Oleh : Pr. Ofan
Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus. Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi ngengat dan karat akan merusakkan nya. Dan pencuri akan membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga . Ngenat dan karat Tidak merusakkan nya.Dan pencuri tidak membongkar serta tidak mencurinya. Karena dimana hartamu berada disitu hatimu berada.
Mata adalah pelita tubuh, jika matamu baik teranglah seluruh tubuhmu. Jika matamu jahat gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap betapa gelapnya kegelapan itu. Demikianlah Injil Tuhan. Terpujilah Kristus.
Saudara/i yang terkasih.
Ketika membaca Injil hari ini saya teringat akan Sebuah Kisah di mana ada dua orang yang hidup di dunia ini. Yang satunya hidup dengan terus melakukan kebaikan. Rajin pergi ke gereja. Rajin beramal. Rajin bertegur sapa. Berbagi apa yang ia miliki kepada orang-orang lain.
Sedangkan orang yang satunya selain tidak pergi ke gereja ia juga pelit. Segala sesuatu hanya untuk dirinya sendiri. Ia tidak mau bergaul dengan orang lain. Ia suka memamerkan kekayaannya. Ia suka menonjolkan dirinya. Iya tidak mau berbagi dengan orang lain hingga suatu saat keduanya terkena Badai dan keduanya meninggal dunia.
Setelah mereka meninggal keduanya berjumpa dengan Simon Petrus di Pintu Surga. Orang yang rajin ke gereja, rajin berbuat baik, yang beriman kepada Tuhan, Ia mendapatkan kunci pertama. Lalu orang yang satunya mendapatkan kunci kedua. Ketika mereka berjalan di pintu di dalam kerajaan surga orang pertama pergi membuka pintunya dan di sana disediakan tempat tidur,lemari dan berbagai perlengkapan di dalam kamarnya.
Sedangkan orang kedua ia pergi ia membuka pintu kamarnya dan disana ia tidak menemukan apa-apa. Tembok kamarnya pun belum tinggi lalu di lantai ada Scope ada pasir dan juga ada semennya. Ia merasa aneh kok kenapa kamar saya ini tidak lengkap sedangkan kama si dia kok lengkap fasilitashya. Ia pun pergi protes kepada Simon Petrus berkata Simon Petrus. Saya mau bertanya padamu Mengapa kamar dari teman saya yang satunya kamarnya sangat lengkap temboknya ada, plafonnya ada, jendelanya ada , pintunya ada sedangkan di kamar saya temboknya juga tidak tinggi penuh. Atapnya saja tidak dibangun dengan baik dan di lantai masih ada pasir, skop dan semen. Mengapa demikian? Lalu Petrus menjawab,” begini Bapak apa yang kami sediakan di dalam kerajaan surga tergantung dari segala amal dan kebaikan yang kalian lakukan di dunia. Itulah yang mengirimkan segala bahan-bahan yang kami buat di sini .
Jika teman kamu si A banyak melakukan kebaikan. Berbagi dengan orang lain. Rajin ke Gereja, bertegur sapa dengan orang lain maka kami mendapatkan banyak bahan untuk membangun kamarnya. Sedangkan bapak banyak sibuk dengan diri sendiri. Bapak kita ke gereja. Bapak tidak mau berbagi dengan orang lain dan bahan-bahan itulah yang kami dapatkan dan sampai saat ini. Itulah buah dari apa yang bapak lakukan selama ini di dunia. Jadi silakan menikmati buah dari apa yang Bapak lakukan selama ini.
Umat beriman yang terkasih tentu ini hanyalah cerita kiasan yang menggambarkan bahwa apa yang kita lakukan di dunia itulah yang akan kita petik di dalam kerajaan surga nanti
Tetapi pertanyaannya Sebenarnya apa yang harus kita lakukan di dunia. Dalam Injil hari ini Yesus berkata, “ Janganlah kalian mengumpulkan harta di bumi, ngengat dan karat akan merusakkannya dan pencuri akan membongkar Serta mencurinya.
Yesus mau menyatakan bahwa materi atau barang duniawi bukanlah hal yang utama di dunia ini. Hal yang utama ialah hal-hal nonmaterial,persahabatan, kebaikan, cinta kasih sikap hidup beriman dan lain sebagainya. Inilah hal-hal nonmaterial, hal-hal yang menjadi nilai di dalam kehidupan kita. Dan inilah harta surgawi kita bisa temukan kita bisa lakukan di dunia ini. Dengan demikian jika pencuri datang dia tidak dapat membongkar karena semuanya itu ada di dalam diri kita. Berbeda dengan orang yang sibuk mengumpulkan harta. Selain ngengat dan karat akan merusakkanya pencuri pun akan membongkar segala miliknya. Maka apa yang kita lakukan di dunia ini akan berkenan pada Allah jika mata kita kita gunakan dengan baik. Mata yang baik adalah mata yang menjadi terang untuk seluruh tubuh. Jika mata itu jahat maka gelaplah seluruh tubuh.
Saya setuju bahwa mata adalah penerang pikiran dan hati kita. Apa yang kita lihat menentukan perasaan kita pikiran kita dan tindakan kita. maka kita hati-hati gunakan mata kita. Pernah waktu kecil guru sekolah minggu mengajarkan
Maka mari saudara yang terkasih, harta sejati kita ialah Kerajaan Allah. Mari! di tengah hiruk pikuk dunia ini di tengah banyaknya tawaran dunia yang menggoda ini. Kita ditantang oleh Tuhan untuk tetap mengutamakan harta surgawi dengan terus melakukan kebaikan. Berbagi kasih kepada sesama dan tetap beriman pada Tuhan.
Jika kita melakukan ini maka yakinlah. Segala macam materi, segala macam fasilitas segala macam kebahagiaan disediakan Tuhan di dalam kerajaan surga untuk kita. Karena itulah kebahagiaan kekal bagi setiap orang yang percaya kepadaNya.
Ok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar