Resume ke : 24
Tanggal : Jumat , 11 Juni 2021
Tema : Menulis itu Mudas
Nara Sumber : Bp. Much. Khoiri
Moderator : Ibu Sri Sugiastuti
Pertemuan ke-20 Gelombang 18
Menulis berarti menarik magnet positif menuju pengetahuan pada Universitas kehidupan.
Hari ini, Jumat 11 Juni Tema yang dibahas adalah Cara mengembangkan Tulisan Non Fiksi. Narasumber Bapak Much. Khoiri ( Bp Emco) dan Moderator senior Ibu Sri Sugiastuti ( Kanjeng).
Sebelum materi disampaikan moderator mengawali kegiatan dengan ucapan salam dan memotivasi peserta serta mengenalkan narasumber yang akan memberikan materi. Inilah CV atau profil dari narasumber malam ini.
https://muchkhoiri.com/2021/01/tentang-penulis/
Narasumber malam ini adalah benar-benar pakar literasi. Beliau menulis sejak tahun 1986 , jadi sudah 35 tahun. Menulis sejak Mahasiswa semester 2 S1 IKIP Surabaya ( Prodi pendidikan bahasa Inggris) . Semenjak 1986 Bapak Much. Khoiri ini, setiap bulan menulis artikel dan non fiksi dengan jumlah sekitar 20 setiap bulannya. Waktu itu mengetik dengan mesin ketik.
Hingga tahun 2019 beliau sudah memuat tulisan-tulisannya berupa artikel, cerpen kreatif dan tulisan non fiksi. Tulisan beliau tembus di koran-koran . Ketika tahun 1993 Beliau memenangkan seleksi untuk belajar menulis kreatif di Amerika di University of Iowa. Hingga tahun 2021 beliau telah menulis baik yang mandiri maupun yang jadi editor sampai berjumlah 66 buku. Terbit terbaru pada Mei 2021 judul bukunya adalah kitab kehidupan.
- Definisi; yakni pengertian atau arti kata dari bahasan yang kita tulis, misalnya bahasan tentang pandemic maka kit acari definisi pandemic itu apa.
- Penjelasan; adalah uraian yang menjelaskan tentang materi bahasan dalam tulisan, misalnya penjelasan tentang pandemic apa dan bagaimana.
- Memberi contoh; Paragraf untuk bahasan kita ditambahkan dengan memberi contoh dari apa yang disampaikan, misalnya memberi contoh-contoh pelanggaran di masa pandemi serta sudah dijelaskan tentang bahayanya.
- Menyampaikan kasus; Paragraf juga bisa dikembangkan dengan menyampaikan kasus yang terjadi yang mendukung bahasan yang ditulis.
- Membuat kutipan dari tokoh-tokoh yang relevan dengan materi yang dibahas
- Tambahkan anekdot atau humor jika memungkinkan, disesuaikan dengan relevansi bahasan dari tulisan.
- Tambahkan ungkapan filosofis dari tokoh, budayawan, atau ahli lainnya
- Tambahkan pribahasa atau wise words.
Dalam menulis setiap orang memiliki pengalamannya masing-masing. Jadi dari mengembangkan tulisan kita, maka dari tulislah yang sesuai dan yang relevan. Semakin banyak berlatih dan terlatih tulisannya maka nalar juga akan semakin terlatih.
Buku Karya Bapak Emco
- Contoh langkah-langkah untuk mengembangkan tulisan bisa dilihat di bawah ini:
- https://youtu.be/1-HO0z-oUuI
- https://muchkhoiri.com/2021/04/momen-filosofis/
- https://muchkhoiri.com/2021/04/membaca-buku-bagus-itu-penting/
Definisi tidak dibatasi oleh jumlah, tapi ketercukupan, tentu mengemasnya harus secara sintetik (sintesa), tidak sekadar dijejer satu persatu. Jika dua sudah bagus, ya dua saja, kan definisi nanti untuk kerangka menjelaskan sesuatu.
Blantik itu berasal dari istilah Jawa, yakni orang yang mendekat ke masyarakat pasar hewan (sapi, kambing, dsb). Biasanya memakai topi laken. Terlibat dalam transaksi, bahkan semacam mendorong petani untuk membesarkan ternak2 mereka agar bisa dijual dengan harga baik. Blantik Literasi saya ambil karena saya memang ingin mendampingi teman2 dalam bidang literasi, belajar literasi, dan terangkat "harga"nya dalam.dunia lierasi. Impian saya, teman2 menjadi pejuang2 literasi bagi bangsa ini. Itu sekilas. Boleh ditonton ini ya;
https://youtu.be/aK9tT8Z33oQ
https://muchkhoiri.com/2021/04/macak-blantik-literasi/
Pak Emko menulis non fiksi sewaktu kuliah, sedang menulis tentang fiksi karena masuk di beberapa komunitas penulis sastra. Awalnya mempublikasikan tulisan di koran berupa non fiksi. Langkah berikut beliau mengirimkan tulisan fiksi, yaitu cerepn dan puisi di koran lokal sampai nasional bahkan ke majalah sastra nasional, yakni Horison.
Dalam menulis, perlu Latihan dan perlu mendidik diri bahwa pada setiap saat. Kita rajin berlatih. Kita harus punya target menulis. Makin hari makin ke depan kita, makin baik, makin baik, makin baik sehingga ada tablet mendidik diri kita.
Teori itu penting tetapi latihan itu wajib. Apa yang akan dipetik dari pelatihan itu nanti tentunya hasil yang membuktikan pada siapapun penulis. Latihan itu bisa dilakukan secara Istiqomah, bisa setiap hari, bisa lebih dan seterusnya. Semoga sukses dan bagi yang ingin mendapatkan materi tambahan bisa berkunjung ke Blintik literasi. Semoga bisa memetik tambahan semacam amunisi. Karena menulis itu memang perlu tenaga atau dorongan motivasi atau semacam oli bagi kita untuk berkreasi setiap hari. Semoga mendapatkan kemudahan dalam proses dan ke depan tulisan semakin bagus dari segi pengorganisasian, bahasanya hingga ada keutuhan yang baik.
Teruslah menulis tebarkan kebaikan.
Terimakasih Bapak Much. Khoiri atas ilmunya malam ini. Semoga selalu semangat untuk terus menulis. Semoga rajin berlatih suapay bisa mengikuti jejak Bapak. Salam literasi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar