga  pada akhirnya iapun tenggelam.

Ini oleh Simonfoi disebut sebagai narsisme dimana ada orang yang selalu sibuk dengan dirinya sendiri  melihat dirinya. Selalu setaiap hari  hanya  fokus  dengan dirinya sendiri. Kebiasaan ini terbawa pada  dunia kita  saat ini , yakni dalam media  sosial  ada orang yang  suka narsis, suka  eksis artinya membagika  foto tentang  dirinya , video tentang dirinya  kepada  banyak orang yang tentu saja menanti agar  di like, di koment dan lain sebagainya. Sikap narsis ini juga ada pada injil hari ini yakni pada diri ahli-ahli  taurad . Satu hal yang harus kita pegang disini bahwa tidak semua  ahli taurad itu jahat / tidak  baik , tetapi ada juga  ahli taurad yang setuju dengan pandangan Yesus  dan mengajarkan iman dengan baik. Tetapi yesus mengecam beberapa ahli taurad yang lebih  suka berjalan-jalan dengan  pakaian yang panjang, suka menerima penghormatan di pasar, suka menduduki ditempat terdepan dalam rumah2  ibadat. 

Bahkan  mereka mengelabuhi orang dengan doa yang panjang2. Bagi Yesus  inilah kemunafikan. Orang hanya  senang eksis, narsis  tapi  tidak mencerminkan siapa  jati diri  mereka sebenarnya. Lalu Yesus  mulai melihat ada seorang janda yang memberikan 2 peser kedalam peti persembahan. Memang ini adalah nilai yang sangat kecil. Tetapi  dari kesederhanaan ini janda ini memberikan semua miliknya untuk dipersembahkan. 

Dengan demikian Yesus ingin mengajarkan kepada  murid2nya. Jadilah orang yang jujur apa adanya berikanlah sesuai dengan kemampuanmu. Jangan munafik. Jangan berpura-pura. Terkadang  dalam hidup kita , kita lebih mementingkan yang luar dari pada yang di dalam. Kita lebih mementingkan agar  kita terkesan melihat kita dari luar. Kita  lebih mementingkan penampilan kita agar banyak orang  terkesima dan mau dekat dengan kita. Apakah itu yang  penting? Jawabannya adalah ‘tidak’. Karena bagian dalamlah yang  lebih penting. 

Orang  mengatakan inner beauty is important. Maka  umat beriman yang terkasih,  dengan injil hari ini  Tuhan mengajak kita  semua untuk  lebih memperhatikan  sisi 'dalam' dari  diri kita. Kita mau menunjukkan apa adanya  kepada Tuhan dan kepada sesama kita. Kita  tidak mau mengisi kehidupan ini dengan  narsis agar orang lain  menyukai  kita, tetapi tunjukkanlah diri kita apa adanya dan Yakinlah banyak sahabat kita banyak orang-orang akan lebih  menyukai kita, jika kita jujur  memberi kita apa adanya  dalam berkomunikasi  dan berelasi  dengan sesama kita. 

Tuhan yesus memberkati kita. Amin.
Kita semua diberkati oleh Allah Yang Maha Kuasa.
Demi Nama bapa Putra dan Roh Kudus Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...