Kamis, 17 Juni 2021

CARA MENGEMBANGKAN TULISAN NONFIKSI

 

Resume ke : 24
Tanggal : Jumat , 11 Juni    2021
Tema  : Menulis itu Mudas
Nara Sumber : Bp. Much. Khoiri
Moderator     : Ibu Sri Sugiastuti 
Pertemuan ke-20 Gelombang  18

Menulis berarti  menarik magnet positif  menuju pengetahuan  pada Universitas kehidupan.

Hari ini, Jumat 11 Juni Tema yang dibahas adalah Cara mengembangkan Tulisan Non Fiksi. Narasumber Bapak Much. Khoiri ( Bp Emco)  dan Moderator  senior  Ibu  Sri Sugiastuti ( Kanjeng).

Sebelum materi disampaikan moderator mengawali kegiatan dengan ucapan salam dan memotivasi peserta serta mengenalkan narasumber yang akan memberikan materi. Inilah CV atau profil dari narasumber malam ini.

https://muchkhoiri.com/2021/01/tentang-penulis/

Narasumber malam  ini adalah benar-benar pakar  literasi. Beliau menulis sejak tahun 1986 , jadi  sudah 35  tahun. Menulis sejak Mahasiswa semester 2 S1  IKIP Surabaya (  Prodi pendidikan bahasa Inggris) . Semenjak 1986 Bapak Much. Khoiri ini, setiap bulan menulis artikel dan non fiksi dengan jumlah sekitar 20 setiap bulannya. Waktu itu  mengetik dengan mesin ketik. 

Hingga  tahun  2019 beliau sudah memuat tulisan-tulisannya  berupa artikel, cerpen kreatif  dan  tulisan non fiksi. Tulisan beliau  tembus  di koran-koran . Ketika tahun 1993 Beliau memenangkan seleksi untuk belajar menulis kreatif di Amerika di University of Iowa.  Hingga tahun 2021 beliau telah menulis baik yang mandiri maupun yang jadi editor sampai berjumlah 66 buku. Terbit terbaru pada Mei 2021 judul bukunya adalah kitab kehidupan.

Materi pokoknya tentang cara mengembangkan tulisan nonfiksi
Inilah channel Youtubenya; https://youtu.be/1-HO0z-oUuI

 8 cara untuk mengembangkan tulisan nonfiksi, yakni:

  1. Definisi; yakni pengertian atau arti kata dari bahasan yang kita tulis, misalnya bahasan tentang pandemic maka kit acari definisi pandemic itu apa.
  2. Penjelasan; adalah uraian yang menjelaskan tentang materi bahasan dalam tulisan, misalnya penjelasan tentang pandemic apa dan bagaimana.
  3. Memberi contoh; Paragraf untuk bahasan kita ditambahkan dengan memberi contoh dari apa yang disampaikan, misalnya memberi contoh-contoh pelanggaran di masa pandemi serta sudah dijelaskan tentang bahayanya.
  4.  Menyampaikan kasus; Paragraf juga bisa dikembangkan dengan menyampaikan kasus yang terjadi yang mendukung bahasan yang ditulis.
  5. Membuat kutipan dari tokoh-tokoh yang relevan dengan materi yang dibahas
  6. Tambahkan anekdot atau humor jika memungkinkan, disesuaikan dengan relevansi bahasan dari tulisan.
  7. Tambahkan ungkapan filosofis dari tokoh, budayawan, atau ahli lainnya
  8. Tambahkan pribahasa atau wise words.

Dalam menulis setiap orang memiliki pengalamannya masing-masing. Jadi dari mengembangkan tulisan kita, maka dari tulislah yang sesuai dan yang relevan. Semakin banyak berlatih dan terlatih tulisannya maka nalar juga akan semakin terlatih.

Buku Karya Bapak Emco



Apa bedanya  Buku Fiksi dan Non Fiksi. 
Buku Fiksi : Cerpen, Novel, Puisi , Drama, Dongeng, Mitos, Fabel, Hikayat, Komik  dan sebagainya
Buku Non Fiksi: laporan  ilmiah ( skripsi, dosertasi , tesis) Buku pelajaran, Buku Ensiklopedia, Jurnal Biografi, Esai, opini, Pidato dan sebagainya. 
Ciri-ciri non fiksi :
Digunakan dengan bahasa formal dan menggunakan metode penulisan Denotatif (   agar  bahasa yang disampaikan  dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca, karena salah satu tujuan  dari  penulisan  naskah non fiksi  adalah memberikan informasi).

  • Contoh langkah-langkah  untuk  mengembangkan  tulisan bisa dilihat di bawah ini:
  • https://youtu.be/1-HO0z-oUuI
  • https://muchkhoiri.com/2021/04/momen-filosofis/
  • https://muchkhoiri.com/2021/04/membaca-buku-bagus-itu-penting/

Definisi tidak dibatasi oleh jumlah, tapi ketercukupan, tentu mengemasnya harus secara sintetik (sintesa), tidak sekadar dijejer satu persatu. Jika dua sudah bagus, ya dua saja, kan definisi nanti untuk kerangka menjelaskan sesuatu.

Blantik itu berasal dari istilah Jawa, yakni orang yang mendekat ke masyarakat pasar hewan (sapi, kambing, dsb). Biasanya memakai topi laken. Terlibat dalam transaksi, bahkan semacam mendorong petani untuk membesarkan ternak2 mereka agar bisa dijual dengan harga baik. Blantik Literasi saya ambil karena saya memang ingin mendampingi teman2 dalam bidang literasi, belajar literasi, dan terangkat "harga"nya dalam.dunia lierasi. Impian saya, teman2 menjadi pejuang2 literasi bagi bangsa ini. Itu sekilas. Boleh ditonton ini ya;

https://youtu.be/aK9tT8Z33oQ

https://muchkhoiri.com/2021/04/macak-blantik-literasi/

Pak Emko menulis  non fiksi sewaktu kuliah, sedang  menulis tentang  fiksi karena masuk  di beberapa komunitas penulis  sastra. Awalnya mempublikasikan  tulisan di koran  berupa  non fiksi.  Langkah berikut beliau mengirimkan tulisan fiksi, yaitu cerepn dan puisi di koran  lokal sampai nasional bahkan ke majalah  sastra nasional, yakni Horison.

Dalam  menulis, perlu Latihan dan perlu mendidik diri bahwa pada setiap saat.  Kita  rajin berlatih.  Kita harus punya target  menulis. Makin hari makin ke depan kita, makin baik, makin baik, makin baik sehingga ada tablet mendidik diri kita. 

Teori itu penting tetapi latihan itu wajib. Apa yang akan dipetik dari pelatihan itu nanti tentunya hasil yang membuktikan pada siapapun penulis. Latihan itu bisa dilakukan secara Istiqomah, bisa setiap hari, bisa lebih dan seterusnya. Semoga sukses dan bagi yang ingin mendapatkan materi tambahan bisa berkunjung ke Blintik literasi. Semoga bisa memetik tambahan semacam amunisi. Karena menulis itu memang perlu tenaga atau dorongan motivasi atau semacam oli bagi kita untuk berkreasi setiap hari. Semoga mendapatkan kemudahan dalam proses dan ke depan tulisan semakin bagus dari segi pengorganisasian, bahasanya hingga ada keutuhan yang baik.

Teruslah menulis tebarkan kebaikan.

Terimakasih Bapak Much. Khoiri atas ilmunya malam ini. Semoga selalu semangat untuk terus menulis. Semoga  rajin berlatih suapay  bisa mengikuti  jejak  Bapak. Salam literasi. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menulis untuk Menyiapkan Generasi Literasi Masa Depan

   RUANGMENULIS    4 SEPTEMBER 2022  3 MIN READ   Oleh: Eli Halimah “ The youth today are the leader tomorrow” Ungkapan di atas artinya, “Pe...